Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
UPBS BP2TP
banner2
e-Produk
Tikus
Pengenalan Ayam KUB
KRPL

Galeri Foto

Berita
Pendampingan M-KRPL Kabupaten Bantul PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Rahima Kaliky- Sri Budhi Lestari   
Kamis, 13 Maret 2014 08:08

Desa Wirokerten merupakan salah satu desa lokasi Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) di Kabupaten Bantul. Berdasarkan hasil evaluasi keragaan KRPL tahun 2013, KRPL di Desa Wirokerten masuk dalam kategori kuning (perlu akselerasi). Untuk meningkatkan status kuning ke hijau dan terjaga kelestariannya, maka strategi yang diambil Tim M-KRPL Bantul dalam pendampingan KRPL tahun 2014 adalah dengan memberikan keleluasaan kepada petani untuk menentukan komoditas yang dikehendaki. Strategi ini sekaligus mendukung program one village one product.

Komoditas yang sudah diusahakan dan ingin dikembangkan di Desa Wirokerten adalah tanaman  pisang dan serai/sereh. Sesuai keinginan para petani tersebut, maka tim KRPL Bantul bertekad mendampingi petani dalam  hal teknologi budidaya dan penanganan pasca panen pisang dan sereh, hingga memberikan solusi pemasarannya.

Untuk meningkatkan nilai tambah usahatani  pisang dan sereh, tim KRPL pada tanggal 10 Maret telah melakukan pelatihan penangan pasca panen pisang dan sereh kepada Ibu-ibu KWT Sri Rejeki sebagai pelaksana M-KRPL Desa Wirokerten. Materi pelatihan meliputi pengolahan criping pisang aneka rasa, pengolahan minuman sereh instan, teh sereh dan minuman sereh plus jahe instan.

Kegiatan pelatihan juga dihadiri oleh Bapak Rojiman selaku pengurus Gapoktan Desa Wirokerten dan para penyuluh Kecamatan Banguntapan Bantul. Kepada para penyuluh pertanian lapangan diharapkan dapat meneruskan inovasi teknologi tersebut kepada petani lain di wilayah binaan masing-masing.

Melihat hasil pelatihan berupa produk criping pisang aneka rasa, minuman jahe instan dan jahe plus sereh instan, pengurus Gapoktan menyambut gembira dan mendorong ibu-ibu KWT yang berkeinginan mengelola usaha criping pisang aneka rasa dan minuman instan berbahan baku sereh untuk mengajukan kredit usaha kepada Gapoktan. Respons pengurus Gapoktan disambut gembira oleh ibu-ibu KWT peserta pelatihan yang berkeinginan kuat untuk melakukan agribisnis produk olahan. Selamat berbisnis untuk ibu-ibu KWT Sri Rejeki.

LAST_UPDATED2
 
Sosialisasi Katam Terpadu MT II di Yogyakarta PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Fibrianty Nawa Candra   
Senin, 10 Maret 2014 09:25

Sosialisasi Kalender Tanam Musim Tanam II (MT II) tahun 2014 telah dilaksanakan oleh BPTP Yogyakarta pada tanggal 27 Februari 2014. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan bersama-sama dalam rangkaian kegiatan Workshop Rekomendasi Teknologi PTT dan Kalender Tanam Padi, Jagung dan Kedelai di D.I. Yogyakarta. Peserta Sosialisasi Katam Terpadu MT II ini berasal dari Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten, BMKG DIY, Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) D.I. Yogyakarta, Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Kabupaten Bantul, KP4K Kab. Kulon Progo, Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP)  kab. Gunungkidul, Penyuluh dari 64 BPP tingkat kecamatan di seluruh DIY, dan perwakilan petani di DIY.

Sosialisasi dilakukan dengan narasumber dari Dinas Pertanian D.I. Yogyakarta yang menyampaikan  tentang “Kebijakan Program Pengembangan Padi, Jagung dan Kedelai di DIY, BMKG DIY  yang menyampaikan Prakiraan Musim Kemarau 2014, serta BPTP Yogyakarta yang menyampaikan materi Kalender Tanam MT II 2014.


Pada acara tersebut dilakukan penyerahan papan informasi Katam Terpadu secara simbolis kepada peserta penyuluh dari BPP Bambanglipuro. Papan informasi Katam Terpadu  diberikan oleh BPTP Yogyakarta kepada seluruh BPP di DI Yogyakarta. Tujuan dari pemberian papan informasi adalah memberi kemudahan kepada BPP untuk memasang informasi Kalender Tanam Terpadu dan diharapkan dapat diletakkan di tempat yang dapat dibaca oleh petugas maupun petani yang berkunjung ke BPP dan dapat disebarluaskan informasinya kepada pengguna lainnya.

LAST_UPDATED2
 
Swasembada Tanaman Pangan melalui Pendampingan SL-PTT PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Suharno   
Selasa, 04 Maret 2014 07:57

Program swasembada pangan yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian ditargetkan tercapai dalam tahun 2014. Hal ini menjadi tantangan bagi jajaran Kementerian Pertanian baik tingkat pusat hingga daerah. Pada tahun 2014 dukungan BPTP Yogyakarta dalam pencapaian swasembada padi, jagung dan kedelai dilakukan melalui  pendampingan SL-PTT. Kegiatan yang dilakukan diantaranya  dengan meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi kegiatan melalui penyelenggarakan Workshop Rekomendasi Teknologi PTT dan Kalender Tanam  MT II/2014 bagi  penyuluh BPP dan penangkar benih yang berasal dari empat kabupaten Gunungkidul, Bantul, Sleman dan Kulon Progo.

Kepala BPTP Yogyakarta dalam sambutan workshop mengungkapkan bahwa Program Swasembada Kementerian Pertanian pada tahun 2014 memasuki tahun terakhir. Hal tersebut perlu adaya upaya maksimal untuk  merealisasikan target-target  swasembada yang telah ditetapkan khususnya tanaman pangan meliputi padi, jagung, dan kedelai di wilayah Yogyakarta. Selain itu, salah satu upaya pemerintah untuk mendorong pencapaian swasembada pangan menindaklanjuti arahan dari Presiden untuk membantu dalam penyediaan benih. Pada kesempatan tersebut Kepala BPTP Yogyakarta juga menyerahkan Papan Informasi Kalender Tanam kepada seluruh BPP di Yogyakarta yang diterima secara simbolis oleh BPP Bambanglipuro Bantul.

Materi workshop yang disajikan meliputi Kebijakan Program Pengembangan Padi, Jagung dan Kedelai di DIY yang disampaikan dari Dinas Pertanian Yogyakarta, sedangkan  Sertifikasi Benih Kedelai untuk menjamin kualitas benih yang beredar di Wilayah Yogyakarta disampaikan dari BPSB Yogyakarta. Dukungan teknologi dari Badan Litbang Pertanian dalam pendampingan SL-PTT melalui penyampaian  materi Peningkatan Produksi Kedelai dan Varietas Unggul Baru serta Produksi Benih Kedelai disampaikan oleh peneliti Balitkabi Malang. Sedangkan dukungan teknologi dari BPTP Yogyakarta dalam pencapaian swasembada tanaman pangan disampaikan materi Kalender Tanam Terpadu MT II/2014 dan ketersediaan benih yang dihasilkan UPBS BPTP Yogyakarta. Permasalahan maupun hambatan dalam pengembangan benih kedelai disampaikan oleh Sumari salah satu penangkar benih kedelai dari Kabupaten Gunungkidul.

LAST_UPDATED2
 
Penyerahan Peta ZAE D.I. Yogyakarta PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Kusnoto, S.Sos   
Senin, 24 Februari 2014 07:15

Kepala BPTP Yogyakarta Dr. Sudarmaji, MP. menyerahkan  Peta Zone Agro Ekologi D.I. Yogyakarta skala 1 : 250.000 yang  rilis oleh Kementerian Pertanian tahun 2013 kepada Kepala Dinas Pertanian DIY. Penyerahan dilakukan saat pelaksanaan Road show (Sosialisasi) Program kerja Dinas Pertanian D.I. Yogyakarta yang di selenggarakan di Kantor BPTP Yogyakarta.

Atlas Zona Agro Ekologi pada dasarnya adalah hasil integrasi antara data dan informasi sumberdaya lahan dengan persyaratan tumbuh tanaman.  Setiap tanaman memerlukan kondisi lingkungan yang spesifik untuk tumbuh baik dan berproduksi tinggi. Data sumberdaya lahan yang berupa bentuk wilayah, iklim, dan tanah dicocokkan dengan syarat tumbuh suatu tanaman, sehingga diperoleh Zona yang sesuai untuk pertumbuhan dan produksi optimal tanaman tersebut. Peta Zae skala 1 : 250.000 ini menyajikan wilayah yang potensial untuk pengembangan pembangunan kawasan pertanian, serta alternatif komoditas pertaniannya. Peta  Zona Agro Ekologi D.I. Yogyakarta skala 1 : 250.000 edisi tahun 2013  merupakan hasil perpaduan dan pemutahirkan (update) peta-peta zona agro ekologi yang pernah dibuat oleh BPTP  secara manual.  Peta ZAE ini diharapkan dapat dijadikan acuan dan arahan dalam kebijakan perencanaan pembangunan pertanian yang sesuai agroekosistem di D.I. Yogyakarta.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah melaksanakan kegiatan penyusunan  peta zone agro ekologi (ZAE) Indonesia skala 1 : 250.000 diseluruh wilayah  Indonesia. Kegiatan ini mencakup: Standarisasi metodologi pemetaan ZAE, Pelatihan pemetaan ZAE, aplikasi metodologi dan perangkat lunak serta supervisi perkembangan kegiatan pemetaan, Sosialisasi hasil analisis kepada para pengguna dan pengambil kebijakkan, dan Kompilasi peta-peta ZAE setiap Provinsi untuk menyusun  Zona Agro Ekologi pada tingkat kawasan dalam satu pulau maupun gabungan beberapa pulau.

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com