Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Jenis informasi apa yang anda diperlukan melalui web site BPTP Yogyakarta:
 
banner2
banner1
Pengenalan Ayam KUB
KRPL
Tikus
Sinta
UPBS BP2TP
e-Produk

Download

Publikasi



Pola Budidaya dan Penggunaan Pupuk Menuju Produk Salak Pondoh Organik di Kabupaten Sleman PDF Cetak E-mail
Oleh Rahima Kaliky, dkk   
Senin, 04 Juni 2012 11:59
Perkembangan budidaya salak pondoh telah mendominasi kegiatan pertanian masyarakat Kabupaten Sleman terutama di Kecamatan Tempel, Turi, dan Pakem. Pola budidaya salak pondoh setempat telah mengarah ke sistem pertanian organik. Penelitian dilakukan Desa Merdikorejo Kecamatan Tempel, Desa Bangunkerto Kecamatan Turi, dan Desa Purwobinangun Kecamatan Pakem pada Bulan Agustus-Oktober 2005. Metode yang digunakan adalah survey menggunakan metoda survei. Penentuan lokasi kecamatan dilakukan secara purposive sedangkan lokasi desa dan sampel petani ditentukan dengan acak sederhana (simple random). Jumlah sampel sebanyak 60 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90,5 % petani salak pondoh setempat memupuk tanaman salak dengan mengandalkan pupuk kandang dan 57,1 % memberi pupuk organik komersial. Sedangkan penggunaan pupuk anorganik digunakan sebagai suplemen dan hanya dilakukan oleh sebagian kecil petani masing-masing 21,4 % petani memberi urea, 19 % memberi ZA, 23,8 % menambahkan SP-36 dan 16,7 % menambahkan KCl.
 
Teknologi Menurunkan Gabah Hampa Padi Sawah Varietas Fatmawati PDF Cetak E-mail
Oleh Sarjiman, dkk   
Senin, 04 Juni 2012 11:58
Kelemahan padi varietas Fatmawati adalah tingginya gabah hampa. Gabah hampa dapat terjadi antara lain disebabkan oleh kendala ekosistem ataupun serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Ekosistem yang ramah lingkungan dan pengendalian OPT yang baik memungkinkan peningkatan kualitas hasil padi Fatmawati. Penelitian ini dilaksanakan di sentra padi Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, D I Y tahun 2004. Tujuan penelitian adalah meningkatkan kualitas hasil gabah padi varietas Fatmawati melalui perbaikan lahan sawah. Rancangan percobaan menggunakan petak terpisah, dengan masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Petak utama digunakan untuk melihat pengaruh periode inkubasi pupuk organik dan olah tanah ditempatkan dua level waktu 5 hari(T-1) dan 20 hari(T-2) sebelum tanam, sedangkan 4 level paket pemupukan ditempatkan pada anak petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk kandang 5 ton/ha tanpa pupuk SP36 dan KCL tidak menurunkan produksi gabah padi Fatmawati. Hasil pengamatan terhadap gabah hampa tertinggi (26%) pada perlakuan M-1 dan terendah pada perlakuan M-3 (15 %).
 
Keragaan Vegetatif Beberapa Plasma Nutfah Padi Lokal DIY PDF Cetak E-mail
Oleh Kristamtini, dkk   
Senin, 04 Juni 2012 11:56
Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki beberapa plasma nutfah padi lokal yang perlu dikembangkan dan dilestarikan. Penelitian yang dilaksanakan ini bertujuan untuk mengetahui keragaan vegetatif beberapa plasma nutfah padi lokal DIY. Penelitian dilakukan di Dusun Duwetsari, Padasan, Desa Pakembinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Propinsi D.I. Yogyakarta pada bulan April 2006. Rancangan yang digunakan adalah Acak Kelompok yang diulang 3 kali dengan perlakuan 12 plasma nutfah padi lokal DIY yaitu Mandel, Segreng, Cempo merah, Saodah merah, Andel merah, Pandan wangi, Mentik putih, Rojolele gepyok, Kenanga, Menur, Lestari dan Cempo putih. Hasil pengamatan vegetatif menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata dari 12 plasma nutfah padi lokal yang ditanam pada parameter tinggi bibit saat ditanam (umur 15 Hari Setelah Sebar/ HSS), tinggi tanaman dan jumlah anakan . Artinya bahwa masing-masing plasma nutfah memikiki potensi genetik pada karakter vegetatif, hal ini ditunjukkan oleh adanya korelasi antara tinggi bibit dengan tinggi tanaman, walaupun antara tinggi bibit dengan jumlah anakan serta tinggi tanaman dengan jumlah anakan tidak ada korelasi. Dari karakter vegetatif tersebut terpilih 5 plasma nutfah padi lokal yang memiliki jumlah anakan optimum yaitu Cempo merah, Pandan wangi, Mentik putih, Kenanga dan Menur.
 
Penyediaan Pakan dan Peningkatan Produktivitas Lahan Kering Melalui Budidaya Sorgum Hasil Iradiasi PDF Cetak E-mail
Oleh Supriadi, dkk   
Senin, 04 Juni 2012 11:55
Tanaman sorgum dapat tumbuh baik di daerah beriklim tropik maupun subtropik, sehingga dapat dikatakan bahwa sorgum mempunyai toleransi tinggi terhadap iklim yang berbeda-beda. Di Indonesia tanaman sorgum dapat tumbuh baik di dataran rendah sampai dataran tinggi hingga mencapai ketinggian1500 m dpl tanaman sorgum mempunyai daya adaptasi yang lebih tinggi terhadap kekeringan bila dibandingkan dengan tanaman pangan lain. Dalam usaha menunjang keberhasilan program ekstensifikasi ke arah pertanian lahan kering, tanaman sorgum merupakan salah satu tanaman pangan alternatif yang dapat dikembangkan dalam rangka menuju swasembada pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah dapat menyediakan pakan ternak dan peningkatan daerah lahan kering, lahan marginal, lahan kosong ataupun lahan produktif. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan yaitu 8 nomor asisi sorgum hasil iradiasi yang berasal dari varietas durra dan 2 varietas nasional dengan 3 kali ulangan. Parameter yang diukur adalah data agronomi, produktivitas dan nilai nutrisi bahan kering hijauan dan biji. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji Anava satu jalur, dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil yang diperoleh berdasarkan data agronomi semua sorgum dapat tumbuh baik di tanah inseptisol, kandungan protein yang paling baik adalah varietas nasional, namun estimasi produksi riil nilai nutrisi kg/ha dan hijauan pakan ternak ton/ha yang paling baik adalah sorgum dengan nomor asisi B-72, B-95 dan B-100, ketiga sorgum ini diharapkan dapat di rekomendasikan untuk dibudidayakan di lahan kering.
 
Paket Pemupukan Tanaman Garut Untuk Memanfaatkan Lahan Naungan PDF Cetak E-mail
Oleh Sarjiman, dkk   
Senin, 04 Juni 2012 11:53
Tanaman garut cocok dikembangkan pada lahan ternaungi dan hasilnya sebagai bahan baku industri emping garut skala rumah tangga. Keterbatasan bahan baku garut disebabkan oleh teknik budidaya dan luas penanaman masih bersifat sekonder. Penelitian dilaksanakan tahun 2005 di desa Argodadi, kecamatan Sedayu, kabupaten Bantul, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh paket pemupukan terhadap hasil umbi garut yang ditanam di lahan naungan. Rancangan percobaan acak kelompok secara faktorial diulang empat kali, sebagai faktor pertama adalah lokasi ternaungi 70% dan terbuka 70%; sedangkan faktor kedua adalah paket pemupukan, Paket A : pupuk kompos 5 t/ha, Paket B : pupuk Urea, SP 36 dan KCl masing-masing 50 kg/ha, Paket C : pupuk kompos 2,5 t/ha + pupuk Urea, SP 36 dan KCl masing-masing 50 kg/ha, dan Paket D : Pupuk daun Growthmore. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh naungan meningkatkan tinggi tanaman(16,7 cm) dan penggunaan pupuk kompos mampu menaikkan hasil umbi garut sebesar 35 % dibanding penggunaan pupuk kimia tanpa kompos Pengaruh naungan dapat meningkatkan kadar air umbi, kadar amilosa pati tetapi menurunkan kadar pati umbi.
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com