Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Jenis informasi apa yang anda diperlukan melalui web site BPTP Yogyakarta:
 
banner1
Pengenalan Ayam KUB
KRPL
Tikus
Sinta
UPBS BP2TP
e-Produk
banner2

Download

Berita
Peringatan Pameran Hari Pangan Sedunia di DIY PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Ir. Rudy Harwono, MP   
Rabu, 11 September 2013 11:41

BPTP Yogyakarta berpartisipasi dalam pameran Hari Pangan Sedunia (HPS) ke XXXIII di D.I. Yogyakarta, yang berlangsung pada tanggal 5-7 September 2013 bertempat di halaman gedung Mandala Bakti Wanitatama Yogyakarta. Peringatan HPS tahun ini mengangkat tema tentang “Optimalisasi Budaya Lokal Menuju Kemandirian Pangan”, didukung pula dengan penyelenggaraan seminar tentang pangan lokal, lomba cipta menu, dan lomba mewarnai untuk anak TK dan SD.

Kegiatan pameran diikuti sekitar 50 peserta terdiri dari instansi pemerintah, Kontak Tani Nelayan Andalan, dan pengusaha swasta, dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka KGPAA Paku Alam IX. Dalam upaya mencapai kemandirian pangan, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan potensi budaya lokal untuk meningkatkan konsumsi terhadap bahan pangan alternatif, khususnya dengan menumbuhkan kreasi bahan pangan non beras.

Stan BPTP Yogyakarta menampilkan beberapa materi sesuai tema HPS, antara lain Ubi Kayu Varietas Malang 4, Tepung Ganyong, Tepung Moccaf, Tepung Sukun, kue Muffin sukun, Pati Garut, emping Garut, Tepung beras Hitam, Bubur instan beras hitam, Brownies beras hitam, Kue Muffin beras hitam, Talas Safira, Brownies Talas Safira, Kacang Rendah Lemak, dan Susu Kambing Instan.

 
Budidaya Jahe Dalam Karung, Hasilkan Benih Sehat PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Minggu, 08 September 2013 21:48

Budidaya jahe menggunakan karung dengan media yang remah dilakukan untuk menghasilkan benih yang sehat, bebas dari penyakit seperti layu bakteri yang sering menjadi kendala dalam budidaya tanaman.

Kelompok Tani Jahe Organik desa Larangan membudidayakan pertanaman jahe dalam karung ukuran 40 x 100 cm dengan media tanam bokasi dari bahan limbah pabrik penggergajian kayu. Benih disemai terlebih dahulu dengan cara dihamparkan atau diangin-anginkan. Media tanam (bokashi + pasir ladu)  dimasukan kedalam karung sebanyak 0,2 dari volume karung.

Benih ditanam masing-masing 250 g/karung.  Karung ditata dengan 5 jumlah baris dalam kolom.  Kurang lebih setiap 15 hari sekali, petani menambahkan media bokashi ke dalam karung agar rimpang yang terlihat dapat tertutupi. Yang unik dalam sistem budidaya ini serta diperlukan penelitian lanjut, petani tidak menambahkan pupuk anorganik dalam petanaman jahe dan melakukan pemangkasan tanaman.

Pemangkasan dilakukan saat tanaman mencapai dua bulan pada 5 – 10 cm dari pangkal rimpang. Pemangkasan bertujuan merangsang pertumbuhan tunas-tunas baru pada rimpang. Setelah karung-karung berisi tanaman yang sudah dipangkas, tanaman dibiarkan hingga muncul tunas-tunas tanaman baru dari dalam rimpang.

Salah satu tantangan dalam teknik budidaya ini, diperlukan penanganan intensif pada tanaman mulai dari penanganan bokasi untuk media tanam, irigasi, kegiatan pemangkasan, dan penambahan media secara rutin. Jika teknik budidaya ini dapat berhasil dan sesuai dengan harapan yang diinginkan, akan tercipta efisiensi penggunaan lahan sebesar 90% dari budidaya konvensional.

Hal ini setara dengan membudidayakan 1000 karung (1000 m2) dengan budidaya konvensional satu hektar. Efisiensi yang lain adalah penggunaan benih tanaman, serta dapat diarahkan untuk budidaya organik dengan mengadopsi teknologi-teknologi yang telah dihasilkan.

Bila digunakan untuk menghasilkan benih, dapat menjadi sumber benih yang sehat dan dengan kondisi yang  terkontrol, produksi jahe dapat ditargetkan sesuai dengan permintaan.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat

LAST_UPDATED2
 
Antusiasme Tinggi Pengunjung Stand BPTP di Pameran HPS PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Sinung Rustijarno, S. Pi., M. Si   
Sabtu, 07 September 2013 12:00

Pameran Hari Pangan Sedunia (HPS) ke XXXIII Tahun 2013 Tingkat DIY dilaksanakan pada tanggal 5-7 September 2013. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan diantaranya pameran dan bazaar, dengan peserta Instansi/lembaga, UKM, kelompok usaha pengolah pangan lokal dan kelompok wanita tani  se-DIY.

Keragaan yang ditampilkan stand BPTP Yogyakarta meliputi display komoditas pertanian diantaranya jagung varietas Bima 3, Bima 4, Bima 5 dan Bima 7, ubi kayu varietas Malang 4, umbi Safira (talas Satoimo), vertikultur selada merah dan hijau dan cabe rawit merah. Olahan pangan berbahan dasar serealia diantaranya bubur instan beras hitam sebagai bahan pangan fungsional, selain itu ditampilkan pula olahan tepung sukun, tepung mocaf (modified cassava flour), tepung garut, tepung ganyong, emping garut, kacang rendah lemak dan aneka olahan susu kambing PE (susu instan, dodol susu, permen karamel, kerupuk susu).

Hasil olahan pasca panen primer menampilkan produk siap saji muffin beras hitam, muffin sukun, brownies kukus Safira, stik ubi ungu dan ubi madu. Pada kesempatan tersebut juga dibagikan bibit cabe rawit sebagai souvenir kepada pengunjung stand BPTP dalam rangka akselerasi diseminasi program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang telah diinisiasi oleh Kementerian Pertanian sejak tahun 2011.

Antusiasme pengunjung stand BPTP sangat tinggi dan animo untuk memperoleh informasi terkait inovasi teknologi pertanian spesifik lokasi khususnya terkait produk pangan lokal yang dihasilkan diimbangi dengan aneka display, sajian produk dan beragam materi diseminasi yang ditampilkan diantaranya publikasi berupa brosur, leaflet dan poster-poster yang sangat menarik dan memancing pertanyaan pengunjung stand. Peserta juga banyak menanyakan tentang keberadaan, tugas BPTP dan lokasi kantor dengan niat untuk berkunjung secara langsung agar lebih leluasa berdiskusi dan memperoleh informasi terkait inovasi di bidang teknologi pertanian.

LAST_UPDATED2
 
Inovasi Teknologi Berbasis Pangan Lokal di Stand BPTP PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Sinung Rustijarno, S. Pi. M. Si   
Jumat, 06 September 2013 10:48

Hari Pangan Sedunia (HPS) ke XXXIII Tahun 2013 Tingkat DIY diselenggarakan di Kompleks Gedung Mandhala Bhakti Wanitatama Yogyakarta tanggal 5-7 September 2013 dengan tema “Pameran Produk Pangan Nusantara (Pangan Lokal) Dalam Rangka Memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) ke XXXIII Tahun 2013”.

Pembukaan pameran diawali sambutan Ketua Panitia Plh. Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian (BKPP) DIY yang menyampaikan event ini sangat penting karena pangan adalah komoditas yang strategis, mengingat pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya menjadi hak azasi dalam rangka mewujudkan sumberdaya manusia yang berkualitas dan perlunya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang, Aman dan Halal (B2SAH).

Penyelenggaraan Pameran HPS ke XXXIII Tahun 2013 bertujuan sebagai upaya sosialisasi kepada masyarakat tentang pola pangan yang Beragam, Bergizi,  Seimbang, Aman dan Halal (B2SAH) dan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi,  Seimbang, Aman dan Halal (B2SAH) melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan.  Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi : 1) Puncak acara, pada tanggal 5 September 2013, 2) Lomba cipta menu Beragam, Bergizi,  Seimbang, Aman dan Halal (B2SAH) dengan peserta ibu-ibu PKK, 3) Lomba cipta menu kudapan berbahan dasar tepung (tepng pisang dan tepung ubi ungu) diikuti Dharma Wanita lingkup DIY, 4) Lomba mewarnai gambar pangan lokal dengan peserta anak-anak TK, 5) Pameran dan bazaar, dengan peserta Instansi/lembaga/UKM/kelompok usaha pengolah pangan lokal/kelompok wanita tani se-DIY dan 7) Seminar Nasional bekerjasama dengan PERHEPI Komda DIY dan Yayasan Hari Ibu KOWANI dengan peserta para penyuluh pertanian, anggota PERHEPI Perhimpunan Ekonomi Pertanian), instansi tingkat provinsi/kabupaten.

Pameran HPS XXXIII tahun 2013 tingkat DIY dibuka oleh Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam IX.  Beberapa hal yang disampaikan pada pembukaan yaitu pentingnya ketahanan pangan, akses terhadap pangan, ketersediaan pangan yang cukup dengan harga terjangkau dan diutamakan berasal dari pangan setempat/lokal dan penganekaragaman konsumsi pangan.

Peninjauan stand dilaksanakan oleh Wagub DIY didampingi Plh. Kepala BKPP DIY, Kepala BPTP Yogyakarta beserta tamu undangan lain. Pameran diikuti oleh 46 stand terdiri atas stand instansi/lembaga, UKM, KTNA, Perguruan Tinggi, asosiasi, dan perusahaan swasta. Dalam peninjauannya Wagub DIY cukup lama meninjau stand BPTP dan sangat terkesan dengan materi dan produk pangan lokal yang ditampilkan diantaranya bubur instan beras hitam sebagai bahan pangan fungsional, selain itu ditampilkan pula olahan tepung sukun, tepung mocaf (modified cassava flour), tepung garut, tepung ganyong, emping garut, kacang rendah lemak dan aneka olahan susu kambing PE (susu instan, dodol susu, permen karamel, kerupuk susu). Hasil olahan pasca panen primer menampilkan produk siap saji muffin beras hitam, muffin sukun, brownies kukus Safira, stik ubi ungu dan ubi madu.

Diskusi yang dilakukan berlangsung dengan hangat terkait inovasi tenologi yang dikembangkan dalam rangka mendukung diversifikasi produk olahan pangan lokal di wilayah DIY.

LAST_UPDATED2
 
FGD “Menuju Pengelolaan Sumberdaya Air Terpadu di DAS Kali Pusur Klaten” PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Sinung Rustijarno, S. Pi., M. Si   
Rabu, 04 September 2013 15:45

Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dilaksanakan dalam rangka menyampaikan hasil pengkajian dan mendapatkan umpan balik dari pelaksanaan kegiatan kerjasama CIRAD-BPTP Yogyakarta berjudul “Menuju Pengelolaan Sumberdaya Air Terpadu di DAS Kali Pusur Klaten” yang telah dimulai sejak tahun 2012. FGD dilaksanakan di Aula Pertemuan RM Mayar Klaten pada hari Rabu, 4 September 2013 diikuti oleh 30 peserta terdiri atas instansi terkait, petani kooperator, NGO dan swasta diantaranya Diperta klaten, Dinas Pengairan Klaten, Petani kooperator pengkajian di Sudimoro dan Ceper Klaten, LPTP (Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan) Klaten, FGP3A Kali Pusur Klaten dll. Acara dibuka oleh Kasi Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian BPTP Yogyakarta mewakili Kepala BPTP yang menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai wahana koordinasi dan komunikasi antar stakeholders pengguna air di DAS Kali Pusur Klaten.

Materi yang disampaikan meliputi 1) Overview Penelitian Kerjasama Pengelolaan Sumberdaya Air di DAS Kali Pusur (Dr. Haris Syahbudin/Balitklimat Bogor), 2) Pengembangan Akses Pasar Untuk Produksi Jagung di DAS Pusur (Ir. Sugeng Widodo, MP/BPTP Yogyakarta), 3) Implementasi Teknologi Introduksi Teknologi Konservasi Tanah dan Air (Ir. Mulyadi, MSP/BPTP Yogyakarta) dan 4) Pemodelan Hidrologi DAS Pusur (Dr. Hendri Sosiawan/Balitklimat Bogor).

Peserta mengikuti paparan secara antusias dan berpartisipasi aktif dalam diskusi. Diskusi terkait karakteristik ketersediaan air di DAS Pusur yang berkisar 0,06m3/dtk pada MK dan 11,03 m3/dtk pada MH. Studi mikro DAS Gumuk Boyolali meliputi kajian erosi tanah dan kajian aliran permukaan air tanah serta aspek hidrologi di lahan berlereng. Neraca Air DAS Kali Pusur di bagian Hulu mencapai 10,7 m3 tahun 2012 dengan CH rata2 2539 mm/th tetapi air yang masuk ke sungai hanya sekitar 2% dan berkontribusi 9% sebagai mata air di DAS Pusur, lainnya mengalami penguapan atau menjadi aliran air permukaan. Ketersediaan air di mata air tergantung pasokan air hujan dan konservasi di area hulu dan sekitarnya, apabila dilakukan konservasi secara benar di DAS Hulu Kali Pusur maka ketersediaan air bisa mencapai 3m3 atau 3000 L/dtk atau 3 kali lipat kondisi yang ada sekarang.

Tanggapan positif disampaikan dari LPTP yang mengundang CIRAD dan BPTP untuk sharing informasi dan mensinkronkan aktivitas bersama terkait pelaksanaan kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat dalam aspek konservasi dan pemanfaatan sumberdaya air di Klaten.

Pengkajian komoditas jagung dalam rangka efisiensi penggunaan air irigasi terkait aspek budidaya (pengenalan VUB Jagung Badan Litbang, pemupukan), penanganan HPT, pasca panen (penurunan kadar aflatoxin) dan perbaikan jaringan pemasaran. Produksi jagung cukup baik berkisar 11 t/ha, mendekati potensi produktivitas hasil dengan inovasi varietas Bima 3, 4, 5 dan 7 serta STJ 01, sebagai pembanding adalah varietas Pioneer dan DK 85. Serangan bulai dapat ditekan menjadi 5% dengan penggunaan double seed treatment dan kadar aflatoxin berkisar 0-50% masih dalam batas ambang yang dipersyaratkan penampung hasil. Harga jagung juga mengalami perbaikan mencapai Rp 3.150/kg dengan tingkat keuntungan mencapai Rp 2,6-4,5 juta/patok (2000 m2) dengan nilai finansial yang diukur dari rasio B/C 1,55-2,04 lebih tinggi atau meningkat 25-30% dibanding dengan usaha budidaya padi.

Implementasi inovasi teknologi konservasi di mikro DAS bagian hulu Kali Pusur mencakup kajian neraca sumberdaya air, model pertanian konservasi di lahan berlereng, mengurangi run off dan meningkatkan suplai cadangan air di bagian hulu Kali Pusur. Umpan balik dari peserta terkait transfer informasi hasil pengkajian dalam rangka merubah ketrampilan dan perilaku petani agar mampu memanfaatkan hasil kajian ilmiah yang dikombinasikan dengan kearifan lokal untuk mencapai tujuan konservasi menuju kaidah pengelolaan budidaya pertanian yang lestari.

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com