Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
UPBS BP2TP
banner2
e-Produk
Tikus
Pengenalan Ayam KUB
KRPL

Galeri Foto

Penerapan Sistem Usahatani Agribisnis Pada Agroekosistem Lahan Sawah Irigasi (Primatani) di Kabupaten Bantul 2008 PDF Cetak E-mail
Pengkajian - Sumberdaya Pertanian
Oleh Rob. Mudjisihono dkk   
Kamis, 04 November 2010 14:30
Prima Tani, sebagai suatu pendekatan pembangunan yang berawal dari desa, kiranya dapat dijadikan sebagai tonggak sejarah perubahan konsep pembangunan pedesaan, melalui pendekatan agroekosistem, agribisnis, wilayah, kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat. Semua pelaksanaan program dan kegiatan pada akhinya mengacu pada “Panca Yasa” sebagai landasan fundamental pertanian yaitu : (a) pembangunan infrastruktur; (b) penguatan kelembagaan petani; (c) penyuluhan; (d) pembiayaan pertanian ; dan (e) pemasaran hasil pertanian. Tujuan utama Prima Tani adalah meningkatkan pendapatan petani, memberbaiki sistem pertanian, dan melestarikan lingkungan, bukan meningkatkan produski komoditas pertanian tertentu setinggi mungkin (Anonimus, 2007a). Adapun bantuan utama yang diberikan kepada petani khususnya di kabupaten Bantul adalah teknologi inovatif dan kelembagaan agribisnis pedesaan. Dalam kegiatan sehari-hari, masyarakat desa diajak bekerjasama untuk memanfaatkan potensi desa yang mereka miliki. Oleh sebab itu pencapaian tujuan Prima Tani jelas tidak mudah, dan tentunya memerlukan kerja keras baik dalam perencanaan maupun implementasi lapangan. Kegiatan Tahun 2008 diantaranya meliputi : Rekayasa inovasi teknologi di lahan sawah irigasi meliputi : (a) introduksi paket teknologi usahatani (VUB dan VUTB) padi dan VUB kedelai serta, penanganan pasca panennya; (b) peningkatan kegiatan kelembagaan agribisnis. Hasil yang dicapai kegiatan Primatani tahun 2008 adalah sebagai berikut : (1) Telah dilakukan uji adaptasi padi varietas Ciapus Cimelati, Sintanur, Code, IR-64. masing-masing 7 responden di wilayah Siten dengan hasil sebagai berikut : Cimelati 7,28 ton/ha GKP; Code 7,21 ton/ha GKP; Sintanur 7,36 ton/ha GKP; Ciapus 7,43 ton/ha GKP; IR-64 6,83 ton/ha GKP. Dapat diinformasikan bahwa diantara beberapa VUB dan VUTB tersebut memiliki potensii hasil yang berbeda, yang merupakan paket teknologi usahatani dan industri benih padi (VUB dan VUTB). (2) Teknik budidaya model PTT untuk perbenihan padi VUB Cimelati seluas ± (3-5) ha dengan label unggu di dusun Tangkilan, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul dengan tanam bulan November 2008; (3) Pengembangan VUB benih kedelai kelas breeder seed (BS) oleh BPTP seluas ± 1 ha adalah varietas Anjasmara, Burangrang, Panderman dalam rangka menunjang perbenihan dan pengolahan tahu di Bantul. Sedangkan pengembangan kedelai oleh petani setempat pada umumnya varietas Lokal. Dari panenan kedelai dusun Siten menunjukkan hasil untuk varietas Panderman 1,67 ton/ha biji kering; Anjasmara 1,66 ton/ha biji kering; dan Burangrang 1,43 ton/ha biji kering; sedangkan varietasl Lokal produksinya berkisar (1,14-1,46) ton/ha biji kering. Secara keseluruhan dapat diinformasikan bahwa pengenalan varietas unggul baru kedelai telah dapat meningkatkan hasil 20% sesuai dengan tujuan utama kegiatan Prima Tani; (4) Hasil uji adaptasi kacang tanah menunjukkan bahwa produktivitas varietas Jerapah 1,80 ton/ha PK (polong kering), Singa (1,78 ton/ha polong kering) dan varietas Kancil 1,75 ton/ha PK, sedangkan varietas Lokal hanya (1,05-1,50 ton/ha PK). Secara keseluruhan sebenarnya dapat dianjurkan bahwa penggunaan varietas unggul baru diharapkan dapat dikembangkan di dusun Siten Sumbermulyo, Bambanglipuro dalam rangka meningkatkan produktivitas palawija khususnya kacang tanah yaitu sebesar 45%nya; (5) Pengembangan Klinik Agribisnis : Penyerahan klinik agribsinis di dusun Derman/ Gersik Sumbermulyo, yang dikoordinir oleh BPTP (Ir. Suharno/ koordinator diseminasi Prima Tani) kepada Dipertahut Bantul, Telah terkumpul ± 20 jenis sampel plasma nutfah varietas padi dan 7 plasma nutfah sampel benih kedelai, 14 jenis tanaman empon-empon kerjasama dengan Balitro Bogor untuk materi keragaan peresmian klinik, Telah dilakukan inventarisasi beberapa jenis produk olahan lokal dalam menunjang kegiatan home industri dengan perbaikan packing dan labeling oleh kelompok tani setempat., Pelatihan diversifikasi susu kambing PE segar menjadi produk olahan tidak hanya dalam bentuk segar saja, tetapi bisa dalam bentuk susu jahe kristal di Gersik, Pelatihan bagi pengrajin mengenai pengolahan susu kedelai dan bubuk kedelai, Packing dan labeling keripik pisang, ceriping telo, dan produk olahan lainnya, Sablon yang sudah diberikan, ditindak lanjuti dengan kursus ketrampilannya dan bulan Juli 2008 sudah mulai kegiatan secara komersial, Perbaikan IPAL yang ada disekitar klinik dengan meninggikan instalasi bangunan setinggi (30-40) cm untuk mengatasi luapan air pada musim hujan, Perbaikan sanitasi lingkungan kandang dalam menekan mortalitas ternak dan perbaikan dinding embung/ kolam ikan dengan menambah dinding setinggi 30-50 cm dalam memperbesar daya tampung limpahan air dimusim penghujan; (6) Pengembangan Sistem Integrasi Padi Ternak : unit pengelolaan biodigester telah dilakukan upaya perbaikan dinding dan untuk perbaikan konstruksi yaitu dengan cara renovasi lantai kandang yang dibuat (10-20) cm lebih tinggi dari inlet biodigester dengan biaya sekitar Rp. 3.000.000 (Tiga Juta Rupiah) meliputi 2 (dua) lantai kandang dengan ukuran luasan masing-masing (4x6) m2 beserta saluran pembuangannya, Unit pengelolaan pupuk organik : Masalah utama pada kambing PE yaitu masih tingginya mortalitas (± 25%) maka dalam upaya menurunkan mortalitas tersebut perlu adanya kerjasama dengan Dinas Peternakan setempat sedangkan Pemasaran pupuk organik kambing PE baru mencapai (25-50) kg/bulan meliputi beberapa kios disekitar Sumbermulyo, Telah dilakukan Peningkatan mutu produk limbah pupuk organik dengan cara perbaikan kemasan melalui packing dan labeling berlogo; (7) Pengembangan Kelembagaan :. Upaya Peningkatan pembinaan kegiatan kelembagaan agribisnis dilakukan melalui klinik Prima Tani dan kelompok tani/ gapoktan dalam ujud pertemuan rutin, penyempurnaan AD/ART, dan pembinaan administrasi, Kerjasama dengan KUAT Sedyo Rukun, P3T Canden, Bantul dalam hal kegiatan pemasaran produk limbah ternaknya (pupuk organik), Kerjasama dengan Balai Benih Pembantu Barongan Jetis dalam hal penangkaran benih padi kelas stok seed (SS), meliputi pembinaan penangkar benih setempat, sertifikasi benih (oleh BPSB), penguatan modal serta pemasarannya oleh BB Barongan dan inovasi teknologinya oleh BPTP Yogyakarta. Dengan adanya kegiatan Prima Tani akan terjadi peningkatan pendapatan keluarga tani melalui peningkatan kegiatan home industri, ternak dan pengembangan usaha agribisnis lainnya dengan melalui peningkatan pengembangan kelembagaan yang sudah ada. Dengan demikian diharapkan bahwa pada kegiatan tahun ketiga (2009) rata-rata peningkatan pendapatan dapat mencapai lebih dari 50%, dengan asumsi setiap tahunnya rata-rata dapat meningkat lebih dari 20%.
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com