Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Pengenalan Ayam KUB
e-Produk
KRPL
banner2
UPBS BP2TP
Tikus

Galeri Foto

Pengkajian Sistem Usahatani Integrasi Ternak Unggas dan Tanaman Pangan Dalam Sistem Pertanian Organik di Lahan Pantai PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Selasa, 09 November 2010 14:41
Potensi wilayah Pantai selatan DIY cukup besar untuk dikembangkan sebagai sentra peternakan dan tanaman pangan. Pengolahan limbah kandang itik dan ayam potong menjadi kompos yang berkualitas baik sangat baik untuk konservasi lahan pantai dan budidaya tanaman pangan. Pengkajian ini bertuijuan untuk meningkatkan efisiensi usahatani tanaman pangan dan ternak unggas dengan mengoptimalkan integrasi antara antara ternak unggas dan tanaman pangan. Pengkajian meliputi penggemukan itik jantan, pembesaran itik betina, introduksi pemanfaatan undur-undur laut untuk pakan itik, pengolahan limbah kandang itik dan ayam potong, pemanfaatan pupuk organik dari limbah kandang itik untuk tanaman cabe, bawang merah dan padi, pemanfaatan lahan d iantara tanaman kelapa, proteksi tanaman dengan agensia pengendali hayati. Penggemukan itik jantan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 ulangan dan 4 perlakuan pakan terfermentasi. Perlakuan (A) jagung dan bekatul fermentasi; (B) jagung fermentasi; (C) bekatul fermentasi dan (D) tanpa fermentasi. Pengamatan dilakukan terhadap bobot badan, konsumsi pakan dan konversi pakan. Pembesaran itik betina dengan pemberian pakan undur-undur laut dan bekatul. Pengamatan dilakukan terhadap bobot badan dan angka kematian. Introduksi pemanfaatan undur-undur laut dalam ransum itik dengan pemberian undur-undur laut dan bekatul terhadap itik betina produktif. Pengamatan dilakukan terhadap kualitas undur-undur laut dan kualitas telur yang dihasilkan. Pengolahan limbah kandang itik dan kandang ayam potong menggunakan dekomposer pRiMaDec 4 kg/ton, pengamatan dilakukan terhadap kualitas pupuk yang dihasilkan. Budidaya cabe merah dengan 2 perlakuan: (PO) Pupuk organik dan (PA) tanpa pupuk organik. Pengamatan dilakukan terhadap produksi cabe dan analisa usahatani. Budidaya bawang merah dengan 4 perlakuan dosis pupuk organik : (P1) 1 ton/ha; (P2) 2 ton/ha; (P3) 3 ton/ha dan (P4) tanpa pupuk organik. Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman, jumlah umbi, produksi umbi dan penyusutan selama penyimpanan 2 bulan dan 3 bulan. Penanaman padi Ciherang dan IR 64 dengan pupuk anorganik dan organik, pengamatan dilakukan terhadap produksi dan analisa usaha tani. Pemanfaatan lahan di antara tanaman kelapa dengan tanaman wijen, kerandang dan kacang-kacangan. Pengamatan dilakukan terhadap produksi dan analisa usahatani. Proteksi tanaman dengan agensia pengendali hayati dilakukan pada tanaman bawang merah, melon dan semangka dengan membandingkan antara menggunakan Gliocladium sp dan Trichoderma sp dengan tanpa menggunakan Gliocladium sp dan Trichoderma sp. Hasil pengkajian: Jagung dan bekatul fermentasi tidak berpengaruh terhadap konversi pakan pada penggemukan itik jantan. Pembesaran itik betina dengan pakan undur-undur laut dan bekatul perkembangannya kurang bagus dengan angka kematian 28,57%. Hasil analisa terhadap kualias undur-undur dan telur menunjukkan adanya kandungan omega-3 yang tinggi. Pengolahan limbah kandang itik dengan decomposer pRiMaDec mampu menghasilkan pupuk organik yang berkualitas baik, bebas ektoparasit dan bebas bau. Penggunaan pupuk organik mampu meningkatkan produksi cabe merah dan menghemat biaya usahatani. Penggunaan pupuk organik 1 – 3 ton/ha produk bawang merah dapat mencapai 13,51 – 15,61 ton/ha. Penyusustan bawang merah selama penyimpanan 2 bulan dan 3 bulan pada penggunaa pupuk organik cenderung lebih baik dibanding tanpa pupuk organik. Produksi padi, kerandang, wijen dan kacang-kacangan belum dapat dilaporkan karena belum panen. Penggunaan Gliocladium sp dan Trichoderma sp mampu menekan intensitas infeksi Fusarium oxysporum pada tanaman semangka, melon dan bawang merah.
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com