Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
banner2
e-Produk
Proquest
Sinta
banner1

Kalender Kegiatan

NOEVENTS

Download

Berita
Wamentan Kunjungi Desa Hargotirto Binaan SIKIB di Yogyakarta PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Ir. Rudy Harwono, MP   
Senin, 07 Januari 2013 09:24

Desa Hargotirto Kecamatan Kokap Kabupaten Kulonprogo   sejak tahun 2010 menjadi desa binaan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB II),  ditandai dengan lounching Rumah Pintar oleh Ibu ani Yudhoyono 7 November 2010. Saat itu kementerian Pertanian bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup merintis Taman Herbal bagi masyarakat setempat. Pada 2012 dukungan kementerian pertanian terhadap program SIKIB dilanjutkan melalui BPTP Yogyakarta, yaitu dilakukannya pendampingan teknologi, khususnya untuk kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang difokuskan pada penanaman sayuran di pekarangan.

Wakil Menteri Pertanian, Dr. Rusman Heriawan, yang berkunjung ke Desa Hargotirto 5 Januari 2012, menilai bahwa desa ini layak disebut sebagai salah satu desa terintegratif di Indonesia, mengingat telah diterapkannya 5 pilar SIKIB antara lain  Indonesia Peduli, Indonesia Pintar, Indonesia Sehat, Indonesia Kreatif, dan Indonesia Hijau (pembangunan berkelanjutan). Program KRPL sebagai bagian dari pilar Indonesia Hijau, diharapkan dapat dikembangkan secara berkelanjutan oleh masyarakat dan difungsikan untuk memenuhi kebutuhan sayuran untuk konsumsi keluarga maupun tambahan pendapatan. “Kebun Bibit Desa (KBD) berukuran 2,5 m X 4 m ini, memiliki peran penting untuk menjaga keberlanjutan dan ketersediaan bibit sayuran yang dibutuhkan masyarakat, sehingga perlu dikelola dengan baik oleh kelompoktani, bila perlu boleh agak komersial agar mampu mandiri dalam pembiayaan selanjutnya”. Ujar Wamentan dalam kata sambutannya seusai meninjau kondisi tanaman sayuran di pekarangan penduduk, Taman herbal, dan Rumah Produksi Gula Semut. Produksi gula semut ini telah dikemas dengan sangat menarik dan telah dipasarkan di Yogyakarta maupun ke Luar DIY.

Sementara itu koordinator Rumah Pintar, Sumardi, mengungkapkan bahwa keterlibatan BPTP Yogyakarta dalam mendukung program kerja SIKIB antara lain pada kegiatan pendampingan KRPL, dan pengolahan hasil budidaya jamur. Pada kesempatan ini Ibu Violeta Gustilata, selaku perwakilan SIKIB juga menyerahkan bantuan sebesar Rp 25.000.000 kepada KWT Melati desa Hargotirto.

LAST_UPDATED2
 
Kunjungan Studi Banding BP2KP Kabupaten Cilacap PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Kusnoto, S.Sos   
Jumat, 21 Desember 2012 09:55

Kunjungan dan studi banding Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Cilacap ke BPTP Yogyakarta  diikuti oleh 4(empat) orang peserta dilaksanakan pada hari Senen (17/12/2012). Tujuan kunjungan dan studi banding adalah untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan penyuluh dalam pengembangan inovasi teknologi pertanian MKRPL di wilayah Kabupaten Cilacap. Dalam penerimaannya Kasi KsPP BPTP Yogyakarta (Sinung Rustijarno, Spi, MSi)  menyatakan bahwa sesuai dengan visi dan misi BPTP Yogyakarta adalah penyedia teknologi pertanian spesifik lokasi diwilayah D.I. Yogyakarta. Disampaikan sesuai dengan mandat BPTP Yogyakarta diharapkan dapat melakukan pendampingan dan kerjasama dalam penelitian dan pengkajian spesiifk lokasi dengan mitra yang saling membutuhkan untuk pengembangan inovsi teknologi pertanian spesifik lokasi.

Dalam  paparan MKRPL diwilayah DIY (Sarjiman, SP. Msi.) bahwa keberhasilan pengembangan KRPL DIY harus ada sinergi dengan dinas terkait untuk menentukan pemilihan lokasi dan calon petani koorporator. Tahapan pengembangan KRPL dilakukan melalui 6 (enam) tahapan yaitu (1) pembentukan kelompok, (2) identifikasi kebutuhan, (3) penyusunan rencana kegiatan, (4) pelatihan, (5) pembuatan kebun bibit desa dan (6) penataan lingkungan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Selanjutnya pengembangan lokasi KRPL Kabupaten Kulon Progo merupakan MKRPL lahan kering pada 3 (tiga) lokasi yaitu 1) Dusun Pergiwatu Wetan, Desa Srikayangan, Kecamatan Sentolo, 2) Dusun Karangasem, Desa Sidomulyo, Kacamatan Pengasih dan 3) Dusun Trisik, Desa Banaran, Kecamatan Galur. Masing-masing lokasi tersebut telah dikembangkan dan dilengkapi dengan Kebun Bibit Desa (KBD) dengan bangunan rumah bibit.  Kegiatannya yang dilaksanakan meliputi budidaya : vertikultur, konservasi tanaman (sirsak, jambu merah) budidaya dan pengolahan biofarmaka, umbi-umbian, jamur tiram dan pembuatan kolam ikan sistem terpal sebagai penampung air hujan  pada musim penghujan sekaligus untuk cadangan air untuk penyiraman tanaman pada waktu musim kemarau.

 
Wagub DIY Resmikan Sekretariat Bersama Pusat Perbenihan Yogyakarta PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Ir. Rudy Harwono, MP   
Selasa, 18 Desember 2012 09:36

Keinginan masyarakat pertanian untuk memiliki Pusat Perbenihan di Yogyakarta terwujud, dengan diresmikannya gedung “Jogja Benih” pada 12 Desember 2012 oleh Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Paduka Paku Alam IX. Gedung berlantai dua yang juga berfungsi sebagai Sekretariat bersama Pusat Perbenihan Yogyakarta, yang disebut sebagai Jogja Benih, berlokasi di sebelah gedung Balai Pengawasan dan Sertifikasi benih (BPSB) jalan Gondosuli Yogyakarta. Pusat perbenihan ini merupakan lembaga non structural di lingkungan pemerintah D.I. Yogyakarta, yang ditetapkan berdasarkan peraturan Gubernur DIY nomor 58 tahun 2012. Peresmian gedung ini sekaligus menandai berfungsinya pelayanan informasi yang berkaitan dengan berbagai hal menyangkut benih maupun layanan konsultasi bagi masyarakat. Aktivitas Jogja benih dapat diakses melalui internet (www. Jogjabenih.com).

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam IX, menyatakan bahwa adanya Pusat Perbenihan sangat tepat, mengingat Yogyakarta memiliki kekayaan plasma nutfah tanaman pangan maupun hortikultura yang sangat beragam dan potensial untuk dikembangkan. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah penyediaan benih yang sebagian besar masih impor, di sisi lain penggunaan benih berkualitas baik di kalangan petani masih tergolong rendah, padahal benih mempunyai peran penting dalam menentukan kualitas produksi. Keberadaan Jogja Benih yang menyediakan benih-benih unggulan DIY  antara lain ikan Nilasa, kelapa bulat Bojong, Mete Meteor, Cabe merah Branang, serta produk-produk benih yang dihasilkan para produsen di Yogyakarta, diharapkan dapat menggugah kesadaran dan ketertarikan petani untuk menggunakan benih yang berkualitas baik. Di masa mendatang DIY diharapkan untuk dapat menjadi pemasok benih bagi kebutuhan dalam negeri. Wakil Gubernur DIY berkenan pula untuk melakukan pelepasan ekspor perdana bibit jati unggul ke Malaysia.

Pada kesempatan ini Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta, Dr. Sudarmaji,  secara simbolik melakukan penyerahan benih sumber padi untuk lahan sawah dan lahan kering sebanyak 2,5 ton dari Badan Diklat Pertanian kepada para penangkar benih di Yogyakarta. Benih sumber padi yang disumbangkan antara lain Inpari 10 (260 Kg),  Inpari 7 (705 kg), Inpara 5 (200 kg), dan Situ Bagendit (1335 kg).(RH)

 
Temu Lapang KRPL Kabupaten Kulon Progo PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Kusnoto, S.Sos   
Sabtu, 15 Desember 2012 09:45

Kegiatan temu lapang KRPL Kabupaten  Kulon Progo diselenggarakan di KWT Putri Manunggal Dusun Pergiwatu Wetan, Desa Srikayangan, Kecamatan Sentolo Kabupaten Kulon Progo pada hari Kamis (13/12/2012). Peserta Temu Lapang KRPL Kabupaten Kulon Progo terdiri atas dari Kelompok Tani dari Desa Srikayangan, KWT Nanggulan, KWT Lendah, KWT Kokap, KWT Samigaluh, Dinas terkait, Penyuluh BPP Sentolo, BPP Nanggulan, BPP Lendah, BPP Kokap, BPP Samigaluh dan peneliti/penyuluh BPTP Yogyakarta sebanyak 80 peserta. Sebelum acara dimulai, Wakil Bupati Yang diwakili oleh Asisten Bidang Ekonomi Drs. Sumarsono, Msi,  Kepala Dinas terkait, dan Ibu Camat Sentolo melakukan uji rasa dan sarasehan produk olahan KWT Putri Manunggal di stan bazar yang disediakan panitia, sekaligus melakukan panen jamur tiram dan melakukan penanaman perdana tanaman Toga (jahe) di polybak.  Dalam sambutan dan acara pembukaan Temu Lapang tersebut Wakil Bupati Kulon Progo yang diwakili oleh Asisten Bidang Ekonomi (Drs. Sumarsono, Msi) menyampaikan terima kasih  atas pendampingan BPTP Yogyakarta terhadap penerapan inovasi teknologi pemanfaatan lahan pekarangan dalam kegiatan MKRPL Kabupaten Kulon Progo. Diharapkan Kelompok Tani dan KWT di seluruh wilayah Kabupaten Kulon Progo dapat menerapkan dan mengembangkan secara optimal dalam pemanfaatan lahan pekarangan, agar pengeluaran rumah tangga dapat dihemat dan kecukupan gizi  masyarakat meningkat sesuai dengan Pola Harapan Pangan (PPH) Kabupaten Kulon Progo yang ditargetkan sekaligus untuk mengurangi tingkat kemiskinan.

Kepala BPTP Yogyakarta yang diwakili oleh Penanggungjawab kegiatan Sarjiman, SP, MSi. menyatakan bahwa kegiatan MKRPL Kabupaten Kulon Progo ini merupakan sinergi dengan dinas terkait, BPTP Yogyakarta melakukan pendampingan inovasi teknologi secara optimal dan masyarakat disekitar lokasi dapat mengembangkan usahatani sesuai dengan potensi yang diminati oleh anggota KWT Putri Manunggal Desa Srikayangan teknologi spesifik lokasi yang diaplikasikan. Untuk pengembangan pemanfaatan lahan dengan tanaman sayuran, tanaman toga dan konservasi pemanfaatan air hujan yang ditampung di bak terpal untuk budidaya perikanan dan penyiraman tanaman pada musim kemarau. Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo dalam sambutannya menyatakan bahwa KWT Putri Manunggal Srikayangan yang saat ini mewakili Provinsi DIY ke tingkat Nasional di Jakarta, merupakan prestasi yang dapat dibanggakan dan sebagai percontohan pengembangan MKRPL Kabupaten Kulon Progo, MKRPL Desa Srikayangan diharapkan dapat lestari dan sebagai tempat kunjungan studi banding dalam pelaksanaan  MKRPL yang dikelola  baik secara dan berprestasi di wilayah Kabupaten Kulon Progo. Sambutan Camat Sentolo mengharapkan kelompok tani/KWT Putri Manunggal Desa Srikayangan benar-benar komitmen untuk mengembangkan MKRPL ini dengan sungguh-sungguh dan optimal agar manfaat pendampingan BPTP Yogyakarta dalam inovasi teknologi budidaya pemanfaatan lahan pekarangan dapat meningkatkan kesejahteraan dan Pola Pangan Harapan (PPH) keluarga sampai pada angka >90.. Masyarakat setempat harus dapat memanfaatkan waktu produktif untuk meningkatkan pendapatan keluarga melalui pengembangan pemanfaatan lahan pekarangan melalui MKRPL ini secara berkesinambungan dan sebagai percontohan diwilayah Kabupaten Kulon Progo.

LAST_UPDATED2
 
Temu Lapang PTT Jagung di Gunung Kidul PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Ir. Sarjono, M. Si   
Senin, 22 Oktober 2012 07:48

Dalam rangka mendukung pengembangan jagung di Kab. Gunung Kidul, BPTP Yogyakarta menyelenggarakan display VUB Jagung Hidbrida produk Badan Litbang Pertanian, yaitu varetas Bima-2, Bima-3, Bima-4 dan Bima-5 di Kelompok Tani GIRITIRTO  Gunungsari, Ngeposari,  Semanu.  Selanjutnya pada tanggal 18 Oktober 2012 diselenggarakan Temu Lapang.  Tujuan dari temu lapang yaitu penyebarluasan inovasi teknologi PTT Jagung khususnya penggunaan komponen VUB jagung dan mendapatkan umpan balik dan respon petani pemangku kepentingan terhadap VUB jagung Bima-2, Bima-3, Bima-4 dan Bima-5. Selanjutnya diharapkan hasil temu lapang dapat meningkatkan produksi dan produktivitas jagung serta mendukung pengembangan jagung di Kab. Gunung Kidul pada umumnya.

Pelaksanaan display menerapkan prinsip-prinsp PTT jagung, antara lain pendekatan (1) partisipatif, (2) dinamis, (3) spesifik lokasi, (4) keterpaduan dan (5) sinergis antar komponen. Komponen teknologi spesifik yang juga diterapkan meliputi cara tanam (jarak tanam) dan pemupukan. Jarak tanam yang diintroduksi yaitu Legowo plus (100x40x10 cm, 1 biji/lobang) dan cara tanam (70x20 cm, 1 biji/lobang) dan cara tanam (70x30 cm, 2 biji/lobang), sebagai pembanding cara tanam petani (70x30 cm, 2 biji/lobang).

Sedangkan introduksi pemupukan yang diterapkan yaitu menggunakan BWD (urea 325 kg/ha, phonska 450 kg/ha), dimana pembanding pemupukan pola petani (urea 600 - 800 kg/ha, phonska 350 - 500 kg/ha). Respon petani terhadap pelaksanaan display terhadap keragaan bentuk, ukuran,warna benih jagung dan keragaan tanaman keempat VUB jagung yaitu Bima-3  menjadi pilihan terbanyak diikuti Bima-4, Bima-5 dan terakhir Bima-2. Dsamping itu varietas Bima-3 juga menjadi pilihan untuk dikembangankan selanjutnya. Sedangkan berdasarkan produktivitasnya, dapat dlihat pada tabel berkut :

Tabel produktivitas VUB Jagung (ton/ha) pipilan/kering

Cara Tanam

Varietas

Rata2

Bima-2

Bima-3

Bima-4

Bima-5

P1

.95

9.1

10.55

9.28

9.72

P2

11.16

11.95

11.86

12.07

11.76

P3

10.68

12.51

11.82

11.29

11.58

P4

11.02

10.89

12.64

12.76

11.83

Rata2

10.70

11.11

11.72

11.35


Keterangan :

P1

= Legowo plus 100x40x20 cm, 1 biji/lobang, BWD

P2

= Cara tanam 70x20 cm, 1 biji/lobang, BWD

P3

= Cara tanam 70x20 cm, 2 biji/lobang, BWD

P4

= Cara tanam 70x30 cm, 2 biji/lobang

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com