Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
KRPL
Tikus
UPBS BP2TP
banner2
e-Produk
Pengenalan Ayam KUB

Kalender Kegiatan

Download

Jenis informasi apa yang anda diperlukan melalui web site BPTP Yogyakarta:
 
Berita
BPTP Yogyakarta Tambah Peneliti dan Penyuluh Baru PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Jumat, 18 Juli 2014 08:32

BPTP Yogyakarta pada tahun 2014 ini mendapat tambahan tiga orang peneliti baru dan satu orang penyuluh pertanian.  Tambahan peneliti dan penyuluh ini akan semakin memperkuat kinerja BPTP Yogyakarta dalam melakukan penelitian dan pengkajian  serta mendiseminasikan hasil kajian kepada stakeholders pada tahun-tahun yang akan datang. Keempat orang peneliti dan penyuluh tersebut sebelum diangkat menjadi fungsional telah aktif pula di berbagai kegiatan penelitian maupun penyuluhan di BPTP Yogyakarta.

Penyerahan Surat Keputusan dilakukan selepas melaksanakan Upacara Hari Kesadaran Nasional Rabu (17/7) disampaikan oleh Dr. Sudarmaji selaku Kepala BPTP Yogyakarta kepada para Peneliti Pertama Utomo Bimo Bekti, SP, Agung Iswadi, S.Si dan Eko Srihartanto. Selain itu, diserahkan pula Surat Keputusaan kenaikan pangkat kepada penyuluh atas nama Ir. Ari Widyastuti dari Pembina Tk. I  ke Pembina Utama.

Dalam Upacara Hari Kesadaran Nasional bulan Juni lalu Kepala BPTP Yogyakarta telah menyerahkan Surat Keputusan Pengangkatan Penyuluh baru kepada Evy Pujiastuti, SP yang sebelumnya non fungsional diangkat menjadi Penyuluh Pertanian Pertama.

LAST_UPDATED2
 
Evaluasi Penerapan Kalender Tanam Terpadu Sebagai Dasar Rekomendasi Teknologi Padi, Jagung dan Kedelai PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Dra. Tarfuah   
Senin, 14 Juli 2014 10:32

Pemerintah Indonesia mencanangkan program swasembada dan swasembada berkelanjutan diantarnaya melalui program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) pada tahun 2014 menargetkan surplus beras 10 juta ton. Sebagai  implementasi langkah strategis, Kementerian Pertanian  melalui Permentan No. 45/2011 telah mengatur tata hubungan kerja dalam rangka mendukung P2BN. Berdasarkan Permentan tersebut beberapa tugas BPTP berkaitan dengan Antisipasi Dampak Perubahan Iklim meliputi : 1) Menyediakan rekomendasi teknologi spesifik lokasi sesuai usulan Dinas Teknis yang membidangi tanaman pangan; 2) Menyediakan kalender dan pola tanam menurut lokasi sentra produksi padi; 3) Menyediakan informasi dan teknologi adaptasi terhadap perubahan iklim.

Pada hari Kamis (10/7), BPTP Yogyakarta melaksanakan kegiatan Workshop “Evaluasi Penerapan Kalender Tanam Terpadu Sebagai Dasar Rekomendasi Teknologi Padi, Jagung dan Kedelai ”, bertempat di Auditorium BPTP Yogyakarta. Workshop diikuti oleh 70 orang peserta dari Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten se-DIY, BKPP DIY, Badan/Kantor Penyuluhan Tingkat Kabupaten (BKP3, BP2KP, KP4K), BMKG, UPTD BPTP Wonocatur, Koordinator Penyuluh seluruh BPP di DIY (56 BPP) serta peneliti dan penyuluh BPTP Yogyakarta.

Dr. Sudarmaji Kepala BPTP Yogyakarta dalam sambutannya mengatakan Kalender tanam (Katam) merupakan salah satu upaya penyampaian inovasi teknologi di bidang pertanian,  3 (tiga) unsur penting  ketugasan sesuai Permentan 45/2011 adalah : 1) Dinas Pertanian selaku dinas teknis yang mempunyai petani,  lahan dan kebijakan untuk produksi dan lain-lain; 2) Badan Penyuluhan selaku pendamping yang mengemban tugas  menyampaikan teknologi dan inovasi teknologi, serta melakukan bimbingan penerapan teknologi dan hal-hal yang terbaik yang harus dilakukan oleh  petani  dalam bidang  pertanian; 3) BPTP sebagai institusi sumber inovasi teknologi spesifik lokasi  bidang pertanian. Tiga unsur tersebut bahu membahu saling bersinergi melaksanakan tugas untuk  mencapai 4 target sukses yang telah ditetapkan Kementerian Pertanian. Beberapa hal terkait pelaksanaan Katam meliputi : 1) BPTP Yogyakarta telah mensodialisasikan Katam Terpadu sejak tahun 2012 ke seluruh BPP di DIY; 2) Bentuk diseminasi melalui website, poster katam, buku katam, aplikasi sms center dan aplikasi android; 3) Pada sosialisasi bulan Februari 2014 telah disampaikan Papan Informasi Katam ke seluruh BPP DIY. Selanjutnya disampaikan bahwa tujuan kegiatan workshop adalah : 1) Mengevaluasi sejauh mana rekomendasi Kalender Tanam Terpadu telah diterapkan dalam pendampingan teknologi PTT Padi, Jagung dan Kedelai dan 2) Mendapatkan umpan balik dari para penyuluh, mengidentifikasi permasalahan dan merumuskan rencana tindak lanjut dalam penyebarluasan rekomendasi Katam Terpadu.

Febrianty, M.Si., selaku koordinator Gugus Tugas Kalender Tanam Terpadu di BPTP Yogyakarta mengatakan bahwa Kalender Tanam Terpadu (Katam) adalah pedoman atau alat bantu yang memberikan informasi spasial dan tabular tentang prediksi musim, awal tanam, pola tanam, luas tanam potensial, wilayah rawan banjir dan kekeringan, potensi serangan OPT, serta rekomendasi dosis dan kebutuhan pupuk, varietas yang sesuai (pada lahan sawah) berdasarkan prediksi variabilitas dan perubahan iklim yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna (petani). Pemaparan materi workshop disampaikan oleh 7 (tujuh) narasumber dalam 2 sesi yaitu Sesi 1 (BMKG dan BKPP DIY) dan Sesi 2 (Dinas Pertanian Kabupaten Sleman, BKP3 Kabupaten Bantul, KP4K Kabupaten Kulon Progo, BP2KP Kabupaten Gunungkidul, Disperindagkoptan Kota Yogyakarta). Pemaparan materi terkait fenomena iklim (El Nino, La Nina, akurasi prediksi iklim, diseminasi informasi iklim), penguatan kelembagaan penyuluh (fasilitasi operasional penyuluh, Posluhdes, RDKK), dan pelaksanaan rekomendasi katam terpadu di 4 kabupaten dan 1 kota di DIY oleh masing-masing koordinator  penyuluh (Fhu, 2014).

LAST_UPDATED2
 
Pelatihan Penyimpanan Benih Padi Lokal PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Suharno   
Minggu, 06 Juli 2014 08:41

Upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani pembudidaya padi lokal, BPTP Yogyakarta dan Balai Besar Biogen berkerjasama dengan FAO menyelenggarakan Pelatihan Penyimpanan Benih Padi Lokal.  Pelaksanaan pelatihan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan pengelolaan, pengembangan dan pemanfaatan plasma nutfah tanaman untuk mendukung ketersediaan pangan berkelanjutan. Dr. Sudarmaji dalam sambutannya menyampaikan bahwa Yogyakarta terpilih menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan kerjasama FAO dengan BB Biogen sebagai leadernya untuk wilayah Indonesia Tengah, provinsi lain sebagai lokasi pelaksanaan kerjasama FAO adalah Provinsi Sumatra Utara (wilayah barat) dan NTT (wilayah timur). Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa karakteristik padi lokal berbeda dengan padi varietas unggul baru, yaitu umurnya panjang dan tidak responsif terhadap pupuk sehingga daya hasil rendah.

Pelatihan berlangsung hari Rabu (2/7) di Hotel Cakra Kembang dengan  materi Teknologi Pasca Panen Padi dan Karakterisasi Mutu Benih dan Mutu Padi Lokal. Materi ketiga dengan judul  Pengemasan Benih Padi dilanjutkan dengan praktek pengemasan padi.  Bahan yang digunakan adalah jerigen, kaleng bekas biskuit, kantong plastik PE dan vacum sealler. Pelatihan  berikutnya dilaksanakan di Dusun Sendowo Lor, Nglipar, Gunungkidul  dengan materi dan praktek diversifikasi pengolahan ganyong, uwi dan sukun.

Sebelum mengakhiri pelatihan dilakukan penyerahan alat penepung beras kepada salah satu peserta pelatihan untuk membantu proses penepungan beras. Dukungan alat diberikan kepada yang bersangkutan karena setiap melakukan penepungan padi hitam/merah dilayani pada urutan terakhir. Penyerahan alat diberikan oleh Hakim Kurniawan, STP, MSi mewakili Kepala BPTP Yogyakarta.

LAST_UPDATED2
 
Seminar Pelatihan Penulisan Buku Ilmiah Populer PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh paul   
Kamis, 03 Juli 2014 09:05

BPTP Yogyakarta secara rutin menyelenggarakan

seminar bulanan yang bertujuan untuk membantu mengembangkan keahlian para pegawai. Seminar kali ini  menyampaikan materi  tentang Penulisan  Buku Ilmiah Populer disampaikan oleh Siti Dewi Indrasari, MPS yang diperoleh pada saat mengikuti workshop yang diselenggarakan oleh Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA ) di Bogor pada  tanggal 18-19 Juni 2014.

Narasumber Materi yang disampaikan adalah materi workshop di Bogor yang disampaikan oleh Bambang Trim . “Seminar ini bertujuan meningkatkan kreativitas dan kapabilitas dalam penulisan artikel ilmiah populer ” kata Sinung Rustijarno kepada para audience . Hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya  untuk meningkatkan kualitas  penyebaran teknologi pertanian melalui buku atau web yang diterbitkan oleh Badan Litbang .

Seminar memaparkan berbagai seluk beluk  tentang penulisan artikel ilmiah populer  dan publikasi dalam bentuk kategorisasi tulisan baik itu nonfiksi, fiksi ataupun aksi.  Melalui informasi yang diberikan melalui seminar ini diharapkan  para calon penulis dapat mulai menulis publikasi yang lebih berkualitas,menarik dan dapat diterima khalayak ramai.

Diharapkan melalui seminar ini dibangkitkan penulis – penulis yang kreatif dan memberi warna penulisan yang berbeda dan menarik khayalak ramai untuk membaca artikel – artikel yang diterbitkan oleh Badan Litbang .

Melalui seminar bulanan ini para penulis juga dimotivasi agar peneliti berapapun usianya dapat menerbitkan buku baik itu ditulis sendiri atau menggunakan ghost writer.

LAST_UPDATED2
 
Surveilance Penerapan ISO 9001:2008 BPTP Yogyakarta PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Suharno   
Selasa, 01 Juli 2014 12:27

Dalam upaya pelaksanaan komitmen dan peninjauan konsistensi terhadap penerapan ISO 9001:2008, pada tanggal 26-27 Juni 2014 BPTP Yogyakarta melaksanakan audit eksternal penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008. Bertindak selaku assessor adalah  Dian Rachma Safitri, auditor  dari PT. Mutu Agung Lestari sebagai perusahaan yang telah memiliki sertifikasi untuk melakukan audit pada lembaga publik yang telah memperoleh sertifikat ISO.

Ruang lingkup audit eksternal ISO 9001:2008 di BPTP Yogyakarta mencakup seluruh jenis layanan termasuk Laboratorium BPTP Yogyakarta yang baru menerima Sertifikat Akreditasi sebagai Laboratorium Penguji dari Komite Akreditasi Nasional sesuai ISO/IEC 17025:2008 (berlaku 30 April 2014-29 April 2018). Audit eksternal meliputi unsur top manajemen, wakil manajemen, tata usaha, program dan kerjasama dan pelayanan pengkajian.Hasil audit eksternal surveilance I pada resertifikasi ISO di tahun 2014 terdapat tiga temuan minor yang perlu ditindaklanjuti dengan tindakan koreksi berupa perbaikan  dan verifikasi dalam jangka  2 bulan dan  6 saran untuk perbaikan dan peningkatan konsistensi organisasi balai. Hasil temuan tersebut disampaikan Dian Rachma Safitri saat pemaparan hasil temuan audit pada saat closing meeting setelah melakukan evaluasi komitmen pelaksanaan kinerja organisasi sesuai standar ISO 9001:2008.

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com