Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Tikus
Pengenalan Ayam KUB
KRPL
UPBS BP2TP
banner2
e-Produk

Galeri Foto

Monitoring dan Evaluasi Rekomendasi Pemupukan P dan K Untuk Tanaman Padi Sawah Melalui Uji Kalibrasi PDF Cetak E-mail
Pengkajian - Sumberdaya Pertanian
Oleh Mulud Suhardjo dkk   
Kamis, 04 November 2010 14:14
Sejalan dengan pemantapan swasembada beras, penerapan teknologi pemupukan padi sawah semakin penting. Penggunaan pupuk secara rasional dan berimbang adalah salah satu faktor kunci untuk dapat memperbaiki dan meningkatkan produktivitas pertanian lahan sawah. Puslittanak Bogor telah mengembangkan rekomendasi pemupukan berimbang berdasarkan uji tanah. Menurut Keputusan menteri Pertanian (SK Mentan Nomor: 01/Kpts/SR.130/1/2006 tanggal 3 Januari 2005) bahwa rekomendasi pemupukan pada lahan sawah harus mengikuti uji tanah. BPTP-Yogayakarta telah melakukan pemetaan status hara P dan K di beberapa Kabupaten di D.I. Yogyakarta dan sekitarnya, untuk mengetahui status hara P dan K dan melaksanakan uji kalibrasi pemupukan P dan K untuk menentukan dosis pemupukannya. Dengan adanya beberapa metoda untuk menetukan rekomendasi pemupukan, perlu dilakukan monitoring dan evaluasi pada wilayah yang telah dipetakan dan diuji kalibrasi agar didapat rekomendasi yang betul-betul tepat sasaran, murah, mudah dilaksanakan, efisien dan dapat meningkatkan produksi padi sawah tanpa merusak lingkungan. Pengkajian kalibrasi uji tanah dari masing-masing metoda dilakukan di Lahan sawah, menggunakan percobaan petak kecil/petak petani yang sudah ada (petak asli yang sudah ada batas pematangnya). Rancangan yang digunakan adalah rancangan Acak kelompok dengan 3 kali ulangan. Adapun perlakuannya Rekomendasi pemupukan/perlakuan yang dikaji adalah: metode rekomendasi pemupukan berdasarkan uji tanah yang dikaji yaitu untuk pupuk P (TSP) dengan dosis perlakuan : 25 kg/ha ; 50 kg/ha; 75 kg/ha dan 100 kg/ha dan untuk pupuk K (Kcl) dengan perlakuan : 25 kg/ha ;50 kg/ha; 75 kg/ha dan 100 kg/ha, mwrode rekomendasi pemupukan berdasarkan Omision plot/petak omisi, yaitu untuk pupuk P (TSP) dengan dosis perlakuan : 50 kg/ha ; 100 kg/ha; 150 kg/ha dan 200 kg/ha dan untuk pupuk K (Kcl) dengan perlakuan : 75 kg/ha ; 125 kg/ha; 175 kg/ha dan 225 kg/ha, rekomendasi pemupukan berdasarkan peta Serie Tanah, yaitu dengan perlakuan: a) Fine Compost dosis 750 kg /ha, Urea 150 kg/ha, SP-36 15 kg/ha dan KCl 15 kg/ha b) PKZ (Pupuk kandang + Zeolit perbandingan 1 : 1) dosis 750 kg / ha, Urea 150 kg/ha, SP-36 15 kg/ha dan KCl 15 kg /ha c) Zeolit dosis 750 kg/ha, Urea 150 kg/ha, SP-36 15 kg /ha dan KCl 15 kg/ha d) Pupuk kandang dosis 3000 kg/ha, Urea 150 kg/ha, SP-36 15 kg dan KCl 15 kg/ha e) Perlakuan petani (kontrol) dengan dosis pupuk Urea 350 kg/ha, SP-36 240 kg/ha.. Ukuran plot menggunakan minimum ± 30 m2/600 – 1200 m2 (petak asli), teknik budidaya sesuai anjuran yang telah berkembang didaerah pengkajian. Lokasi pengkajian uji kalibrasi metode rekomendasi pemupukan P dan K melalui uji tanah dan ommision plot dilakukan di desa Nomporejo, kecamatan Galur, Kabupaten Kulonprogo, sedangkan yang berdasarkan seri tanah dilakukan di desa Sendang Arum, kec. Minggir – kabupaten Kulonprogo. Hasil analisis tanah sebelum pengkajian status hara P dan K melalui uji tanah dan ommision plot adalah sedang sampai tinggi. Hasil analisis korelasi antara produksi padi kering panen dan dosis rekomendasi pemupukan K pada metode uji tanah tertinggi diantara metode yang lainnya, yaitu nilai koefisiennya (r) = 0,388. Adapun nilai koefisien (r) metode uji tanah untuk pemupukan P yaitu (r) = 0,241 dan untuk metode rekomendasi pemupukan berdasarkan seri tanah yaitu 0,249. Persamaan regresinya hasil kalibrasi metode rekomendasi pemupukan berdasarkan uji tanah untuk pupuk P ( Y=0,6912 + 8,8608 X +- 17203 X2 ), untuk pupuk K ( Y=2,0504 + 4,0408 X – 0,7704 X2 ), metode rekomendasi pemupukan berdasarkan ommision plot untuk pupuk P ( Y= 5,2058 + 1,728 X – 0,2899 X2 ) dan rekomendasi pemupukan nerdasarkan ommision plot untuk pupuk K ( Y= 3,6649 + 3,035 X – 0,5596 X2 . Produksi gabah kering panen berdasarkan metode uji tanah untuk pupuk P tertinggi pada pemupukan TSP/SP-36 dengan dosis75 kg TSP/ ha yaitu 10,90 ton /ha, sedang pada rekomendasi pemupukan berdasarkan metode uji tanah untuk pupuk K dengan dosis 75 kg KCl/ha dan hasil gabah kering 7,6 ton/ha.Metode rekomendasi pemupukan berdasarkan Ommision plot untuk pupuk P dengan dosis pupuk TSP/SP-36 sebanyak 150 kg/ha , hasil gabah kering panen 8,17 ton/ha, sedangkan pada metode rekomendasi pemupukan berdasarkan ommision plot K yang tertinggi dengan pupuk KCl dengan dosis 75 kg/ha dan hasil gabah kering panen 8,04 ton/ha. Pada percobaan kalibrasi pemupukan P dan K berdasarkan seri tanah di desa Sendang Arum, Minggir hasil tertinggi dicapai dengan pemupukan menggunakan zeolit sebanyak 750 kg/ha dengan hasil rata-rata sebanyak 8,8 ton/ha. Dari beberapa Metode untuk menentukan rekomendasi dosis pemupukan terbaik adalah berdasarkan metode uji tanah, baik untuk pupuk P maupun pupuk K, dan dosis pemupukannya adalah 75 kg/ha. Bahan amelioran (pembenah tanah) terbaik untuk SK Mentan Nomor: 01/Kpts/SR.130/1/2006wilayah yang status hara P dan K sedang sampai tinggi adalah Zeolite dan pupuk kandang (Tabel 5).
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com