Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
banner1
Pengenalan Ayam KUB
KRPL
Tikus
UPBS BP2TP
banner2
e-Produk

Kalender Kegiatan

Download

Jenis informasi apa yang anda diperlukan melalui web site BPTP Yogyakarta:
 
Berita
Tanam Padi Gogo Sistem Larik PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Suharno   
Senin, 04 November 2013 15:59

Setiap menjelang musim hujan, petani di lahan kering mulai sibuk mempersiapkan lahannya untuk ditanami berbagai jenis tanaman yaitu padi gogo, jagung, ubi kayu, kacang tanah dan jenis tanaman lain.

Kebiasaan petani di wilayah ini dengan usaha pertanian salah satunya tanaman padi gogo. Teknik penanamannya dengan cara ditugal bahkan masih ada menanam padi dengan cara disebar. Cara tanam padi dengan tugal masih banyak dilakukan oleh petani  khususnya di wilayah Gunungkidul  dengan luas lahan kering saat ini kurang lebih mencapai 140.671 ha.

Adanya alat tanam padi gogo sistem larik, menyebabkan cara tanam padi sebelumnya sudah mulai ditinggalkan. Alat tanam larik diminati petani karena lebih cepat, jarak tanam seragam, penyiangan dan penggunaan alat mudah sehingga biaya tanam lebih murah.

Pengalaman salah satu petani lahan kering di Dusun Grogol, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul mengungkapkan bahwa luas lahan ukuran 1.000 m2, tanam padi gogo menggunakan alat tanam larik dapat diselesaikan selama satu hari dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 4 orang. Jika dihitung, cara tanam semacam ini memerlukan biaya Rp 120 ribu, sedangkan biaya tanam padi gogo dengan cara ditugal biaya lebih tinggi sekitar 40 % lebih mahal.

Alat tanam larik dapat digunakan tanam pagi gogo sistem jajar legowo 2:1 atau 5:1. Alat ini dilengkapi besi beton ataupun sejenisnya sebagai tanda untuk mengikuti alur yang telah dibuat sebelumnya. Rangka terbuat dari besi pipa, sedangkan mata larikan berasal dari besi siku. Alat ini dibuat knockdown sehingga mudah dibawa dan ringan kurang lebih 10 kg.

Pengoperasian alat dilakukan oleh dua orang, satu orang menarik dari depan, sedangkan satu orang lagi dari belangkang untuk menekan dan mengatur kedalaman lobang larikan.  Cara kerja alat mirip seperti cara kerja traktor, bedanya alat tanam larik membuat alur dengan cara menyingkirkan atau menyisihkan tanah ke kiri dan kanan. Setelah alur dibuat penanaman benih padi sama dengan cara ditugal. Hasil kerja alat ini lebih baik dibandingkan dengan cara ditugal, karena alur untuk menaruh benih padi tidak terjadi pemadatan seperti cara ditugal.

LAST_UPDATED2
 
Sosialisasi Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Peneliti PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Dwi Titaningsih, A. Md   
Kamis, 31 Oktober 2013 09:31

Guna memberikan persepsi yang sama bagi para pejabat fungsional peneliti tentang penilaian angka kredit maupun aturan baru yang dikeluarkan LIPI pada hari Kamis (31/10/2013) dilakukan Sosialisasi Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Peneliti. Sosialisasi disampaikan oleh Tim Penilai Peneliti Instansi (TP2I) Kementerian Pertanian yang diikuti peneliti, penyuluh dan pustakawan lingkup BPTP Yogyakarta.

Acara dibuka oleh Kepala BPTP Yogyakarta Dr. Sudarmaji dilanjutkan presentasi standar kompetensi  jabatan fungsional peneliti oleh Prof. Dr. Ir. Elna Karnawati selaku Ketua TP2I Kementerian Pertanian beserta Tim TP2I Kementan.

Materi yang disampaikan diantaranya susunan anggota TP2I Kementan sesuai SK Mentan No.1259/Kpts/OT.160/01/2013. Informasi tentang jumlah peneliti di Kementan per September 2013 sebanyak 1683 peneliti dan 109 orang Prof. Riset (65 aktif, 44 pensiun/wafat) dari 409  secara nasional.  Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Peneliti mengacu pada Peraturan Kepala LIPI No 04/E/2009 dan SE Kepala LIPI No. 5782/K/HK/XII/2012 tanggal 6 Desember 2012 tentang Penjelasan Atas Peraturan Kepala LIPI No 04/E/2009 terkait persyaratan dan hasil kerja minimal yang harus dipenuhi untuk mengajukan usul Peneliti Pertama sampai dengan Peneliti Utama. Beberapa kasus terkait penilaian KTI juga dipaparkan khususnya penilaian publikasi prosiding dan blacklist jurnal nasional/internasional. Perubahan pengisian form B1 dan sistem penilaian online yang akan diberlakukan per 1 Januari 2014 telah disampaikan. Acara diakhiri dengan diskusi dengan para pejabat fungsional BPTP Yogyakarta terkait penjelasan materi sosialisasi.

 

Materi Sosialisasi Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Peneliti

LAST_UPDATED2
 
Panen Padi Cempo Merah PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Suharno   
Rabu, 30 Oktober 2013 09:46

Pakem- Kelompok Tani Rukun Pakem bersama BPTP Yogyakarta, Dinas Pertanian DIY da Dinas Pertanian Kabupaten Sleman Rabu (30/10) melakukan Temu Lapang dan Panen padi merah di Dusun Padasan, Pakembinangun, Pakem, Sleman. Padi merah ini oleh masyarakat setempat sering menyebutnya dengan nama Cempo Merah walaupun secara resmi jenis tanaman padi ini belum dilepas.

Selepas panen padi, para peserta panen dikenalkan berbagai jenis tanaman padi hitam dan merah yang terletak disekitar lokasi panen. Peserta panen berkeliling lahan untuk mengamati dan menilai display keragaan jenis padi lokal kerjasama Badan Litbang Pertanian melalui BPTP Yogyakarta dan Balai Besar  Biogen dengan FAO.

Hasil panen ubinan Cempo Merah mencapai mencapai 5,2 ton per hektar. Respon dari peserta Temu Lapang yang paling disukai dari berberapa jenis padi padi merah yaitu padi Cempo Merah dilihat dari tinggi tanaman, jumlah anakan, malai  serta rasanya.

Dalam pembukaan temu lapang dan panen, Kepala BPTP Yogyakarta yang diwakili oleh Heni Purwaningsih menyampaikan bahwa “beras merah salah satu pangan fungsional dan memiliki kandungan serat yang tinggi dan sangat bagus dikonsumsi bagi penderita diabet”. Manfaat lainnya yang dirasakan oleh Sapto Rini dari Dinas Pertanian DIY, saat Haemoglobin menurun dapat ditingkatkan dengan mengkonsumsi nasi dari beras merah.

LAST_UPDATED2
 
Peneliti BPTP Yogyakarta Meraih Juara Harapan Harteknas Ke 18 Pemkab Sleman PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Kusnoto, S.Sos   
Selasa, 29 Oktober 2013 14:27

Seminar Harteknas ke 18 Kabupaten Sleman dengan Tema “Membangun Sistem Inovasi Daerah (SIDa) Untuk Peningkatan Daya Saing & Kesejahteraan Masyarakat” diselenggarakan pada hari Senin 28 Oktober 2013 bertempat di Ruang Pertemuan Bappeda Kabupaten Sleman. Pertemuan seminar dibuka oleh Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo  didampingi oleh Kepala Bappeda Kabupaten Sleman. Peserta seminar  sebanyak 140 peserta, terdiri dari  Dinas terkait lingkup Pemerintah Kabupaten Sleman, Perguruan Tinggi, BPTP Yogyakarta , Mahasiswa, Kelompok tani dan masyarakat umum. Narasumber pembicara berasal Kementerian Ristek, BPPT Jakarta, Tim SIDa Fakultas Pertanian UGM dan Anggota DPRD Kabupaten Sleman.

Dalam acara tersebut dianugrahkan pemenang Lomba Karya Ilmiah tingkat Kabupaten Sleman, yang diikuti oleh 62 peserta setelah diseleksi oleh panitia lomba, lolos 12 nominator dan terpilih 6 juara. Dari 6 juara tersebut ada salah satu peneliti dari BPTP Yogyakarta, mendapat juara harapan III (ke 6) adalah Nugroho Siswanto, STP dengan judul kajian “ Teknologi Kemasan Salak Pondoh Dalam Rangka Mendukung Ekspor Buah Unggulan Kabupaten Sleman”. Dalam sambutannya Kepala Bappeda Kabupaten Sleman menyatakan bahwa  Lomba karya ilmiah memperingati Harteknasini merupakan momentum penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui karya ilmiah.

Dalam membangun Sistem Inovasi Daerah (SIDa) yang dipaparkan adalah 1)Membangun SIDa untuk peningkatan daya saing & kesejahteraan Masyarakat, oleh Asdep Jaringan Iptek Pusat & Daerah Kemenristek, 2) Sukses story SIDa oleh Direktur Pengkajian Kebijakan Peneingkatan Daya Saing BPPT, 3) Road Map SIDa Kabupaten Sleman 2014-2019, oleh Dr. Ir. Lestari Rahayu, MP Fakultas Pertanian UGM dan 4) Pembahas SIDa Kabupaten Sleman, oleh Ir. M. Gunung Sutopo, Anggota DPRD Kabupaten Sleman.   Pengembangan sistem SIDa  sangat penting untuk membangun jejaring Pemerintah Daerah Tingkat Kabupaten/Kota agar dalam perencanaan pembangunan dapat meningkatkan daya saing dan kesejahteraan masyarakat melalui pola masterplan pembangunan daerah yang tersusun berdasarkan rumusan-rumusan yang sudah ditetapkan. Untuk Kabupaten Sleman SIDa  baru akan dilaksanakan tahun 2014 dengan pendekatan yang sudah diarahkan dalam pembangunan sektor pertanian dengan komoditas padi, salak pondoh, kambing PE dan budidaya bambu. Budidaya bambu ini merupakan tupoksi dari Dinas Perkebunan dan Kehutanan untuk mendukung sektor kerajinan tangan dari home industri di Kabupaten Sleman. Seminar ditutup oleh Kepala Bappeda Kabupaten Sleman, diharapkan SIDa Kabupaten Sleman ini dapat terealisasi dan terkoordinasikan dilingkup dinas dan UPTD Kabupaten Sleman.

LAST_UPDATED2
 
Evaluasi Litkajibangrap Badan Litbang Pertanian Tahun 2010-2013 PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Sinung Rustijarno, S.Pi. M. Si   
Minggu, 27 Oktober 2013 08:33

Evaluasi Penelitian, Pengkajian, Pembangunan dan Penerapan (Litkajibangrap) inovasi dan diseminasi teknologi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian tahun 2010-2013 telah dilaksanakan pada tanggal 24-26 Oktober 2013 bertempat di BPTP Yogyakarta. Evaluasi diikuti oleh Tim Evaluator yang terdiri atas Profesor Riset yaitu Profesor Dr. Bambang Prastowo dan Prof Dr. Abdullah M. Bamualim serta Kabid Program dan Evaluasi  Balai Besar Padi Dr Yuliantoro Baliadi, sedangkan peserta evaluasi terdiri atas Satker BPTP Yogyakarta, BPTP Jawa Tengah dan Balingtan Pati.

Pembukaan oleh Kepala BPTP Yogyakarta diwakili oleh Kasi KSPP dilanjutkan pemaparan dan arahan dari FKPR oleh Prof. Dr. A.M. Bamualim. Paparan yang disampaikan meliputi tujuan pelaksanaan evaluasi Litkajibangrap yaitu : 1) Mengevaluasi output yang dihasilkan selama periode Renstra 2010 – Sept 2013 dan 2) Mendeteksi sejauh mana status logistik masing-masing output. Tim yang ditugaskan melakukan ecvaluasi berdasarkan SK Kepala Badan Litbang Pertanian No. 331/Kpts/OT.160/I.1/10/2013 tanggal 16 Oktober 2013, Tim beranggotakan 38 orang, terdiri dari : Profesor Riset, Peneliti Senior dan Kepala Bidang Program dan Evaluasi lingkup Badan Litbang Pertanian yang ditugaskan mengevaluasi Uk/UPT Lingkup Badan Litbang Pertanian. Tugas tim adalah 1) Melakukan evaluasi hasil kegiatan litkajibangrap tahun 2010 -  2012 dan pelaksanaan kegiatan litkajibangrap tahun 2013; 2) Melakukan penjaringan umpan balik/ permasalahan dalam mekanisme litkajibangrap di Balit/BPTP/Lolit; 3) Melakukan penyusunan sintesis arah kebijakan dan mekanisme kerja litkajibangrap ke depan.

Metode evaluasi untuk UPT yang dikunjungi 1) Presentasi dan tanya jawab; 2) Cek dokumen dan logistik masing-masing status; 3) Kunjungan lapang ke KP/UPBS dan untuk UPT yang tidak dikunjungi dengan cara desk study dari kuesioner. Peserta evaluasi selanjutnya melengkapi form isian yang telah ditentukan dan menyusun resume hasil Litkajibangrap UPT tahun 2010-2013 yang terdiri atas : 1) Program/kegiatan dan pembiayaan, 2) Capaian umum/Indikator Kinerja Utama (IKU), 3) Output unggulan, 4) Perkiraan/analisis outcome dan dampak dan 5) Kendala dan kunci sukses, selanjutnya hasil evaluasi dirangkum oleh tim evaluator sebagai bahan laporan kelompok yang akan dikompilasi dengan hasil evaluasi dari UK/UPT lainnya sebagai hasil evaluasi litkajibangrap lingkup Badan Litbang Pertanian. (sinroest)

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com