Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Jenis informasi apa yang anda diperlukan melalui web site BPTP Yogyakarta:
 
UPBS BP2TP
e-Produk
banner2
banner1
Pengenalan Ayam KUB
KRPL
Tikus
Sinta

Download

Berita
Inovasi Teknologi Berbasis Pangan Lokal di Stand BPTP PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Sinung Rustijarno, S. Pi. M. Si   
Jumat, 06 September 2013 10:48

Hari Pangan Sedunia (HPS) ke XXXIII Tahun 2013 Tingkat DIY diselenggarakan di Kompleks Gedung Mandhala Bhakti Wanitatama Yogyakarta tanggal 5-7 September 2013 dengan tema “Pameran Produk Pangan Nusantara (Pangan Lokal) Dalam Rangka Memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) ke XXXIII Tahun 2013”.

Pembukaan pameran diawali sambutan Ketua Panitia Plh. Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian (BKPP) DIY yang menyampaikan event ini sangat penting karena pangan adalah komoditas yang strategis, mengingat pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya menjadi hak azasi dalam rangka mewujudkan sumberdaya manusia yang berkualitas dan perlunya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang, Aman dan Halal (B2SAH).

Penyelenggaraan Pameran HPS ke XXXIII Tahun 2013 bertujuan sebagai upaya sosialisasi kepada masyarakat tentang pola pangan yang Beragam, Bergizi,  Seimbang, Aman dan Halal (B2SAH) dan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi,  Seimbang, Aman dan Halal (B2SAH) melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan.  Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi : 1) Puncak acara, pada tanggal 5 September 2013, 2) Lomba cipta menu Beragam, Bergizi,  Seimbang, Aman dan Halal (B2SAH) dengan peserta ibu-ibu PKK, 3) Lomba cipta menu kudapan berbahan dasar tepung (tepng pisang dan tepung ubi ungu) diikuti Dharma Wanita lingkup DIY, 4) Lomba mewarnai gambar pangan lokal dengan peserta anak-anak TK, 5) Pameran dan bazaar, dengan peserta Instansi/lembaga/UKM/kelompok usaha pengolah pangan lokal/kelompok wanita tani se-DIY dan 7) Seminar Nasional bekerjasama dengan PERHEPI Komda DIY dan Yayasan Hari Ibu KOWANI dengan peserta para penyuluh pertanian, anggota PERHEPI Perhimpunan Ekonomi Pertanian), instansi tingkat provinsi/kabupaten.

Pameran HPS XXXIII tahun 2013 tingkat DIY dibuka oleh Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam IX.  Beberapa hal yang disampaikan pada pembukaan yaitu pentingnya ketahanan pangan, akses terhadap pangan, ketersediaan pangan yang cukup dengan harga terjangkau dan diutamakan berasal dari pangan setempat/lokal dan penganekaragaman konsumsi pangan.

Peninjauan stand dilaksanakan oleh Wagub DIY didampingi Plh. Kepala BKPP DIY, Kepala BPTP Yogyakarta beserta tamu undangan lain. Pameran diikuti oleh 46 stand terdiri atas stand instansi/lembaga, UKM, KTNA, Perguruan Tinggi, asosiasi, dan perusahaan swasta. Dalam peninjauannya Wagub DIY cukup lama meninjau stand BPTP dan sangat terkesan dengan materi dan produk pangan lokal yang ditampilkan diantaranya bubur instan beras hitam sebagai bahan pangan fungsional, selain itu ditampilkan pula olahan tepung sukun, tepung mocaf (modified cassava flour), tepung garut, tepung ganyong, emping garut, kacang rendah lemak dan aneka olahan susu kambing PE (susu instan, dodol susu, permen karamel, kerupuk susu). Hasil olahan pasca panen primer menampilkan produk siap saji muffin beras hitam, muffin sukun, brownies kukus Safira, stik ubi ungu dan ubi madu.

Diskusi yang dilakukan berlangsung dengan hangat terkait inovasi tenologi yang dikembangkan dalam rangka mendukung diversifikasi produk olahan pangan lokal di wilayah DIY.

LAST_UPDATED2
 
FGD “Menuju Pengelolaan Sumberdaya Air Terpadu di DAS Kali Pusur Klaten” PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Sinung Rustijarno, S. Pi., M. Si   
Rabu, 04 September 2013 15:45

Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dilaksanakan dalam rangka menyampaikan hasil pengkajian dan mendapatkan umpan balik dari pelaksanaan kegiatan kerjasama CIRAD-BPTP Yogyakarta berjudul “Menuju Pengelolaan Sumberdaya Air Terpadu di DAS Kali Pusur Klaten” yang telah dimulai sejak tahun 2012. FGD dilaksanakan di Aula Pertemuan RM Mayar Klaten pada hari Rabu, 4 September 2013 diikuti oleh 30 peserta terdiri atas instansi terkait, petani kooperator, NGO dan swasta diantaranya Diperta klaten, Dinas Pengairan Klaten, Petani kooperator pengkajian di Sudimoro dan Ceper Klaten, LPTP (Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan) Klaten, FGP3A Kali Pusur Klaten dll. Acara dibuka oleh Kasi Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian BPTP Yogyakarta mewakili Kepala BPTP yang menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai wahana koordinasi dan komunikasi antar stakeholders pengguna air di DAS Kali Pusur Klaten.

Materi yang disampaikan meliputi 1) Overview Penelitian Kerjasama Pengelolaan Sumberdaya Air di DAS Kali Pusur (Dr. Haris Syahbudin/Balitklimat Bogor), 2) Pengembangan Akses Pasar Untuk Produksi Jagung di DAS Pusur (Ir. Sugeng Widodo, MP/BPTP Yogyakarta), 3) Implementasi Teknologi Introduksi Teknologi Konservasi Tanah dan Air (Ir. Mulyadi, MSP/BPTP Yogyakarta) dan 4) Pemodelan Hidrologi DAS Pusur (Dr. Hendri Sosiawan/Balitklimat Bogor).

Peserta mengikuti paparan secara antusias dan berpartisipasi aktif dalam diskusi. Diskusi terkait karakteristik ketersediaan air di DAS Pusur yang berkisar 0,06m3/dtk pada MK dan 11,03 m3/dtk pada MH. Studi mikro DAS Gumuk Boyolali meliputi kajian erosi tanah dan kajian aliran permukaan air tanah serta aspek hidrologi di lahan berlereng. Neraca Air DAS Kali Pusur di bagian Hulu mencapai 10,7 m3 tahun 2012 dengan CH rata2 2539 mm/th tetapi air yang masuk ke sungai hanya sekitar 2% dan berkontribusi 9% sebagai mata air di DAS Pusur, lainnya mengalami penguapan atau menjadi aliran air permukaan. Ketersediaan air di mata air tergantung pasokan air hujan dan konservasi di area hulu dan sekitarnya, apabila dilakukan konservasi secara benar di DAS Hulu Kali Pusur maka ketersediaan air bisa mencapai 3m3 atau 3000 L/dtk atau 3 kali lipat kondisi yang ada sekarang.

Tanggapan positif disampaikan dari LPTP yang mengundang CIRAD dan BPTP untuk sharing informasi dan mensinkronkan aktivitas bersama terkait pelaksanaan kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat dalam aspek konservasi dan pemanfaatan sumberdaya air di Klaten.

Pengkajian komoditas jagung dalam rangka efisiensi penggunaan air irigasi terkait aspek budidaya (pengenalan VUB Jagung Badan Litbang, pemupukan), penanganan HPT, pasca panen (penurunan kadar aflatoxin) dan perbaikan jaringan pemasaran. Produksi jagung cukup baik berkisar 11 t/ha, mendekati potensi produktivitas hasil dengan inovasi varietas Bima 3, 4, 5 dan 7 serta STJ 01, sebagai pembanding adalah varietas Pioneer dan DK 85. Serangan bulai dapat ditekan menjadi 5% dengan penggunaan double seed treatment dan kadar aflatoxin berkisar 0-50% masih dalam batas ambang yang dipersyaratkan penampung hasil. Harga jagung juga mengalami perbaikan mencapai Rp 3.150/kg dengan tingkat keuntungan mencapai Rp 2,6-4,5 juta/patok (2000 m2) dengan nilai finansial yang diukur dari rasio B/C 1,55-2,04 lebih tinggi atau meningkat 25-30% dibanding dengan usaha budidaya padi.

Implementasi inovasi teknologi konservasi di mikro DAS bagian hulu Kali Pusur mencakup kajian neraca sumberdaya air, model pertanian konservasi di lahan berlereng, mengurangi run off dan meningkatkan suplai cadangan air di bagian hulu Kali Pusur. Umpan balik dari peserta terkait transfer informasi hasil pengkajian dalam rangka merubah ketrampilan dan perilaku petani agar mampu memanfaatkan hasil kajian ilmiah yang dikombinasikan dengan kearifan lokal untuk mencapai tujuan konservasi menuju kaidah pengelolaan budidaya pertanian yang lestari.

LAST_UPDATED2
 
Seminar Tengah Tahun BPTP Yogyakarta Tahun 2013 PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Dwi Titaningsih, A. Md   
Selasa, 03 September 2013 11:50

BPTP Yogyakarta hari Selasa (3/9/2013) menyelenggarakan  Seminar Tengah Tahun pelaksanaan kegiatan Pengkajian/Diseminasi TA 2013.

Seminar ini dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab para peneliti, penyuluh tentang pelaksanaan pengkajian dalam rangka mendukung sarana komunikasi antar peneliti, penyuluh terkait dengan inovasi teknologi dalam kerangka pembangunan pertanian di  DIY.

Materi seminar yang disampaikan sebanyak 37 judul kegiatan dibahas oleh tim Monev BPTP Yogyakarta. Kegiatan ini  diikuti oleh peneliti dan penyuluh, petugas belajar dan fungsional lain BPTP Yogyakarta sebanyak kurang lebih 80 orang, dan dibuka oleh Kepala BPTP Yogyakarta.

Dalam sambutannya Kepala BPTP Yogyakarta, Dr. Sudarmaji menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan evaluasi kegiatan yang sudah dilakukan  dan merupakan agenda rutin sesuai SOP untuk meningkatkan kadar ilmiah dan intlektualitas tenaga funngsional dilingkup Balai dan diminta dapat melakukan progres dimasing-masing kegiatan sehingga kedepan dapat meningkatkan kualitas pangkajian. Selain itu sebagai wujud pelaksanaan SPI untuk menjamin terlaksananya kinerja, kehandalan dan akuntabilitas satker dalam rangka transparansi anggaran dan kegiatan.

LAST_UPDATED2
 
Talas Safira Berpotensi Dikembangkan di Gunungkidul PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Dra. Tarfuah   
Senin, 02 September 2013 13:49

Talas satoimo adalah talas yang paling digemari oleh masyarakat Jepang, ternyata tidak asing lagi bagi masyarakat Gunungkidul, khususnya di Kecamatan Nglipar. Talas Safira atau talas jahe masyarakat Nglipar biasa menyebutnya, ternyata cukup banyak ditemukan di daerah tersebut. Namun masyarakat belum membudidayakan dan  memanfaatkannya dengan baik.

Awal keberadaan Talas Safira adalah pada masa pendudukan Jepang di Indonesia. Dengan tujuan ketahanan pangan Jepang membawa Talas Safira ke Indonesia yang dikenal dengan nama Satoimo, kemudian seiring dengan perkembangannya oleh masyarakat Nglipar, Gunung Kidul Talas Satoimo dikenal dengan nama Talas Safira.

Talas ini sangat berbeda dengan talas yang lainnya yang ada di wilayah kita selama ini. Di beberapa daerah wilayah Indonesia budidaya Talas Safira hasilnya menggembirakan, Seperti di Bantaeng usaha budidaya Talas Safira telah berhasil dengan baik. Sejak tahun 2003 Konsorsium Satoimo Indonesia-Jepang bekerjasama dengan KADIN Indonesia, telah mulai melakukan Pengembangan Budidaya Satoimo di Indonesia. Hingga akhirnya pada 16 Februari 2006 sampai saat ini Satoimo dari Indonesia telah diekspor ke Jepang.

Melihat potensi pasar yang menjanjikan, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta melakukan pendampingan terhadap Kelompok Tani Sri Rejeki, dan Kelompok Wanita Tani Sari Bumi, Dusun Ngrandu, Desa Katongan, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul. Masyarakat wilayah tersebut belum tahu tata cara budidaya yang baik seperti tentang jarak tanam dan  pengolahan pasca panen masih sangat sederhana.

Kegaitan awali dengan pertemuan untuk memanfaatkan tepung berbasis pangan lokal di Daerah Istimewa Yogyakarta. Selanjutnya  diadakan demplot tanaman talas, setiap kepala keluarga diwajibkan minimal menanam 50 pohon Talas Safira.

Masyarakat menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut, mereka sudah mulai menanam Talas Safira dan hasil tanaman petani sebelumnya hanya di rebus kemudian diolah dengan sentuhan inovasi teknologi olahan, sehingga dihasilkan produk olahan yang lebih baik dan memberikan nilai tambah yaitu kue brownis.

LAST_UPDATED2
 
Uji Multi Lokasi Padi Galur-Galur Harapan Fungsional DIY PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Kusnoto, S.Sos   
Jumat, 30 Agustus 2013 09:55

Kegiatan kerjasama antara Konsorsium Penelitian Padi Nasional dengan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Sukamandi dan BPTP Yogyakarta dilaksanakan di Dusun Jayen, Desa Kebon Agung, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Sebagai penanggungjawab Kegiatan: Dr. Sudarmaji, MP, dan penanggungjawab Lapangan: Sutardi, SP.MSi, Waktu tanam MT I periode (Maret-Juli), penyemaian benih  27 Maret 2013, dan  ditanam: 9 April 2013, Tanggal panen: 29Juni-02 Juli 2013 dan 9 Juli 2013, Luas Plot netto : 4 x 5 m (15 baris x 19 baris). Adapun UML  Galur tersebut terdiri dari : 1. Fe7, 2. Fe27, 3. IR83663-20-3-, 4. IR78581-12-3-2-2, 5. PKBC-179-169-88-36, 6. S/PKC-179-169-88-36, 7. B10970C-MR-4-2-1-1-1-Si-3-2-4-2-1-PN-4, 8. B5640H-MR-1-PN-1, 9. BH39D-MR-11-1-1-6, 10. Bio197-D3, 11. Bio197-D5, 12. AGH+BMH, 13. BP9454F-17-3-5-B, 14. BP9494C-1-1-2-3, 15. INPARI 5 MERAWU dan 16. Aek Sibundong Ulangan Ujimulti Lokasi Galur-galur tersebut dilakukan dengan 3 ulangan.

Hasil dari uji multi lokasi tersebut pada fase vegetatife dengan tanggal pengamatan 17 Mei 2013 kisaran tegak dan berserakan, pada fase Germination kisaran normal, pada fase Tilering kisaran normal, pada fase Stem Elongation kisaran normal, ada fase Heading kisaran normal, pada fase masak susu kisaran normal, pada fase masak fisiologis kisaran normal, pada fase mature grain kisaran normal, pada fase Generatif dengan  parameter umur berbunga 50% kisaran  ulangan 1-3 antara 15,98-28,22%,  Jumlah Malai 1m kisaran  ulangan 1-3 antara 155,2-244,8 Bobot 1000 Butir 14% kisaran ulangan 1-3 15,98-28,22, Tinggi Tanaman Saat Panen kisaran ulangan 1-3 98,5-132,6 cm, Gabah Isi/Malai kisaran ulangan 1-3 57,34-110,75, Gabah Hampa/Malai kisaran ulangan 1-3 16,5270.46, Produksi/Plot Kadar Air 14% (3,75x4.75m) kisaran ulangan 1-3 6,13-10.91, Jumlah Gabah/Malai kisaran ulangan 1-3 57,02-84,29, Presentasi Gabah Isi/Malai kisaran ulangan 1-3 17,82-46,20, Persentase Gabah Hampa/Malai kisaran ulangan 1-3 7.06-69.00, Hasil Gabah (Kg/Ha) Kadar Air 14% kisaran ulangan 1-3  3439,58-6124,63Kadar Air Saat Panen kisaran ulangan 1-3 14,90-29.30,  Kerebahan (%) kisaran ulangan 1-3  0-75 dan Ketahanan/Toleransi terhadap Hama, Penyakit dan Cekaman Lingkungan Sub Optimal kisaran ulangan 1-3  0-50.

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com