Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
UPBS BP2TP
KRPL
banner2
Tikus
Pengenalan Ayam KUB
e-Produk

Galeri Foto

Analisis Kelayakan Usahatani Bawang Merah, Cabe Merah, Semangka, Melati dan Profil Kelembagaan Lahan Pesisir PDF Cetak E-mail
Oleh Hano Hanafi dkk   
Rabu, 10 November 2010 14:35
Pengkajian dilaksanakan pada tahun anggaran 2005, lokasi pengkajian adalah wilayah pesisir pantai Selatan Kabupaten Bantul. Komoditas yang dikaji di lahan pesisir adalah tanaman hortikultura berbasis bawang merah yang merupakan komoditas andalan petani di wilayah ini. Selain banyak manfaat dan kegunaannya, komoditas bawang merah dan cabe merah merupakan andalan petani yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi. Penelitian dilakukan secara purposif, yaitu survai dan wawancara petani pada lokasi pengkajian pengembangan usahatani bawang merah, cabe merah, semangka dan melati di Dusun Tegalsari/Tegalrejo, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul. Jumlah responden kurang lebih sebanyak 30 petani dari ketiga Kelompok Tani dengan sistem random sampling (Kerlinger, 2000). Tujuan pengkajian adalah: a) Menganalisis kelayakan usahatani komoditas hortikultura (bawang merah, cabe merah dan semangka) baik pada petani kooperator, non kooperator terhadap teknologi yang dikaji serta kendala yang dihadapi petani di wilayah lahan pasir pesisir pantai Selatan Kabupaten Bantul, b) Mengetahui profil kelembagaan dan organisasi prasarana yang ada di tingkat petani serta hubungannya dengan beberapa lembaga terkait dalam mendukung program pembangunan pertanian, c) Mencari model usahatani yang sesuai dengan agroekosistem wilayah, serta upaya alternatif untuk meningkatkan keterpaduan program-program antar lembaga terkait. Salah satu kriteria untuk diterimanya suatu teknologi baru oleh petani adalah kemampuan ekonomi (economic viability) dari teknologi itu. Bila penerimaan bersih dari teknologi yang diuji dalam suatu pengkajian di lahan petani ternyata lebih kecil dari penerimaan bersih yang diperoleh petani pada umumnya, maka teknologi baru tersebut secara ekonomi tidak sesuai dan tidak akan diadopsi oleh petani. Meskipun demikian, kriteria kemampuan ekonomi dari teknologi baru tidak cukup untuk meyakinkan kecocokan teknologi kepada petani kecil. Kriteria lain yang diperlukan adalah kesesuaian secara teknis dan kesesuaian terhadap sumberdaya petani, kondisi sosial dan budaya masyarakat serta sarana infrastruktur yang tersedia. Hasil pengkajian menunjukkan usahatani bawang merah dan cabe merah baik dan layak untuk dikembangkan dan sangat menguntungkan karena analisis usahatani menunjukkan R/C rasio dan B/C rasio >1, sedangkan semangka sekalipun R/C rasio > 1 tetapi B/C rasio <1 kurang menguntungkan. Kelayakan suatu usahatani berkaitan dengan harga jual suatu komoditas yang diusahakan sehingga akan berpengaruh pada pendapatan dan keuntungan petani, dan secara analisis finansial maupun usahatani dapat mengganti besarnya biaya produksi yang diinvestasikan. Ditinjau dari aspek karakteristik petani (sosial, ekonomi dan budaya) pengembangan usahatani di kawasan lahan pesisir pantai Selatan Bantul memerlukan organisasi kelompok tani yang kuat dan pigur pemimpin setidaknya memiliki pengetahuan, pendidikan dan tingkat sosial ekonomi di atas rata-rata petani. Kelembagaan-kelembagaan pendukung baik formal maupun non formal seperti kelembagaan pemerintah setempat, kelompok tani, koperasi tani, kelembagaan pemasaran dan norma sosial masyarakat sangat membantu petani dalam meningkatkan usahatani.
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com