Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
banner2
e-Produk
Tikus
Pengenalan Ayam KUB
KRPL
UPBS BP2TP

Galeri Foto

Sosialisasi Kalender Tanam PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Dra. Tarfuah   
Senin, 25 Maret 2013 11:40

Jumlah penduduk Negara Indonesia terbanyak keempat di dunia. Penyediaan dan kecukupan pangan menjadi sangat strategis dan menentukan stabilitas ketahanan nasional. Ketahanan pangan merupakan sasaran utama pembangunan nasional, karena dengan ketahanan pangan yang mantap berbagai krisis dapat dihindari. Pemerintah Indonesia saat ini dituntut untuk dapat memproduksi padi sebanyak 70,6 juta ton, dan pada tahun 2014 dituntut untuk surplus beras 10 juta ton. Upaya peningkatan produksi memerlukan strategi  yang cermat berdasarkan prakiraan iklim yang akurat, sebagai pemandu diperlukan alat bantu antisipatif berupa Kalender Tanam yang telah dikembangkan sejak tahun 2007 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, yang kemudian disempurnakan menjadi Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu yang memuat rekomendasi teknologi dan kebutuhan sarana produksi. Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu untuk sentra padi ini, di susun berkat kerjasama Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi (Balitklimat), Balai Penelitian Tanah(Balittanah), dan Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa(Balittra) yang didukung oleh seluruh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian(BPTP), dan berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian(BPTP) Yogyakarta, pada 19 Maret 2013, bertempat di gedung LPP Convention Hotel Yogyakarta, telah mengadakan Sosialisasi Kalender Tanam Terpadu Musim Tanam (MT) II Tahun 2013. Kepala BPTP Yogyakarta Dr. Sudarmaji dalam sambutan pembukaan mengatakan bahwa sosialisasi ini sebagai implementasi Permentan nomor 45. Sosialisasi dihadiri oleh pejabat instansi pemerintah dan dinas terkait,  yaitu Bappeda (DIY) Daerah Istimewa Yogyakarta, Biro Perekonomian, Dinas Pertanian DIY, BMKG, Dinas Lingkup Pertanian Kabupaten/Kota se-DIY, STPP Yogyakarta, Akademisi, BUMN dan para peneliti dari BPTP Yogyakarta. Sosialisasi Kalender Tanam untuk Kabupaten Bantul, Kulon Progo, dan Gunung Kidul telah dilaksanakan terlebih dahulu, dengan Tujuan agar para pemangku kebijakan, penyuluh, petani, dan pengguna inovasi lainnya dapat melakukan adaptasi terhadap perubahan iklim. Adanya Kalender Tanam Terpadu untuk setiap kecamatan, diharapkan dapat  dimanfaatkan petani untuk menentukan waktu tanam terbaik dan sekaligus menetapkan varietas yang sesuai dan pemupukan yang rasional.

Menurut Fibriyanty, SP., M.Si., peneliti BPTP Yogyakarta selaku ketua pelaksana sosialisasi Katam tersebut mengutarakan bahwa pergeseran pola curah hujan mengancam pencapaian kemandirian pangan. Peta kalender tanam adalah peta yang memberikan informasi spasial dan tabular tentang awal tanam, pola tanam,  potensi luas areal tanam dan rekomendasi teknologi tanaman pangan pada lahan sawah berdasarkan variabilitas dan perubahan iklim serta sifat tanah. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Yogyakarta, Ir. Suharto, MS,  mengungkapkan bahwa Katam berkaitan dengan Benih, Pupuk, dan Pengendalian hama penyakit sejumlah faktor komoditas. Selanjutnya  Tony Wijaya dari BMKG menjelaskan bahwa distribusi curah hujan belum merata maka jangan terlena. Pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Katam ini berjalan dengan baik dan lancar, terjadi interaksi dua arah yang positif antara peserta dan para pemberi materi.

LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com