Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Jenis informasi apa yang anda diperlukan melalui web site BPTP Yogyakarta:
 
Tikus
Sinta
UPBS BP2TP
e-Produk
banner2
banner1
Pengenalan Ayam KUB
KRPL

Download

Berita
Menir Kedelai Sebagai Pakan Tambahan Pedet PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Suharno   
Jumat, 11 April 2014 07:12

Menir kedelai merupakan salah satu bahan pakan dengan kandungan nutrisi tinggi yang diperoleh pada saat pemisahan biji kedelai berkualitas baik dan rendah. Bahan pakan ini memiliki kandungan protein 32,8%, serat 9,9 %, lemak 15 %, abu 7,1 %, Ca 0,6 % serta P 0,6 % dan dapat diberikan pada pedet sebagai pakan tambahan.

Pemberian pakan pedet sapi PO (Peranakan Ongole) pada umur 1-3 bulan diperoleh pertambahan bobot badan rata-rata 0,65 kg/hari. Pertambahan bobot badan tersebut diperoleh dengan pemberian menir kedelai sebanyak 0,5 kg/ekor/hari pada saat pedet berumur 1-2 bulan, sedangkan pada umur 2-3 bulan jumlah pakan yang diberikan sebanyak 1,0 kg/ekor/hari.

Namun demikian, biji kedelai mengandung anti nutrisi yang sering disebut anti tripsin yaitu senyawa yang menghambat kecernaan protein. Untuk menghilangkan senyawa tersebut dapat dilakukan dengan cara pemanasan atau perebusan.

Cara pembuatan pakan tambahan dari menir kedelai cukup sederhana dengan cara digiling, setelah menjadi tepung kemudian direbus beberapa saat dan setelah dingin tepung kedelai dapat diberikan mengikuti rekomendasi sesuai umur pedet.

LAST_UPDATED2
 
Teknik Formulasi Ransum Ayam KUB Berbasis Bahan Pakan Lokal PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Rabu, 09 April 2014 07:47

Ayam KUB merupakan ayam hasil penelitian dari Badan Litbang Pertanian dengan keunggulan kemampuan produksi telur 160-180 butir/tahun dan bobot potong 800-900 gram dalam waktu 10 minggu. Dalam hal ini ayam KUB dapat digunakan sebagai sumber bibit parent stock untuk penyediaan DOC ayam kampung potong yang dibutuhkan masyarakat guna memenuhi kebutuhan daging ayam kampung. 

Puslitbang Peternakan sampai dengan tahun 2012 telah mendistribusikan ayam KUB di 26 provinsi dan akan terus dilakukan pada beberapa provinsi lainnya. Tujuan pengembangan ayam KUB adalah sebagai model pembibitan ayam kampung unggul di setiap provinsi untuk memenuhi kebutuhan DOC pada daerah tersebut. 

Tujuh puluh persen dari seluruh biaya pemeliharaan ayam adalah biaya pakan. Selama ini untuk memenuhi kebutuhan pakan peternak masih tergantung pada pakan pabrikan dengan harga dan ketersediaan yang sangat fluktuatif, untuk itu perlu ada suatu teknik untuk menyusun ransum sehingga dapat mengurangi biaya pakan.

Telah banyak teknologi pakan yang dihasilkan oleh peneliti Badan Litbang Pertanian dengan memanfaatkan sumber bahan pakan lokal sebagai bahan baku. Penelitian pemanfaatan limbah pertanian, perkebunan maupun bahan pakan lokal yang harganya murah, jumlah (ketersediaannya) terjamin sepanjang tahun dan memiliki potensi sebagai bahan pakan ternak. 

Buku ini disusun sebagai bahan acuan bagi peternak dalam pemeliharaan ayam kampung dengan pemanfaatan sumber bahan pakan lokal. 

Diharapkan buku ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan Ayam KUB di Indonesia dalam menyumbang kebutuhan protein hewani bagi masyarakat. Kritik dan saran demi perbaikan kami harapkan, dan akhir kata semoga buku ini dapat bermanfaat dalam pelaksanaannya dengan mengacu pada pembangunan pertanian spesifik lokasi.

Sumber: Puslitbang Peternakan

Informasi lebih lengkap Klik Download

LAST_UPDATED2
 
Sinergisme PSDSK di Yogyakarta PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Ir. Ari Widyastuti   
Selasa, 08 April 2014 08:22

Program Swa Sembada Daging Sapi dan Kerbau  atau yang lebih dikenal dengan PSDSK, merupakan salah satu dari 5 Program Utama Kementerian Pertanian yang betujuan untuk mewujudkan ketahanan pangan hewani asal ternak berbasis sumberdaya domestik. Kabid Peternakan Dinas Pertanian DIY mengatakan bahwa pada 2013 target capaian produksi daging tahun 2013 surplus 37%, namun demikian angka capaian untuk populasi dan pengeluaran ternak masih di bawah target. Oleh karena itu  PSDSK tahun 2014 diperlukan koordinasi lebih intensif dan persepsi yang sama antar lembaga/instansi dan stakeholder yang membidangi peternakan dalam meningkatkan produksi dan produktivitas ternak sapi dan kerbau, sehingga tujuan program PSDSK tercapai. Adapun target kinerja tahun 2013 populasi sapi potong sebesar 292.005 ekor, produksi daging  8.000 ton, dan pengeluaran ternak 2.500 ekor untuk tujuan DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Terkait dengan hal tersebut, maka bertempat di BPTP Yogyakarta diselenggarakan pertemuan intsitusi dan pemangku kepentingan  terkait, antara lain Dinas Pertanian, Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Propinsi DIY, Dinas Pertanian/Peternakan  Sleman, Kulonprogo, Gunung Kidul dan Bantul, serta Kepala Puskeswan dan kepala BPP kecamatan Pleret serta Ketua Kelompoktani Ngudi Mulyo. Pertemuan tersebut bertujuan  untuk melakukan sinergi kegiatan pendampingan PSDSK, khususnya dalam menyamakan persepsi tentang konsep  Laboratorium Lapangan(LL)/Sekolah Lapang (SL) dalam Pendampingan PSDSK.

BPTP Yogyakarta selaku institusi penanggung jawab kegiatan pendampingan PSDSK, telah 3 (tiga) tahun melakukan pendampingan di Kelompoktani Ternak Ngudi Mulyo, Desa Wonolelo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul sebagai  Laboratorium Lapangan (LL) pembibitan dan penggemukan sapi potong.  Dengan pendampingan ini diharapkan dapat meningkatkan produksi dan produktivitas ternak sapi potong. Adapun materi pendampingan meliputi komponen teknologi dasar dan komponen teknologi pilihan. Komponen yang dimaksud yaitu pemilihan bibit bakalan (jenis ternak, jenis kelamin, umur, kondisi badan, ukuran tubuh), perkandangan (individu, kelompok), pakan (hijauan, konsentrat, air minum), teknologi pakan murah ,teknologi penanaman rumput unggul dan leguminosa),  integrasi tanaman-ternak dan teknologi pengolahan limbah kandang.  Dr. Suhardono mewakili Kepala Puslitbangnak menyampaikan bahwa teknologi untuk mendukung PSDSK meliputi : teknologi diagnostika, suplemen probiotik untuk ternak , dan pengendalian cacing hati dengan menggunakan musuh alami berupa itik atapun ayam melalui  pola integrasi ternak sapi - itik atau ayam.

Sinergisme kegiatan pendampingan PSDSK perlu terus dilakukan  untuk mencapai tujuan Program Swasembada Daging di DIY, agar Yogyakarta sebagai  satu dari  9 propinsi surplus daging ternak sapi dapat dipertahankan dan jika memungkinkan dapat mendorong dalam mengembalikan citra Indonesia sebagai eksportir ternak sapi di masa lalu.(AW-Yk)

LAST_UPDATED2
 
Cara Sederhana Pengendalian Keong Mas PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Suharno   
Jumat, 04 April 2014 15:58

Keong Mas menjadi salah satu hama tanaman padi dari sederetan hama yang dihadapi petani dalam usaha budidaya padi. Binatang ini menyerang tanaman padi setelah tanam terutama umur bibit yang digunakan masih muda. Jika tidak waspada, tanaman padi tersebut menjadi sasaran Keong Mas terlebih lagi tanaman padi yang tergenang air.

Teknik pengendalian Keong Mas secara sederhana dapat dilakukan secara manual dengan mengambil Keong Mas yang terdapat pada lahan sawah sebelum dan sesudah ditanami padi. Selain itu, pengendalian Keong Mas dapat dilakukan dengan cara mengeringkan petak sawah sesudah ditanami. Untuk mempercepat pengeringan dapat dilakukan dengan membuat saluran air pada sisi kanan dan kiri petakan sawah. Cara ini dapat menghindarkan tanaman padi dari serangan hama Keong Mas.

Alternatif pengendalian lainnya dengan memberikan umpan yang disukai Keong Mas, salah satunya menggunakan daun ataupun buah pepaya. Buah pepaya yang digunakan sebaiknya dalam kondisi mentah atau masih keras selanjutnya dipotong kecil-kecil. Daun dan buah pepaya yang telah dipotong-potong selanjutnya diletakkan pada lokasi yang tergenang air maupun pada selokan pada sore hari. Pengambilan Keong Mas dengan menggunakan serok ikan yang dilakukan pada pagi berikutnya setelah pemberian umpan, Keong Mas akan mengumpul dibalik daun maupun mengelilingi buah pepaya yang diumpankan.

LAST_UPDATED2
 
Pengelolaan UPBS Kedelai BPTP Yogyakarta PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Kusnoto, S.Sos   
Selasa, 01 April 2014 07:33

Pengelolaan UPBS Kedelai BPTP Yogyakarta, berdasarkan referensi Pedoman Umum Produksi dan Distribusi Benih Sumber Kedelai (Kementerian Pertanian, 2013) merupakan tindak lanjut dari terbitnya Surat Tugas Menteri Pertanian Nomor 3361/KP.3401M11/11/2013 Kepada Badan Litbang Pertanian untuk memproduksi benih sumber kedelai dari kelas Benih Penjenis (BS) sampai Benih Pokok (BP).  Badan Litbang Pertanian telah melepas sejumlah varietas unggul baru (VUB) kedelai, tetapi yang dimanfaatkan petani masih terbatas. Keberhasilan penyebaran VUB kedelai tidak lepas dari upaya pengembangan sistem perbenihan. Kelancaran alur distribusi benih, mulai dari benih penjenis, benih dasar, benih pokok sampai benih sebar dengan prinsip enam tepat  (tepat varietas, harga, waktu, lokasi, jumlah dan mutu), sangat menentukan pengembangan dan penggunaan varietas unggul kedelai oleh petani. Target UPBS benih Kedelai BPTP Yogyakarta tahun 2014 FS 7,85 ton dan SS 157,7 ton. Menurut  Sarjiman, SP.MSi selaku Wakil manager UPBS Kedelai BPTP Yogyakarta menyatakan bahwa produktivitas kedelai di wilayah DIY rata-rata 1,5 – 1,8 ton/ha dengan perlakuan budidaya yang baik, sedangkan di Kabupaten Bantul dan Gunungkidul produktivitas mencapai 1,8 – 2.0 ton/ha dengan menerapkan budidaya kedelai dengan baik, jika dengan hanya system budidaya sebar langsung bekas lahan panen padi seperti di Kecamatan Nanggulan Kabupaten Kulon Progo, produktivitasnya hanya 0,5 – 0’7 ton/ha. Dengan budidaya yang baik swasembada produksi kedelai di DIY dapat tercapai.

Produksi Kedelai UPBS BPTP Yogyakarta mengikuti pedoman umum Produksi dan Distribusi Benih Sumber Kedelai dengan  memperhatikan: (1) Benih  BS atau FS dari Balitkabi Malang, (2) UPBS Kedelai BPTP Yogyakarta  menerapkan sistem kerjasama  dengan penakar benih/kelompok tani untuk memproduksi benih dengan sistem biasanya bagi hasil  50 : 50 dengan memberikan saprodi seperti: benih, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja oleh UPBS BPTP Yogyakarta, kuwajiban petani menjaga keamanan lahan dan sertifikasi benih oleh BPSB (3) Distribusi benih dengan cara: a) Untuk disiminasi/pengenalan VUB ke penangkar benih, kelompok tani/petani, b) Komersial untuk setor ke kas negara (PNBP) dan c) Syarat diseminasi untuk pendampingan program SL-PTT Kedelai.  (4) Varietas yang ditanam berdasarkan preferensi petani di wilayah DIY antara lain: umur genjah, berbiji sedang atau besar, warna kuning bersih, produksi tinggi dan tahan terhadap serangan hama dan penyakit kedelai. Dalam upaya mendukung penyediaan benih unggul bermutu, program perbenihan kedelai meliputi optimalisasi pengembangan VUB, produksi dan distribusi benih, pengendalian mutu melalui sertifikasi benih dan optimalisasi fungsi kelembagaan perbenihan kedelai di DIY.

Teknik produksi benih kedelai pada umumnya tanaman diupayakan untuk tumbuh sehat, bebas dari cekaman organisme  pengganggu tumbuhan (OPT), dan mengakomodasi teknologi pascapanen agar benih yang dihasilkan terjamin mutunya. Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dalam produksi benih kedelai adalah: (1) Kegiatan produksi dilakukan di sentra produksi, pada lahan subur dengan sumber pengairan yang memadai, dan tidak dilokasi endemik hama penyakit kedelai, (2) Penanaman dilakukan pada waktu yang tepat. Tanam lebih awal atau terlambat menyebabkan tanaman berpotensi terserang hama dan penyakit. Tanam  pada satu hamparan dapat mengurangi biaya produksi dan menekan serangan hama dan penyakit, (3) Pemeliharaan tanaman dilakukan secara optimal. Penyiangan yang terlambat tidak hanya menghambat pertumbuhan tanaman akibat persaingan dengan gulma, tetapi juga meningkatkan biaya penyiangan. Hama dan penyakit dikendalikan secara terpadu. Pestisida digunakan apabila komponen pengendalian yang lain tidak efektif. Aplikasi pestisida perlu tepat waktu, tepat sasaran, tepat dosis, dan tepat jenis, dan (4) Panen dilakukan pada saat yang tepat. penundaan waktu panen menyebabkan hilangnya sebagian hasil pada saat panen. Penanganan pascapanen dengan tepat waktu penting artinya untuk mendapatkan benih yang bermutu.

 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com