Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Jenis informasi apa yang anda diperlukan melalui web site BPTP Yogyakarta:
 
banner1
Pengenalan Ayam KUB
KRPL
Tikus
Sinta
UPBS BP2TP
e-Produk
banner2

Download

Berita
Panen Padi Cempo Merah PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Suharno   
Rabu, 30 Oktober 2013 09:46

Pakem- Kelompok Tani Rukun Pakem bersama BPTP Yogyakarta, Dinas Pertanian DIY da Dinas Pertanian Kabupaten Sleman Rabu (30/10) melakukan Temu Lapang dan Panen padi merah di Dusun Padasan, Pakembinangun, Pakem, Sleman. Padi merah ini oleh masyarakat setempat sering menyebutnya dengan nama Cempo Merah walaupun secara resmi jenis tanaman padi ini belum dilepas.

Selepas panen padi, para peserta panen dikenalkan berbagai jenis tanaman padi hitam dan merah yang terletak disekitar lokasi panen. Peserta panen berkeliling lahan untuk mengamati dan menilai display keragaan jenis padi lokal kerjasama Badan Litbang Pertanian melalui BPTP Yogyakarta dan Balai Besar  Biogen dengan FAO.

Hasil panen ubinan Cempo Merah mencapai mencapai 5,2 ton per hektar. Respon dari peserta Temu Lapang yang paling disukai dari berberapa jenis padi padi merah yaitu padi Cempo Merah dilihat dari tinggi tanaman, jumlah anakan, malai  serta rasanya.

Dalam pembukaan temu lapang dan panen, Kepala BPTP Yogyakarta yang diwakili oleh Heni Purwaningsih menyampaikan bahwa “beras merah salah satu pangan fungsional dan memiliki kandungan serat yang tinggi dan sangat bagus dikonsumsi bagi penderita diabet”. Manfaat lainnya yang dirasakan oleh Sapto Rini dari Dinas Pertanian DIY, saat Haemoglobin menurun dapat ditingkatkan dengan mengkonsumsi nasi dari beras merah.

LAST_UPDATED2
 
Peneliti BPTP Yogyakarta Meraih Juara Harapan Harteknas Ke 18 Pemkab Sleman PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Kusnoto, S.Sos   
Selasa, 29 Oktober 2013 14:27

Seminar Harteknas ke 18 Kabupaten Sleman dengan Tema “Membangun Sistem Inovasi Daerah (SIDa) Untuk Peningkatan Daya Saing & Kesejahteraan Masyarakat” diselenggarakan pada hari Senin 28 Oktober 2013 bertempat di Ruang Pertemuan Bappeda Kabupaten Sleman. Pertemuan seminar dibuka oleh Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo  didampingi oleh Kepala Bappeda Kabupaten Sleman. Peserta seminar  sebanyak 140 peserta, terdiri dari  Dinas terkait lingkup Pemerintah Kabupaten Sleman, Perguruan Tinggi, BPTP Yogyakarta , Mahasiswa, Kelompok tani dan masyarakat umum. Narasumber pembicara berasal Kementerian Ristek, BPPT Jakarta, Tim SIDa Fakultas Pertanian UGM dan Anggota DPRD Kabupaten Sleman.

Dalam acara tersebut dianugrahkan pemenang Lomba Karya Ilmiah tingkat Kabupaten Sleman, yang diikuti oleh 62 peserta setelah diseleksi oleh panitia lomba, lolos 12 nominator dan terpilih 6 juara. Dari 6 juara tersebut ada salah satu peneliti dari BPTP Yogyakarta, mendapat juara harapan III (ke 6) adalah Nugroho Siswanto, STP dengan judul kajian “ Teknologi Kemasan Salak Pondoh Dalam Rangka Mendukung Ekspor Buah Unggulan Kabupaten Sleman”. Dalam sambutannya Kepala Bappeda Kabupaten Sleman menyatakan bahwa  Lomba karya ilmiah memperingati Harteknasini merupakan momentum penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui karya ilmiah.

Dalam membangun Sistem Inovasi Daerah (SIDa) yang dipaparkan adalah 1)Membangun SIDa untuk peningkatan daya saing & kesejahteraan Masyarakat, oleh Asdep Jaringan Iptek Pusat & Daerah Kemenristek, 2) Sukses story SIDa oleh Direktur Pengkajian Kebijakan Peneingkatan Daya Saing BPPT, 3) Road Map SIDa Kabupaten Sleman 2014-2019, oleh Dr. Ir. Lestari Rahayu, MP Fakultas Pertanian UGM dan 4) Pembahas SIDa Kabupaten Sleman, oleh Ir. M. Gunung Sutopo, Anggota DPRD Kabupaten Sleman.   Pengembangan sistem SIDa  sangat penting untuk membangun jejaring Pemerintah Daerah Tingkat Kabupaten/Kota agar dalam perencanaan pembangunan dapat meningkatkan daya saing dan kesejahteraan masyarakat melalui pola masterplan pembangunan daerah yang tersusun berdasarkan rumusan-rumusan yang sudah ditetapkan. Untuk Kabupaten Sleman SIDa  baru akan dilaksanakan tahun 2014 dengan pendekatan yang sudah diarahkan dalam pembangunan sektor pertanian dengan komoditas padi, salak pondoh, kambing PE dan budidaya bambu. Budidaya bambu ini merupakan tupoksi dari Dinas Perkebunan dan Kehutanan untuk mendukung sektor kerajinan tangan dari home industri di Kabupaten Sleman. Seminar ditutup oleh Kepala Bappeda Kabupaten Sleman, diharapkan SIDa Kabupaten Sleman ini dapat terealisasi dan terkoordinasikan dilingkup dinas dan UPTD Kabupaten Sleman.

LAST_UPDATED2
 
Evaluasi Litkajibangrap Badan Litbang Pertanian Tahun 2010-2013 PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Sinung Rustijarno, S.Pi. M. Si   
Minggu, 27 Oktober 2013 08:33

Evaluasi Penelitian, Pengkajian, Pembangunan dan Penerapan (Litkajibangrap) inovasi dan diseminasi teknologi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian tahun 2010-2013 telah dilaksanakan pada tanggal 24-26 Oktober 2013 bertempat di BPTP Yogyakarta. Evaluasi diikuti oleh Tim Evaluator yang terdiri atas Profesor Riset yaitu Profesor Dr. Bambang Prastowo dan Prof Dr. Abdullah M. Bamualim serta Kabid Program dan Evaluasi  Balai Besar Padi Dr Yuliantoro Baliadi, sedangkan peserta evaluasi terdiri atas Satker BPTP Yogyakarta, BPTP Jawa Tengah dan Balingtan Pati.

Pembukaan oleh Kepala BPTP Yogyakarta diwakili oleh Kasi KSPP dilanjutkan pemaparan dan arahan dari FKPR oleh Prof. Dr. A.M. Bamualim. Paparan yang disampaikan meliputi tujuan pelaksanaan evaluasi Litkajibangrap yaitu : 1) Mengevaluasi output yang dihasilkan selama periode Renstra 2010 – Sept 2013 dan 2) Mendeteksi sejauh mana status logistik masing-masing output. Tim yang ditugaskan melakukan ecvaluasi berdasarkan SK Kepala Badan Litbang Pertanian No. 331/Kpts/OT.160/I.1/10/2013 tanggal 16 Oktober 2013, Tim beranggotakan 38 orang, terdiri dari : Profesor Riset, Peneliti Senior dan Kepala Bidang Program dan Evaluasi lingkup Badan Litbang Pertanian yang ditugaskan mengevaluasi Uk/UPT Lingkup Badan Litbang Pertanian. Tugas tim adalah 1) Melakukan evaluasi hasil kegiatan litkajibangrap tahun 2010 -  2012 dan pelaksanaan kegiatan litkajibangrap tahun 2013; 2) Melakukan penjaringan umpan balik/ permasalahan dalam mekanisme litkajibangrap di Balit/BPTP/Lolit; 3) Melakukan penyusunan sintesis arah kebijakan dan mekanisme kerja litkajibangrap ke depan.

Metode evaluasi untuk UPT yang dikunjungi 1) Presentasi dan tanya jawab; 2) Cek dokumen dan logistik masing-masing status; 3) Kunjungan lapang ke KP/UPBS dan untuk UPT yang tidak dikunjungi dengan cara desk study dari kuesioner. Peserta evaluasi selanjutnya melengkapi form isian yang telah ditentukan dan menyusun resume hasil Litkajibangrap UPT tahun 2010-2013 yang terdiri atas : 1) Program/kegiatan dan pembiayaan, 2) Capaian umum/Indikator Kinerja Utama (IKU), 3) Output unggulan, 4) Perkiraan/analisis outcome dan dampak dan 5) Kendala dan kunci sukses, selanjutnya hasil evaluasi dirangkum oleh tim evaluator sebagai bahan laporan kelompok yang akan dikompilasi dengan hasil evaluasi dari UK/UPT lainnya sebagai hasil evaluasi litkajibangrap lingkup Badan Litbang Pertanian. (sinroest)

LAST_UPDATED2
 
BPTP Yogyakarta Tambah Doktor Baru PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Dra. Tarfuah   
Jumat, 25 Oktober 2013 07:33

Disertasi berjudul Kajian Sistem Penyuluhan Pertanian di Provinsi Maluku telah menghantarkan Ir. Rahima Kaliky, M.Si  menyandang gelar doktor.  Pada hari Rabu tanggal 23 Oktober 2013 melalui ujian sidang terbuka di Auditorium Sekolah Pasca Sarjana (SPS) UGM telah dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan dan berhak menyandang gelar Doktor Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan.

Dr. Rahima Kaliky merupakan doktor ke 2.055 dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta, dan ke-2 untuk Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi. Menurut Dr. Rahima Kaliky selaku penyuluh pertanian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta, untuk memudahkan petani di pedesaan Maluku mengakses inovasi teknologi pertanian melalui kelompok sosialnya, maka sistem penyuluhan existing perlu diperbaiki dengan introduksi inovasi kelembagaan dengan memanfaatkan potensi kelembagaan adat (soa) dan kelembagaan keagamaan (takmir masjid dan majelis jemaat gereja) sebagai bagian dari sub sistem delivery dilevel mikro dalam sistem penyuluhan pertanian di Maluku.

Dr. Rahima Kaliky makin memperkuat Sumberdaya Penyuluh BPTP Yogyakarta dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi Balai Pengkajian, untuk mewujudkan misi dan visi Balai. Selamat dan sukses bagi Dr. Rahima Kaliky Selamat Berkarya dan meningkatkan pengabdian demi kemajuan Nusa dan Bangsa.(Fhu 2013)

LAST_UPDATED2
 
Seminar Forum Komunikasi Ilmiah BPTP Yogyakarta PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Kusnoto, S.Sos   
Selasa, 22 Oktober 2013 15:31

Seminar internal sebagai wahana Forum Komunikasi Ilmiah BPTP Yogyakarta diselenggarakan hari Kamis (17/10) dengan mempresentasikan  dua  makalah dengan judul 1) Kajian Sistem Penyuluhan Pertanian di Provinsi Maluku oleh Dr. Rahima Kaliky, M.Si. dan 2) Peran dan Tantangan Jabatan Fungsional  Dalam Era Reformasi Birokrasi oleh Kusnoto, S.Sos. Peserta seminar sebanyak 40 orang terdiri dari pejabat fungsional peneliti, penyuluh, pustakawan di lingkup BPTP Yogyakarta.  Dalam paparannya Dr. Rahima Kaliky, M.Si. menyampaikan Kajian Sistem Penyuluhan Pertanian di Provinsi Maluku pada prinsipnya merupakan adopsi teknologi dalam penyelenggaraan dan revitalisasi sistem penyuluhan pertanian yang diharapkan lebih maju serta memantau dinamika kualitas penyuluhan yang optimal untuk memberdayakan kelompok tani  dalam pembangunan pertanian di Provinsi Maluku. Diskusi yang berlangsung diantaranya terkait tampilan presentasi dan teknis penyampaian  perlu disesuaikan dengan waktu tersedia. Kepala BPTP Yogyakarta  menyampaikan bahwa yang paling penting dalam orasi ilmiah tingkat doktoral adalah filosofi  harus dapat menyakinkan penguji bahwa hasil penemuan kajian ini merupakan hal baru yang layak dipertahankan di depan tim penguji.

Sedangkan dalam pemaparan kedua Kusnoto, S.Sos. dengan judul Peran dan Tantangan Jabatan Fungsional dalam Era Reformasi Birokrasi bahwa Undang Undang  Nomor 43/ 1999 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok Pokok Kepegawaian.  Pada pasal 17 ayat 1 PNS dapat diangkat dalam jabatan dan pangkat tertentu, sedangkan pasal 17 ayat 2  menyatakan bahwa pengangkatan PNS dalam suatu jabatan dilaksanakan berdasarkan prinsip profesionalisme  sesuai dengan kompetensi, potensi kerja dan jenjang pangkat yang ditetapkan  sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dilingkungan Kementerian Pertanian khususnya lingkup Badan Litbang Pertanian jabatan fungsional yang sudah dikembangkan sebanyak 23 jabatan fungsional. Sistem pola pengembangan jabatan struktural diawalai dari eselon V, naik ke Eselon IV,  Eselon III,  Eselon II dan  Eselon I.  Jabatan fungsional didasarkan pada  angka  kredit yang dipersyaratkan sesuai dengan jenjang kepangkatannya, yang diawali dari jenjang pertama, naik ke jenjang muda,  jenjang madya dan jenjang utama. Dalam diskusi Kepala BPTP Yogyakarta memberi apresiasi kepada pegawai yang mengikuti pelatihan, seminar dan temu teknis untuk menularkan hasil pertemuannya pada seminar bulanan di BPTP Yogyakarta. Prinsipnya pengembangan jabatan fungsional merupakan karier PNS yang dapat dioptimalkan sesuai dengan potensi dan spesialisasinya disiplin ilmu kepada pejabat fungsional untuk mencapai pangkat tertinggi dengan kreasi mandiri, dan menanamkan kebanggaan atas profesi untuk  mewujudkan keberhasilan visi dan misi organisasinya.

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com