Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Pengenalan Ayam KUB
KRPL
Tikus
UPBS BP2TP
banner2
e-Produk

Kalender Kegiatan

Download

Jenis informasi apa yang anda diperlukan melalui web site BPTP Yogyakarta:
 
Berita
Kelompoktani Binaan BPTP Yogyakarta Terima Sertifikat Pengukuhan PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Ir. Rudy Harwono, MP   
Kamis, 06 Februari 2014 08:30

Kelompok tani Sawung Maju yang memilih menekuni budidaya ayam Kampung Unggul Badan Litbang Pertanian (KUB) sebagai komoditas unggulan, secara resmi telah dikukuhkan menjadi kelompok tani pemula. Pengukuhan didasarkan atas hasil penilaian Tim Pelaksana Penilaian Tingkat Desa Jogotirto Kecamatan Berbah Kabupaten Sleman dengan total nilai 248. Sertifikat pengukuhan kelompok tani pemula bernomor 01/JGT/I/2014  tertanggal 28 Januari 2014, diserahkan oleh PPL Peternakan, Galuh Endah SW, kepada ketua Kelompok tani Sawung Maju, Sunglen Yassir,  pada acara pertemuan rutin kelompok tani Sawung Maju bertempat di Dusun Karongan Desa Jogotirto Kecamatan Berbah Sleman (Senin, 3 Februari 2014).

Camat Berbah, Dra Tina Hastani MM, yang berkenan hadir pada penyerahan sertifikat tersebut menyampaikan terima kasih kepada BPTP Yogyakarta yang sejak tahun 2013 telah melakukan pendampingan teknologi budidaya ayam KUB, sehingga kelompok tani Sawung Maju dapat mengadopsi teknologi tepat guna dan mampu mengembangkan ayam KUB sebagai komoditas unggulan di Desa Jogotirto. Keberadaan ayam KUB diharapkan dapat menyamai keberhasilan masyarakat setempat dalam membudidayakan Jambu Dalhari, sehingga dapat menjadi percontohan bagi kelompok tani lainnya serta dapat menjadi salah satu alternatif bagi pengentasan kemiskinan.

Pengembangan ayam KUB di Desa Jogotirto merupakan bagian dari kegiatan Model Pengembangan Pertanian Pedesaan Melalui Inovasi (MP3MI).  Penanggung jawab kegiatan MP3MI BPTP Yogyakarta, Ir. Budi Setyono, MP., menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kerja keras pengurus dan anggota kelompok tani Sawung Maju, sehingga dalam waktu sepuluh bulan telah dapat dikukuhkan menjadi kelompok tani Pemula. Di masa mendatang kerjasama dan kerja keras kelompok tani diharapkan terus dilanjutkan agar kelas kelompoktani dapat ditingkatkan. Selama ini kelompok tani Sawung Maju telah menunjukkan kesungguhannya untuk mencapai kemandirian, antara lain dengan memperlihatkan kemampuan swadaya berupa  perluasan kandang, pengadaan mesin tetas, kegotong-royongan penanggulangan penyakit, dan rintisan koperasi penyediaan sarana produksi.

LAST_UPDATED2
 
Tembakau Yogyakarta PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Senin, 03 Februari 2014 13:20

Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan penghasil tembakau kedua terbesar setelah Jawa Timur dengan areal rata-rata seluas 55.000 ha dan produksi rata-rata sebesar 40.040 ton per tahun; atau sebesar 23,5% dan 21,47% dari total areal dan produksi nasional. Sebagian besar dari produksi tembakau di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah tembakau rajangan voor oogst (panen musim kemarau).

Tembakau rajangan VO dari daerah di Jawa Tengah dan DIY, selain Temanggung, umumnya digunakan sebagai bahan pengisi dan ditanam di lahan tegal. Terjadinya perubahan selera perokok ke sigaret yang ringan dalam racikan memerlukan komposisi tembakau filler mutu baik lebih banyak, yang mengakibatkan berpindahnya penanaman tembakau dari lahan tegal. Untuk memenuhi mutu tersebut, tembakau harus diusahakan pada lahan berpengairan teknis.

Adanya pergeseran penanaman dari lahan tegal ke lahan sawah menyebabkan terjadinya pergeseran jenis varietas yang ditanam. Pada tahun 1994, Pabrik Rokok Gudang Garam mengintroduksi tembakau rajangan Bligon ke Kabupaten Sleman. Pada awalnya tembakau tersebut kurang diminati petani karena penampilan fenotipa yang sangat beragam dan rendahnya produksi yang dihasilkan.

Pada tahun 1995-1997 Balittas bekerja sama dengan PR Gudang Garam memurnikan populasi kultivar-kultivar tembakau yang sesuai untuk lahan sawah di Sleman dan mengevaluasi daya hasil dan mutu galur-galur yang diperoleh. Dari sejumlah galur yang dievaluasi, diperoleh galur yang sesuai untuk dikembangkan di Sleman dengan mutu yang sesuai untuk PR Gudang Garam yaitu galur Bligon dengan potensi produksi 1,2-1,4 ton rajangan kering/ha dan kadar nikotin 2-3%. Pada tahun 2006 galur tersebut diputihkan/dilepas dengan nama Bligon 1 berdasarkan SK Mentan No: 127/Kpts/SR.120/2/2007.

Saat ini varietas Bligon 1 tidak hanya ditanam di Kabupaten Sleman, tetapi berkembang sampai ke Kabupaten Magelang, Muntilan, dan Prambanan, dengan luas areal penanaman mencapai 3.000 ha. Produktivitas Bligon 1 di tingkat petani berkisar antara 1-1,2 ton rajangan kering/ha. Dengan harga rajangan kering per kg berkisar antara Rp25.000,00-Rp40.000,00, maka pendapatan petani mencapai Rp33.000.000,00/ha.

Karateristik Bligon 1

Bentuk daun : Lonjong
Ujung daun   : Meruncing
Tepi daun     : Rata
Permukaan daun : Rata
Phylotaxi       : 2/5, putar ke kiri
Indeks daun  : 0,55
Produksi       : 1,2-1,4 ton rajangan kering/ha.
Indeks mutu : 84,35
Kadar nikotin : 2-3

 

Sumber : Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

LAST_UPDATED2
 
BPTP Yogyakarta Peringkat I Dalam Penilaian Kinerja Pengelolaan Keuangan PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Rabu, 29 Januari 2014 15:22

BPTP Yogyakarta pada hari Rabu (29/1) menerima penghargaan dari Kantor Pelayanan Perbendaraan Negara Yogyakarta sebagai peringkat pertama dalam rangka Penilaian Kinerja Pengelolaan Keuangan Satuan Kerja Tahun 2013. Penghargaan diberikan kepada SATKER yang berprestasi dari jumlah keseluruhan di wilayah Yogyakarta sejumlah 384 satuan kerja.

Penghargaan diserahkan oleh Kepala KPPN Yogyakarta dan diterima  oleh Kasubag Tata Usaha BPTP Yogyakarta bertempat  di Ruang Rapat Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Yogyakarta. Penghargaan ini diberikan berdasarkan penilaian kinerja pengelolaan keuangan satuan kerja dalam wilayah pembayaran KPPN Yogyakarta Tahun 2013 dengan kreteria Frekuensi dan kualitas laporan, Tingkat daya serap DIPA, Jumlah retur SP2D serta Jumlah perbaikan data transaksi SP2D dan setoran.

Target realisasi anggaran Direktorat Perbendaraan Negara secara nasional sebesar 90%, sedangkan di wilayah Yogyakarta realisasi mencapai 88,11%. Sedangkan realisasi  triwulan pertama minimal 15%, Triwulan II 40%, Triwulan III 60% dan triwulan IV 90%.

LAST_UPDATED2
 
Petani Tak Perlu Khawatir Berkurangnya Tenaga Tanam Padi PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Suharno   
Rabu, 29 Januari 2014 07:07

Saat ini jumlah tenaga tanam padi di berbagai wilayah mengalami penurunan, terlebih lagi daerah-daerah yang berdekatan dengan kawasan industri. Kertebatasan tenaga tanam dibeberapa lokasi mengakibatkan waktu tanam padi mengalami penundaan, karena harus menunggu antrian dari tenaga tanam yang terbatas.  Adanya alat tranplanter padi, kedepan petani tidak perlu khawatir akan berkurangnya tenaga tanam akibat tumbuhnya sektor industri.

Kemajuan teknologi menyebabkan sebagian petani menanam padi dengan menggunakan transplanter padi karena lebih cepat. Luas lahan sawah berukuran 2.500 m2 tanpa pematang  ditanami padi dapat selesai  1-1,5 jam. Bila dibandingkan cara tanam manual yang dilakukan tenaga orang dengan luas lahan yang sama selesai 4-6 jam dengan jumlah tenaga tanam sebanyak 5-6 orang.

Tanam padi menggunakan alat transplanter pekerjaan petani lebih ringan dan tidak repot mengurusi bibit, karena petani hanya menyediakan lahan yang sudah siap untuk tanami. Sedangkan penyiapan bibit mulai perendaman, penyemaian, perawatan sampai dengan tanam bibit dilakukan oleh penyedia jasa tanam transplanter.

Biaya tanam kedua cara tersebut hampir sama besar berkisar Rp 380  ribu untuk luasan lahan ¼ Ha. Namun jika tanam manual menggunakan bibit yang diperoleh dengan cara membeli biayanya lebih tinggi kurang lebih 50-100 ribu rupiah.

Tranplanter padi yang beredar saat ini masih terbatas beberapa jenis.  Badan Litbang Pertanian telah merancang tranplanter padi jajar legowo 2:1 yang diberi nama Indo Jarwo Transplanter 2:1. Indo Jarwo dengan jarak antar baris  20x40 cm, sedangkan jarak tanaman dalam satu barisan dapat disesuaikan yaitu 10x13x15 cm.

LAST_UPDATED2
 
Peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Dra. Tarfuah   
Senin, 27 Januari 2014 11:06

Majelis Taklim Miftahunnajah Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta hari Jum’at (24/1) menyelenggarakan peringatan  Maulid Nabi Muhammad S.A.W. bertempat di aula BPTP Yogyakarta yang diikuti karyawan dan karyawati. Dalam sambutannya Kepala Balai  Dr. Sudarmaji mengatakan agar selamat di dunia dan akherat, harus berpedoman pada dua hal yaitu Al-Qur’an dan Al-hadist dan senantiasa mencontoh Nabi Muhammad S.A.W., beliau seorang nabi yang berakhlak mulia, yang kuswatun khasanah yaitu contoh yang baik, maka kita sebagai pegawai di BPTP Yogyakarta ini harus bekerja keras, ikhlas, cerdas dan tuntas.

Dalam perayaan maulid nabi tersebut, sebagai penceramah Ustad Ir. H. Chalid Mahmud, MT. anggota DPD RI Wilayah Yogyakarta. Dalam taujiyahnya beliau menjelaskan kandungan Al-Qur’an di surat Al-Baqoroh ayat 145 – 147 dan surat Al-An’am ayat 20. Kedua surat dalam ayat  tersebut menerangkan tentang kenabian dan kehidupan Rosulullah Muhammad S.A.W. dari masa kecil dan dalam perjalanan hidup semasa syiar agama islam di Makkah hingga akhirnya hijrah ke Madinah. Bahwa tentang kenabian Rosulullah Muhammad S.A.W.  sebelum lahir sudah dijelaskan di Al-Kitab para nabi nabi terdahulu, orang Yahudi sudah mengetahui dengan jelas mengenai hal tersebut, maka meragukan akan kebenaran ajaran Allah dan yang disampaikan oleh Rosulullah Muhammad S.A.W.

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com