Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
banner2
e-Produk
Tikus
Pengenalan Ayam KUB
KRPL
UPBS BP2TP

Galeri Foto

Berita
Bappeda Sleman Apresiasi Advokasi Hasil Pengkajian BPTP Yogyakarta PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Kusnoto, S.Sos   
Jumat, 21 Maret 2014 08:48

Kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Hasil & Rencana Pengkajian & Diseminasi BPTP Yogyakarta di Kabupaten Sleman dilaksanakan di Gedung Pertemuan Bappeda Sleman  pada hari Rabu (19/3/2014) dihadiri oleh 30 orang peserta, terdiri dari Bappeda Kabupaten Sleman, Dinas Pertanian, BP3K, KTNA, Kelompoktani, dan peneliti BPTP Yogyakarta. Acara tersebut dibuka oleh Drs. Muh. Aji Wibowo, Msi. Kabid Ekonomi Bappeda Kabupaten Sleman mewakili Kepala Bappeda Kabupaten Sleman, dalam Sambutannya mengatakan apresiasi atas kegiatan advokasi ini  BPTP Yogyakarta telah banyak memberikan informasi hasil-hasil pengkajian dan diseminasi inovasi teknologi spesifik lokasi Kabupaten Sleman untuk bahan pengambilan kebijakan pembangunan pertanian dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Sleman. Dari BPTP Yogyakarta diwakili oleh Kasi KSPP Sinung Rustijarno, SPi. M.Si, pada kesempatan tersebut sekaligus menyerahkan buku hasil pengkajian & diseminasi 2013 dan publikasi media cetak kepada Bappeda Kabupaten Sleman, dan Bappeda Kabupaten Sleman menyerahkan buku Road Map Penguatan Sistem Inovasi Daerah (Sida) Kabupaten Sleman kepada BPTP Yogyakarta.

Sinung Rustijarno, SPi. MSi. memaparkan Hasil dan Rencana Pengkajian dan Diseminasi BPTP Yogyakarta T.A.2014 menerangkan Kebijakan Pembangunan Pertanian Nasional, Program  tugas utama Badan Litbang Pertanian, tugas  BPTP Yogyakarta, Penggunaan inonasi teknologi, Hasil Pelaksanaan Program dan Rencana Kegiatan BPTP (2013/2014). Hasil kegiatan yang disampaikan meliputi Pendampingan SL-PTT Padi meliputi   Display VUB Padi di Kab.Sleman, penerapan teknologi pengendalian tikus sawah, Pendampingan SL-PTT Jagung, Pendampingan SL-PTT Kedelai, Sosialisasi dan Verifikasi Sistem Informasi Kalender Tanam(Katam) Terpadu, UPBS BPTP Yogyakarta, Produksi Benih Sumber Varietas Unggul Baru Krisan, Produksi Benih Sumber Kedelai,Implementasi Model Kawasan Rumah Pangan Lestari(M-KRPL),MP3MI Berbasis Ayam KUB, Pengelolaan Sumberdaya Genetik Spesifik Lokasi DIY, dan Pengkajian Teknologi Pasca Panen Komoditas Unggulan Mendukung Peningkatan Nilai Tambah dan Daya Saing Produk Pertanian.

Dalam diskusi dan umpan balik dari peserta banyak masukan informasi yang ditujukan kepada BPTP Yogyakarta dalam pelaksanaan pengkajian 2013/2014 antara lain: (1) Budidaya padi lokal spesifik lokasi masih banyak diminati oleh petani, tetapi tidak menyampingkan pengenalan VUB padi baru seperti Inpari, Inpago dan Inpara, (2) Tanaman umbi-umbian  perlu dikembangkan untuk diversifikasi pangan, (3) Pranata mangsa dari petani perlu dimodifikasi dalam kegiatan Katam, (4) Budidaya krisan di sekitar Pakem perlu dikaji ulang untuk menilai tingkat kelayakan secara ekonomi dan keberlanjutannya, (5) Pengendalian tikus di wilayah Sleman  bagian barat perlu lebih ditingkatkan, dan (6) Kajian Pasca panen dari BPTP Yogyakarta perlu pengkajian ditingkatkan kepada kelompok tani yang ada di Kabupaten Sleman.  Peneliti dari BPTP Yogyakarta turut berpartisipasi aktif dalam diskusi diantaranya Fibrianty, SP. M.Si dari Kelji Sumberdaya menambah informasi tentang aplikasi katam, Arlyna B. Pustika, SP. MP dari Kelji Budidaya  tentang pengendalian tikus, Ir. Hano Hanafi, MSi dari Kelji Sosek Pertanian dan Retno Utami Hatmi,ST dari Kelji Pasca Panen menyampaikan tentang teknologi pengolahan pasca panen.

LAST_UPDATED2
 
Dahlan Iskan Ajari Cara Berantas Tikus PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Kamis, 20 Maret 2014 09:51

GROBOGAN (KRjogja.com)Menteri BUMN Dahlan Iskan minta kepada petani di Grobogan meningkatkan produksi padi dan palawija. Pasalnya, Grobogan merupakan salah satu daerah penyangga pangan Jateng dan nasional. Salah satunya dengan cara mencegah dan memberatas hama tikus dan penggunaan pupuk berimbang.

“Tidak sedikit petani gagal panen karena diserang hama tikus. Untuk itu saya minta agar petani di Grobogan giat memberantas hama tersebut. Bisa dengan cara gropyokan, atau mengompos dengan asap belerang,” katanya ketika melakukan pencanangan pengendalian hama tikus menghadapi musim tanam kedua (MT-II) di Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh, Grobogan, Rabu (19/03/2014).

Didampingi Dr Sudarmadji, pakar hama tikus dari UGM, Dirut PT Petrokimia Gresik Hidayat Nyakman dan Dirut PT Pupuk Indonesia Arifin, Dahlan Iskan mengatakan, pengendalian hama tikus harus dilakukan secara terus menerus. Jika dilakukan dengan cara gropyokan, paling tidak harus dilakukan empat kali dalam seminggu. “Jika pengendaliannya dengan cara dipasang pagar plastik, maka plastik tersebut harus diberi pintu atau lubang, dan kemudian dipasang wuwuh atau perangkap yang terbuat dari kawat. Sehingga tikus bisa tertangkap masuk dalam wuwuh tersebut,” sarannya.

Selain itu, petani juga harus bias melakukan pemupukan berimbang. Yaitu 5-3-2. Artinya setiap hektar tanaman padi memerlukan 500 kilogram pupuk organik, 300 kilogram pupuk phonska dan 200 kilogram pupuk urea. Dalam kesempatan itu, Dahlan sempat mengundang beberapa petani naik ke atas panggung diajak dialog tentang cara pemupukan dan pengendalian hama yang benar. Yang bias menjawab benar, Dahlan member hadiah uang Rp 5000 ribu.

Sebelumnya, Bupati Bambang Pudjiono menjelaskan, bahwa produksi padi daerahnya setiap tahun tidak kurang dari 630.000 ton atau 6 persen terhadap produksi Jateng. Begitu juga produksi jagung tiap tahun sekitar 576.000 ton atau 20 persen terhadap total produksi Jateng, kedelai 65.755 ton atau 49,7 persen terhadap produksi Jateng, kacang hijau sekitar 26.000 ton atau member kontribusi 23,17 persen terhadap Jateng. (Tas)

Sumber: krjogja.com

LAST_UPDATED2
 
Meningkatkan Kinerja BPTP Yogyakarta PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Dwi Titaningsih   
Rabu, 19 Maret 2014 06:58

Tanggal 17 Maret 2014 BPTP Yogyakarta mengadakan Upacara Kesadaran Nasional 17-an di halaman kantor BPTP Yogyakarta. Upacara diikuti oleh segenap karyawan-karyawati BPTP Yogyakarta dan bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Kepala Balai Dr. Sudarmaji. Dalam sambutannya beliau menyampaikan memasuki periode kampanye partai politik yang telah dimulai dua hari yang lalu dalam rangka pemilu legislatif, menjadi kewajiban selaku aparatur negara Pegawai Negeri Sipil tetap netral dan menjaga kompleks perkantoran tetap bersih dari atribut parpol.

Selain itu disampaikan perlu adanya peningkatan dalam pelayanan dan kinerja di BPTP Yogyakarta. Untuk meningkatkan kinerja yang baik masing-masing pegawai harus dapat melakukan introspeksi atau mengukur kinerja diri sendiri demi tercapainya kinerja yang lebih baik ke depannya.

Kepala Balai juga menghimbau dalam rangka menyongsong Bulan Bakti Agro Inovasi Badan Litbang Pertanian yang diagendakan bulan Juli-Agustus 2014 diharapkan masing-masing unit dan pelaksana kegiatan untuk dapat menyiapkan diri dengan baik dan berkontribusi demi suksesnya agenda tersebut. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan SK kenaikan pangkat reguler bagi karyawan-karyawati BPTP Yogyakarta sebanyak 12 orang meliputi Golongan I, II dan III

 
Gunungkidul Kembangkan Agroekowisata PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Suharno   
Senin, 17 Maret 2014 09:10

Luas wilayah Kabupaten Gunungkidul  kurang lebih 46 % dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kondisi ini jika dikaitkan dengan pembangunan berbasis kewilayahan, Kabupaten Gunungkidul merupakan potensi andalan khususnya pada sektor pertanian. Sejak tahun 2012 produksi pangan di DIY  terutama beras, Kabupaten Gunungkidul sudah melampaui Kabupaten Sleman sebagai penghasil beras utama di DIY ungkap Kepala Bappeda Gunungkidul yang disampaikan Kabid Ekonomi Dra. Mahartati, MT saat memberikan sambutan pembukaan Sosialisasi dan Advokasi yang dilaksanakan oleh BPTP Yogyakarta di Bappeda Kabupaten Gunungkidul pada hari Selasa (11/3).

Pelaksanaan Sosialisasi dan Advokasi diawali dengan pemaparan hasil pengkajian dan diseminasi BPTP Yogyakarta yang telah dilaksanakan pada tahun 20132 dan rencana pelaksanaan kegiatan yang akan dilakukan pada tahun 2014. Paparan disampaikan oleh Kepala Seksi Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian sebagai upaya akselerasi koordinasi, sosialisasi serta mendapatkan umpan balik dari pengambil kebijakan di daerah dan SKPD terkait untuk peningkatan pembangunan pertanian khususnya di Gunungkidul.

Pada kesempatan tersebut, pengembangan talas safira (talas satoimo) menjadi perhatian peserta peserta advokasi, karena  tanaman ini memiliki peluang yang baik untuk diekspor ke Jepang dengan nilai jual yang cukup tinggi. Selain itu, ayam KUB mendapat respon cukup baik untuk diketahui lebih dalam dari sisi teknis budidaya dan berpeluang untuk dikembangkan di wilayah Gunungkidul. Dinas Peternakan sangat mendukung pengembangan ayam kampung (buras), tetapi terkendala dalam penyediaan bibit yang berkualitas. Sedang bidang peternakan lainnya terkait dengan dengan pembibitan sapi PO disampaikan bahwa Gunungkidul diprogramkan menjadi pusat pembibitan sapi lokal nasional.  Kedepan untuk mencapai hal tersebut dari dinas terkait mengharapkan Badan Litbang Pertanian melalui  BPTP untuk membantu untuk mewujudkan program tersebut. Pada akhir pertemuan  Kabid Ekonomi Bappeda Gunungkidul menyampaikan sangat mendukung pelaksanaan kegiatan BPTP Yogyakarta di wilayah Gunungkidul serta minta dukungannya untuk  pengembangan kegiatan Agroekowisata di Kabupaten Gunungkidul.

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com