Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
KRPL
Tikus
UPBS BP2TP
banner2
e-Produk
banner1
Pengenalan Ayam KUB

Kalender Kegiatan

Download

Jenis informasi apa yang anda diperlukan melalui web site BPTP Yogyakarta:
 
Pengkajian Potensi Pertanian Organik dalam Sistem Integrasi Tanaman – Ternak Ruminansia di Daerah Istimewa Yogyakarta PDF Cetak E-mail
Oleh Soeharsono dkk   
Selasa, 09 November 2010 15:01
Pengkajian ini bertujuan meningkatkan efisiensi usahatani tanaman pangan dan hortikultura melalui sistem usahatani berbasis bahan organik yang berasal dari limbah kandang ternak sapi potong dan domba; meningkatkan produktivitas induk sapi potong dan domba berbasis sumber bibit dan pakan yang berasal dari limbah pertanian spesifik lokasi; meningkatkan efisiensi sistem usaha perbibitan ternak sapi potong dan domba berbasis sumberdaya spesifik lokasi dan neningkatkan dinamika kelompok tani melalui peningkatan kemampuan managerial. Metodologi pengkajian dilakukan dengan pendekatan secara menyeluruh, partisipatif dan integratif dilaksanakan di lahan petani (on farm research) yang dibimbing oleh peneliti dan penyuluh di Desa Poncosari Kec. Srandaan Kab. Bantul dan Desa Banaran Kec. Galur Kab. Kulonprogo. Hasil pengkajian penerapan teknologi budidaya usahatani tanaman – ternak sapi potong pada kelompok ternak Andini Mukti Jopaten Poncosari Srandakan Bantul menunjukkan bahwa : 1) Potensi pupuk organik yang dihasilkan oleh kelompok ternak sapi potong Andini Mukti sebesar 373.082 kg/th mampu mencukupi kebutuhan pupuk organik seluas 49,74 ha; 2) Optimalisasi penggunaan pupuk organik dari limbah kandang sapi potong pada sistem budidaya padi lahan sawah irigasi cenderung meningkatkan jumlah anakan padi IR-64 dan Ciherang; 3) Pengolahan pakan lokal dalam bentuk pakan lengkap (complete feed). mampu memecahkan masalah penyediaan pakan bermutu dengan harga terjangkau, mudah pemberiannya dan sudah dalam bentuk awetan sehingga tahan lama disimpan; 4) Sistem inseminasi ganda pada satu siklus birahi mampu meningkatkan angka kebuntingan 91,67%. Efisiensi usaha pembibitan sapi potong ditinjau dari tingkat keuntungan atas biaya variabel B/C pada tahun 2005 sebesar 1,12; meningkat 22,26% pada tahun 2006 sebesar 1,37. Penerapan teknologi budidaya usahatani tanaman – ternak domba pada kelompok tani Tani Maju II Trisik Banaran Galur Kulonprogo menunjukkan bahwa : 1) Jumlah populasi ternak domba pada kawasan pantai selatan Desa Banaran Galur Kulonprogro pada tahun 2006 sejumlah 625 ± 38 ekor. Pupuk organik yang dihasilkan dari kotoran ternak domba sebanyak 78,87 ton mampu menculupi kebutuhan pupuk organik pada lahan seluas 10,52 ha; 2) Pemanfaatan pupuk organik ternak domba pada sistem budidaya cabe merah di lahan pesisir pantai dapat meningkatkan periode panen sampai 15 kali lebih banyak dibanding tanpa menggunakan pupuk organik dari domba (12 kali). Keuntungan yang diperoleh atas dasar biaya variabel pada usahatani cabe dengan memanfaatkan pupuk organik dariternak domba pada lahan seluas 1000 m2 sebesar Rp 2,919,300 dan Rp 3,557,000 dengan efisiensi ditinjau dari tingkat penerimaan atas biaya variabel R/C sebesar 1,99 (non pupuk organik); meningkat 22,11% sebesar 2,43 (pupuk organik); 3)Sistem perkawinan dengan pejantan unggul domba ekor gemuk (DEG) sebagai pejantan dapat meningkatkan bobot lahir dan bobot sapih anak domba peningkatan bobot badan harian anak domba serta harga jual cempe lepas sapih; 4) Sistem pemberian pakan dengan menggunakan complete feed sebanyak 3% bobot badan pada domba lepas sapih dengan bobot badan rata – rata 8 kg dapat meningkatkan bobot badan harian secara nyata, peningkatan pendapatan dan efisiensi usaha; 4) Sistem pemberian feed supplement berupa campuran mineral – vitamin diikuti dengan pengobatan berpengaruh pada penurunan tingkat kematian cempe dan peningkatan kebuntingan induk domba lokal; 5) Tingkat adopsi dan dampak penerapan inovasi teknologi – kelembagaan sistem integrasi tanaman - ternak domba. Sebagian besar jumlah anggota (88%) perempuan, kelompok ini mulai berkembang dengan adanya unit simpan pinjam dan unit pengelolaan kesehatan ternak yang berupa pengobatan dan pemberian pakan tambahan, penggunaan kotoran ternak sebagai pupuk untuk tanaman sayuran. pengetahuan petani dalam hal pengelolaan usaha ternak (pakan, kesehatan dan perkawinan) meningkat menjadi 93,25%, sikap 81,25% dan ketrampilan menjadi 50%.
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com