Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
UPBS BP2TP
banner2
e-Produk
Tikus
Pengenalan Ayam KUB
KRPL

Galeri Foto

Berita
Indigofera Sebagai Pakan Ternak PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Jumat, 22 November 2013 06:00

Pakan merupakan salah satu input produksi yang sangat menentukan keberhasilan usaha peternakan karena secara langsung mempengaruhi produktivitas dan efisiensi. Pada ternak ruminansia, hijauan pakan masih merupakan komponen utama dalam sistem pakan dan merupakan sumber pakan yang relatif murah disebagian besar agro-ekositem di Indonesia.

Hijauan pakan di daerah tropis seperti  Indonesia cenderung memiliki kualitas nutrisi yang lebih rendah dibandingkan dengan hijauan di daerah beriklim sedang, karena proporsi serat yang tinggi, kandungan protein yang rendah serta potensi defisiensi beberapa unsur mineral. Disamping itu, ketersediaannya cukup berfluktuasi, terutama akibat pengaruh curah hujan.Kuantitas dan kualitas hijauan pakan akan menurun selama musim kemarau dan menyebabkan produksi ternak dapat menurun secara drastis. Ketersediaan tanaman pakan yang memiliki kualitas nutrisi tinggi dan mampu tumbuh sepanjang tahun diharapkan dapat mengatasi fluktuasi tersebut.

Penelitian tentang potensi Indigofera spp. Sebagai salah satu jenis hijauan pakan ternak, khususnya ternak ruminansia telah dilakukan cukup intensif oleh berbagai institusi dan telah dipublikasi diberbagai jurnal  ilmiah maupun publikasi lainnya.  Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa Indigofera spp. memiliki potensi yang tinggi sebagai sumber pakan berkualitas tinggi dengan adaptasi yang baik terhadap kekeringan. Oleh karena itu, tumbuhan ini merupakan alternatif sumber pakan yang menjanjikan untuk mendukung pengembangan ternak ruminansia di berbagai agroekosistem. Tersebarnya hasil-hasil penelitian pada berbagai publikasi dengan aspek penelitian yang beragam menyebabkan informasi tentang Indigofera spp. terkait perannya dalam pertanian secara umum sulit untuk digunakan sebagai rujukan dalam rekomendasi pemanfaatannya secara optimal.

 

Sumber: Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan

LAST_UPDATED2
 
Kunjungan Mahasiswa UGM ke BPTP Yogyakarta PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Kusnoto, S.Sos   
Kamis, 21 November 2013 11:23

Dalam rangka kegiatan praktikum diseminasi Mahasiswa Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Fakultas Pertanian UGM berkunjung ke BPTP Yogyakarta pada hari Selasa 19 November 2013 . Kunjungan praktikum diseminasi ini merupakan tahap kedua dengan jumlah mahasiswa  sebanyak 40 orang, dipimpin oleh Asisten Dosen Ambarwati. Dalam sambutan pengantarnya menyatakan bahwa mahasiswa Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian perlu menambah dan pengetahuan terkait wawasan sistem diseminasi yang telah dilakukan BPTP Yogyakarta, khususnya  tentang diseminasi inovasi teknologi  pertanian spesifik lokasi di Provinsi D.I. Yogyakarta.

Dalam penerimaan kunjungan praktikum  tersebut BPTP Yogyakarta diwakili Sinung Rustijarno, S.Pi. MSi. selaku Kasi KSPP menyatakan bahwa BPTP Yogyakarta merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian  Pertanian di wilayah Provinsi D.I. Yogyakarta, dibawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Sesuai visi   dan misi BPTP Yogyakarta berperan sebagai penyedia dan penyebar teknologi pertanian spesifik lokasi untuk mendukung program pembangunan pertanian di Provinsi DIY. Peran diseminasi BPTP Yogyakarta sangat strategis untuk menyebarkan inovasi teknologi spesifik lokasi  kepada stakeholders  dan pengguna lainnya yang membutuhkan.

Setelah penjelasan fungsi dan tugas BPTP Yogyakarta dipaparkan, selanjutnya diadakan diskusi dengan peserta praktikum , pertanyaan dari mahasiswa terkait kendala prestasi dan keberhasilan sistem diseminasi inovasi teknologi spesifik lokasi , selanjutnya para mahasiswa melakukan kunjungan ke Laboratorium Diseminasi, Kantor UPBS, Pergudangan dan Prosessing benih, Perbenihan krisan dan Perbenihan bawang merah yang dilaksanakan oleh BPTP Yogyakarta. Selanjutnya rombongan berpamitan untuk kembali ke Kampus UGM Yogyakarta, sebagai tambahan bekal yang lengkap tentang BPTP Yogyakarta sebagai institusi penyedia inovasi dan diseminasi teknologi spesifik lokasi.

LAST_UPDATED2
 
Seminar Bulanan Forum Komunikasi Ilmiah BPTP Yogyakarta PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Dwi Titaningsih, A. Md   
Rabu, 20 November 2013 07:40

Seminar bulanan sebagai wahana forum komunikasi ilmiah BPTP Yogyakarta diselenggarakan pada hari Senin, 18 November 2013 bertempat di aula BPTP Yogyakarta diikuti oleh seluruh karyawan karyawati BPTP Yogyakarta.

Pemaparan materi disampaikan oleh Ir. Mulyadi MP dan moderator seminar Ir. Sugeng Widodo, MP dengan judul makalah Pemodelan Sistem Peningkatan Produksi Beras di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Melalui Analisis Dinamika Sistem dalam rangka pelaksanaan kegiatan Model Akselerasi Pembangunan Pertanian Ramah Lingkungan Lestari (M-AP2RL2). Dalam paparannya narasumber menyampaikan bahwa  output yang diharapkan dalam kegiatan  M-AP2RL2 yaitu 1) Produksi beras yang memadai 2) Konsumsi pangan terpenuhi 3) Surplus beras tercapai.

Untuk mencapai target tersebut, kegiatan ini tidak bisa dikerjakan secara parsial, tetapi harus bekerja sama dengan stakeholders  terkait. Oleh sebab itu forum komunikasi ilmiah ini sangat penting sebagai salah satu wahana untuk memberikan masukan demi tercapainya target M-AP2RL2.

Kepala BPTP Yogyakarta menyampaikan bahwa output M-AP2RL2 produksi dan pasokan (supply) beras aman untuk wilayah DIY, untuk itu perlu dianalisis kondisi existing terlebih dahulu, selanjutnya dilakukan simulasi-simulasi variabel yang berpengaruh terhadap ketahanan dan keamanan pangan (beras). Pembahas dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM Murtiningrum S.TP. M. Eng mengatakan agar input  data atribut lebih detail dalam melakukan pemodelan dan perlu verifikasi dan validasi dari  stakeholder sehingga mampu menyajikan abstraksi kondisi yang riel. Acara diakhiri dengan diskusi terkait dengan  tampilan simulasi dan hasil kajian tersebut.

LAST_UPDATED2
 
Kunjungan Kepala Badan Litbang Pertanian Ke BPTP Yogyakarta PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Kusnoto, S.Sos   
Senin, 18 November 2013 10:31

Kunjungan kerja Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Haryono ke BPTP Yogyakarta dilaksana pada hari Minggu (17 November 2013)  didampingi oleh Kepala BBP2TP Dr. Agung Hendriadi dan Kepala Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA). Sambutan pengantarnya Kepala BPTP Yogyakarta Dr. Sudarmaji menyatakan bahwa kemajuan yang dicapai BPTP Yogyakarta menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan dengan berbagai capaian sesuai target  manajemen Balai. Kondisi internal  sangat kondusif, guyub dan bersemangat dalam penyelesaian tugas-tugas sesuai dengan tupoksi yang diembannya, serta didukung oleh staf pendukung dan non teknis lainnya. Hubungan eksternal dengan stakeholders cukup harmonis dengan adanya permintaan pelatihan dan pendampingan ke BPTP Yogyakarta.

Kepala BBP2TP Dr. Agung Hendriadi menyampaikan bahwa BPTP Yogyakarta kemajuan yang dicapai sangat baik dan UPBS yang dilaunching merupakan UPBS “high profile” dan  percontohan untuk BPTP lainnya di Indonesia. Kepala Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian Ir. Gayatri Karyawati Rana, MSc. mengatakan bahwa untuk meningkatkan kualitas KTI para peneliti lingkup Badan Litbang Pertanian menyediakan jurnal terakreditasi dan bantuan biaya jurnal internasional bagi para peneliti yang akan mempublikasikan. Apresiasi kepada BPTP Yogyakarta yang mempunyai tenaga fungsional pustakawan sebanyak  4 (empat) orang,  BPTP lainnya paling ada satu  orang bahkan ada yang tidak memiliki  pustakawan.

Dalam peninjauan keliling ke masing-masing ruangan kerja mulai dari kelji Budidaya, kelji Pasca Panen, kelji Sumberdaya dan kelji Sosek Pertanian,  Kepala Badan sangat memperhatikan kondisi ruang kerja dimasing-masing kelji, beliau berjanji akan memfasilitasi pembangunan gedung untuk para peneliti dan penyuluh BPTP Yogyakarta.  Kunjungan dilanjutkan ke Laboratorium Diseminasi dan kantor UPBS sekaligus menandatangani prasasti peresmian ruang UPBS BPTP Yogyakarta. Selanjutnya beliau meninjau gudang  persediaan, prosesing benih padi, perbenihan  krisan dan  perbenihan bawang merah.

Pengarahan ke seluruh pegawai BPTP Yogyakarta Kepala Badan menyatakan bahwa keberhasilan yang telah dicapai perlu dipertahankan dan ditingkatkan.  Kondisi spesifik Yogyakarta perlu mendapat perhatian khusus dalam pengembangan teknologi adaptif spesifik lokasi terkait kunjungan wisatawan  dan kepadatan penduduk sehingga  penelitian kemandirian pangan dan teknologi pangan lokal  perlu dikembangkan. Untuk pengembangan perbenihan UPBS perlu mengindentifikasi kebutuhan benih di sekitar wilayah Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur agar terpadu dan sinergis dalam pengembangan perbenihan khususnya padi, jagung dan kedelai (triangle connectivity), dalam  mempertahankan ketersedian pangan secara mandiri dan swasembada pangan berkelanjutan.

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com