Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Tikus
Pengenalan Ayam KUB
KRPL
UPBS BP2TP
banner2
e-Produk

Galeri Foto

Berita
Replikasi MKRPL di Kauman Kota Yogyakarta PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Kusnoto, S.Sos   
Senin, 25 November 2013 08:44

Pelaksanaan pendampingan kegiatan optimalisasi pemanfaatan pekarangan melalui konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Tingkat DIY, BPTP Yogyakarta menyelenggarakan “ Replikasi Model Kawasan Rumah Pangan  Lestari” di Kelompok Kauman Duaenamlima, Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan  Kota Yogyakarta, sebagai salah satu contoh pengembangan KRPL yang dilaksanakan melalui kerjasama dengan organisasi SIKIB beserta KOWANI. Kegiatan  replikasi KRPL di Kampung Kauman Yogyakarta ini terlaksana hari Jum’at (22 November 2013). Pertemuan tersebut dihadiri oleh ibu Umi Rusman H.(sebagai Isteri Wakil Menteri Pertanian), Ibu Dr. Dewi Motik Pramono, MSi (Ketua Umum Kowani), Ibu Tuti Haryono (sebagai Isteri Kepala Badan Litbang Pertanian), dan ibu Dewi Sudarmaji dari BPTP Yogyakarta), BPTP Yogyakarta, Disperindagkoptan Kota Yogyakarta, Camat Gondomanan, Lurah Ngupasan, Ketua RW/RT di Kauman, Kelompok Wanita Tani (KWT) MKRPL Kota Yogyakarta serta anggota Kelompok Kauman Duaenamlima.

Prinsip utama pengembangan KRPL ini diimplementasikan melalui pemanfaatan lahan pekarangan, baik di perkotaan maupun di perdesaan, diantaranya dengan menerapkan budidaya tanaman sayuran, buah-buahan, tanaman pangan, tanaman obat keluarga, budidaya ikan dan ternak. Sasaran yang ingin dicapai KRPL adalah berkembangnya kemampuan keluarga dan masyarakat secara ekonomi dan sosial, dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi secara lestari,  kebun menuju keluarga dan masyarakat yang mandiri dan sejahtera. Agar berlangsung secara berkelanjutan (lestari), maka perlu didukung oleh adanya kebun bibit Desa (KBD) atau kebun bibit Kelurahan (KBK) yang dapat mensuplai kebutuhan benih/bibit tanaman bagi anggota kelompok/masyarakat.

Sambutan ibu Umi Rusman dalam replikasi MKRPL di Kelompok Kauman Duaenamlima mengatakan bahwa kegiatan KRPL kerjasama SIKIB, KOWANI dan Badan Litbang Pertanian  ini merupakan gerakan menuju kemandirian pangan,  penghijauan  dan kelestarian lingkungan hidup. Agar keberhasilan replikasi KRPL ini  berjalan lestari maka diperlukan upaya-upaya yaitu (1) kegiatan harus disenangi oleh anggota kelompok  (anggota kelompok senang tanaman, memiliki waktu merawat tanaman , mengerjakan ikhlas/tidak mengeluh), (2) kegiatan bermanfaat atau dirasakan hasilnya oleh anggota kelompok (tanaman dapat menyejukkan hati, membuat lingkungan asri/hijau, hasil panen untuk konsumsi keluarga) dan (3) teknologi KRPL difahami oleh kelompok  (anggota faham cara menanam, merawat, mengobati tanaman, faham waktu buat bibit, panen dan mengganti tanaman). Sambutan ibu Dr. Dewi Motik Pramono, MSi mengatakan bahwa masyarakat Kauman ini dari dahulu sampai sekarang memang agamis dan dinamis, maka lokasi pengembangan KRPL ini sangat tepat dan diharapkan pengurus RT/RW dan Kelompok Duaenamlima ini dapat menularkan ke wilayah lain agar replikasi KRPL dapat berkembang secara alami dan lestari di Kota Yogyakarta. Dalam sambutan Ketua RW Kauman berjanji akan melestarikan pengembangan KRPL di  Kauman ini dengan mengajak masyarakat secara gotong royong  bersama-sama dengan masyarakat sekitarnya untuk berusaha semaksimal mungkin melestarikan budaya menanam sayur, tanaman buah dan tanaman obat di lingkungan rumah masing-masing secara berkesinambungan agar program ini berjalan lestari.

Dalam penyerahan bibit dari ibu Umi Rusman kepada ibu Dr. Dewi Motik Pramono, MSi. Yang diteruskan kepada KWT Duaenamlima ,  berpesan agar bibit ini dapat ditanam dan dikembangkan oleh masyarakat disekitar Kauman ini, dan penyerahan  tanda kenang-kenangan dari Kelompok Duaenamlima berupa buku bacaaan kepada ibu Umi Rusman dan ibu Dr. Dewi Motik.

LAST_UPDATED2
 
Indigofera Sebagai Pakan Ternak PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Jumat, 22 November 2013 06:00

Pakan merupakan salah satu input produksi yang sangat menentukan keberhasilan usaha peternakan karena secara langsung mempengaruhi produktivitas dan efisiensi. Pada ternak ruminansia, hijauan pakan masih merupakan komponen utama dalam sistem pakan dan merupakan sumber pakan yang relatif murah disebagian besar agro-ekositem di Indonesia.

Hijauan pakan di daerah tropis seperti  Indonesia cenderung memiliki kualitas nutrisi yang lebih rendah dibandingkan dengan hijauan di daerah beriklim sedang, karena proporsi serat yang tinggi, kandungan protein yang rendah serta potensi defisiensi beberapa unsur mineral. Disamping itu, ketersediaannya cukup berfluktuasi, terutama akibat pengaruh curah hujan.Kuantitas dan kualitas hijauan pakan akan menurun selama musim kemarau dan menyebabkan produksi ternak dapat menurun secara drastis. Ketersediaan tanaman pakan yang memiliki kualitas nutrisi tinggi dan mampu tumbuh sepanjang tahun diharapkan dapat mengatasi fluktuasi tersebut.

Penelitian tentang potensi Indigofera spp. Sebagai salah satu jenis hijauan pakan ternak, khususnya ternak ruminansia telah dilakukan cukup intensif oleh berbagai institusi dan telah dipublikasi diberbagai jurnal  ilmiah maupun publikasi lainnya.  Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa Indigofera spp. memiliki potensi yang tinggi sebagai sumber pakan berkualitas tinggi dengan adaptasi yang baik terhadap kekeringan. Oleh karena itu, tumbuhan ini merupakan alternatif sumber pakan yang menjanjikan untuk mendukung pengembangan ternak ruminansia di berbagai agroekosistem. Tersebarnya hasil-hasil penelitian pada berbagai publikasi dengan aspek penelitian yang beragam menyebabkan informasi tentang Indigofera spp. terkait perannya dalam pertanian secara umum sulit untuk digunakan sebagai rujukan dalam rekomendasi pemanfaatannya secara optimal.

 

Sumber: Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan

LAST_UPDATED2
 
Kunjungan Mahasiswa UGM ke BPTP Yogyakarta PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Kusnoto, S.Sos   
Kamis, 21 November 2013 11:23

Dalam rangka kegiatan praktikum diseminasi Mahasiswa Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Fakultas Pertanian UGM berkunjung ke BPTP Yogyakarta pada hari Selasa 19 November 2013 . Kunjungan praktikum diseminasi ini merupakan tahap kedua dengan jumlah mahasiswa  sebanyak 40 orang, dipimpin oleh Asisten Dosen Ambarwati. Dalam sambutan pengantarnya menyatakan bahwa mahasiswa Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian perlu menambah dan pengetahuan terkait wawasan sistem diseminasi yang telah dilakukan BPTP Yogyakarta, khususnya  tentang diseminasi inovasi teknologi  pertanian spesifik lokasi di Provinsi D.I. Yogyakarta.

Dalam penerimaan kunjungan praktikum  tersebut BPTP Yogyakarta diwakili Sinung Rustijarno, S.Pi. MSi. selaku Kasi KSPP menyatakan bahwa BPTP Yogyakarta merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian  Pertanian di wilayah Provinsi D.I. Yogyakarta, dibawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Sesuai visi   dan misi BPTP Yogyakarta berperan sebagai penyedia dan penyebar teknologi pertanian spesifik lokasi untuk mendukung program pembangunan pertanian di Provinsi DIY. Peran diseminasi BPTP Yogyakarta sangat strategis untuk menyebarkan inovasi teknologi spesifik lokasi  kepada stakeholders  dan pengguna lainnya yang membutuhkan.

Setelah penjelasan fungsi dan tugas BPTP Yogyakarta dipaparkan, selanjutnya diadakan diskusi dengan peserta praktikum , pertanyaan dari mahasiswa terkait kendala prestasi dan keberhasilan sistem diseminasi inovasi teknologi spesifik lokasi , selanjutnya para mahasiswa melakukan kunjungan ke Laboratorium Diseminasi, Kantor UPBS, Pergudangan dan Prosessing benih, Perbenihan krisan dan Perbenihan bawang merah yang dilaksanakan oleh BPTP Yogyakarta. Selanjutnya rombongan berpamitan untuk kembali ke Kampus UGM Yogyakarta, sebagai tambahan bekal yang lengkap tentang BPTP Yogyakarta sebagai institusi penyedia inovasi dan diseminasi teknologi spesifik lokasi.

LAST_UPDATED2
 
Seminar Bulanan Forum Komunikasi Ilmiah BPTP Yogyakarta PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Dwi Titaningsih, A. Md   
Rabu, 20 November 2013 07:40

Seminar bulanan sebagai wahana forum komunikasi ilmiah BPTP Yogyakarta diselenggarakan pada hari Senin, 18 November 2013 bertempat di aula BPTP Yogyakarta diikuti oleh seluruh karyawan karyawati BPTP Yogyakarta.

Pemaparan materi disampaikan oleh Ir. Mulyadi MP dan moderator seminar Ir. Sugeng Widodo, MP dengan judul makalah Pemodelan Sistem Peningkatan Produksi Beras di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Melalui Analisis Dinamika Sistem dalam rangka pelaksanaan kegiatan Model Akselerasi Pembangunan Pertanian Ramah Lingkungan Lestari (M-AP2RL2). Dalam paparannya narasumber menyampaikan bahwa  output yang diharapkan dalam kegiatan  M-AP2RL2 yaitu 1) Produksi beras yang memadai 2) Konsumsi pangan terpenuhi 3) Surplus beras tercapai.

Untuk mencapai target tersebut, kegiatan ini tidak bisa dikerjakan secara parsial, tetapi harus bekerja sama dengan stakeholders  terkait. Oleh sebab itu forum komunikasi ilmiah ini sangat penting sebagai salah satu wahana untuk memberikan masukan demi tercapainya target M-AP2RL2.

Kepala BPTP Yogyakarta menyampaikan bahwa output M-AP2RL2 produksi dan pasokan (supply) beras aman untuk wilayah DIY, untuk itu perlu dianalisis kondisi existing terlebih dahulu, selanjutnya dilakukan simulasi-simulasi variabel yang berpengaruh terhadap ketahanan dan keamanan pangan (beras). Pembahas dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM Murtiningrum S.TP. M. Eng mengatakan agar input  data atribut lebih detail dalam melakukan pemodelan dan perlu verifikasi dan validasi dari  stakeholder sehingga mampu menyajikan abstraksi kondisi yang riel. Acara diakhiri dengan diskusi terkait dengan  tampilan simulasi dan hasil kajian tersebut.

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com