Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Jenis informasi apa yang anda diperlukan melalui web site BPTP Yogyakarta:
 
UPBS BP2TP
e-Produk
banner2
banner1
Pengenalan Ayam KUB
KRPL
Tikus
Sinta

Download

Inventarisasi Pasar Benih Padi, Jagung, Kedelai, Krisan Prospektif di Daerah Istimewa Yogyakarta PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Kamis, 04 November 2010 11:17
Kegiatan inventarisasi pasar benih padi, jagung, kedelai dan krisan di Daerah Istimewa Yogyakarta dilakukan dengan tujuan : 1) Melakukan inventarisasi kebutuhan benih prospektif berbagai komoditas unggulan (padi, jagung, kedelai, krisan) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, 2) Mengetahui target dan kebutuhan pasar (dalam dan luar provinsi) dan sistem pemasaran benih untuk perbenihan/perbibitan dari para pelaku perbenihan/perbibitan, 3) Melakukan sinkronisasi dan koordinasi dukungan instansi/kelembagaan terkait dalam rangka mendukung program Jogja Seed Center. Metoda pengumpulan data dilakukan dengan cara studi kasus dan survai dengan desk analysis; data sekunder maupun data hasil survai diolah secara deskriptif. Pengkajian dilaksanakan di lima kabupaten dan kota, yaitu Kabupaten Gunung Kidul, Bantul, Kulon Progo, Sleman dan Kota Yogyakarta. Data diperoleh dari pelaku usaha perbenihan yaitu produsen benih/bibit swasta, petani/kelompok penangkar, pengguna benih/bibit (konsumen), pelaku pasar yaitu pedagang benih/bibit, instansi pemerintah dan lembaga penelitian. Hasil yang diperoleh : Jumlah produsen/penangkar benih tanaman pangan pada tahun 2009 yang memiliki SKPB (Surat Keterangan Penyalur Benih) di wilayah DIY sebanyak 96 produsen yang tersebar di 5 kabupaten, dengan jumlah tertinggi berada di Kabupaten Bantul (33 penangkar), berikutnya adalah Kabupaten Sleman (30), Kabupaten Kulon Progo (15), Kabupaten Gunung Kidul (13), dan terkecil berada di Kota Yogyakarta (5). Jumlah penyalur benih tanaman pangan sebanyak 65 lembaga masing-masing Kabupaten Kulon Progo (22), Kabupaten Gunung Kidul (18), Kabupaten Bantul (11), Kota Yogyakarta (8) dan Kabupaten Sleman (6). Kebutuhan benih secara nasional untuk benih padi sebanyak 350 ribu ton untuk lahan seluas 7,79 juta ha terdiri dari 250 ribu ton untuk pertanaman periode Oktober-Maret dan 100 ribu ton untuk periode April-September. Ketersediaan benih padi bersertifikat sebanyak 121.667,06 ton (34,76%); non sertifikat 98.706,46 ton (28,20%). Varietas yang banyak ditanam petani adalah IR-64, Ciherang, Cigeulis, Ciliwung, Cibogo dll. Kebutuhan benih jagung nasional untuk MT 2008/2009 (Oktober-Maret) dengan areal tanam seluas 2,79 juta ha mencapai 58.665,68 ton terdiri atas benih bersertifikat 38.308,68 ton (64,84%); non sertifikat 27.544,65 ton (46,95%). Varietas yang banyak disukai petani adalah BISI-2, BISI-16, Jaya-2, Jaya-3, NK-22, SHS-12, NY-10, N-35, P-12, P21, C7, Bisma, Arjuna. Kebutuhan benih kedelai MT 2008/2009 (Oktober-Maret) di lahan seluas 530.641 ha mencapai 21.225,64 ton dengan jumlah benih bersertifikat 15.174,57 ton (71,49%) dan non sertifikat 6.977,53 ton (32,87). Varietas yang banyak ditanam adalah Wilis, Anjasmoro, Grobogan, Baluran dan Mahameru. Peluang pasar benih di dalam provinsi (DIY) terkait dengan kebutuhan 3 komoditas strategis (padi, jagung, kedelai), tahun 2010 kebutuhan benih padi bersertifikat mencapai 3.628,020 ton, jagung (1.056,435 ton) dan kedelai (1.522,200 ton). Pasokan dari produsen benih yang terdaftar di BPSB DIY untuk benih padi bersertifikat hanya sebanyak 1.541,153 ton (42,48%), jagung sebanyak 378,8 ton (35,86%) dan kedelai sebanyak 176,72 ton (11,61%), sehingga potensi pasar lokal masih terbuka luas. Permasalahan produsen benih yang dijumpai di DIY diantaranya : 1) keterbatasan modal, 2) kebutuhan sarana prasarana, 3) keterbatasan pemasaran, 4) tidak mendapat subsidi dan 5) harga jual bervariasi. Kebutuhan benih di wilayah DIY dipenuhi dari produsen/penangkar benih lokal dan produsen benih swasta dengan pemasok utama benih adalah PT. Sang Hyang Sri (SHS) dan PT. Pertani. Peluang pasar benih di luar Provinsi DIY diantaranya adalah Provinsi Banten dengan kebutuhan benih padi sebanyak 8.380 ton; Jawa Tengah kebutuhan benih jagung (11.366 ton) dan kedelai (3.862 ton). Alasan konsumen dalam memilih benih diantaranya : 1) produktivitas tinggi, 2) ketahanan HPT, 3) umur tanaman, 4) harga jual gabah, 5) harga benih, 6) biaya produksi. Preferensi konsumen benih padi di Provinsi DIY adalah varietas IR-64, Ciherang, Pepe, Cimelati, SintaNur dan Situbagendit, Provinsi Banten mayoritas varietas IR-64 (49,56%) dan Ciherang (33,68%), Jawa Tengah (IR-64, Ciherang) dan Jawa Timur (IR-64, Ciherang, Cibogo, Way Apo Buru, Mamberamo). Permintaan bunga potong krisan di DIY (2008) mencapai 12 juta tangkai/triwulan baru dapat dipenuhi sebanyak 1,884 juta tangkai/tahun oleh lima produsen krisan di DIY yang tergabung dalam Asosiasi Produsen Krisan Yogyakarta (Aprista). Jumlah kelompok tani yang aktif dalam kegiatan budidaya krisan di Kelompok Tani Udi Makmur (Klantum) Desa Hargobinangun Pakem Sleman sebanyak 6 kelompok dengan anggota 40 orang, luas lahan untuk budidaya mencapai 7.200 m2 dengan kapasitas produksi 374.870 tangkai/musim. Luas lahan indukan krisan mencapai 1.230 m2 (17,08%) dengan kapasitas jumlah indukan sebanyak 18.150 batang. Areal pengakaran seluas 280 m2 dengan kapasitas bibit sebanyak 60.000 stek, produksi bibit mencapai 120.000 bibit/bulan. Karakteristik petani krisan DIY berdasarkan usia sebanyak 80% petani berusia 31-40 tahun, tingkat pendidikan didominasi SMA (60%). Petani krisan di Pakem DIY (100%) memiliki lahan budidaya < 500 m2 dengan frekuensi penanaman krisan sebanyak 70 % mengusahakan krisan tiga kali dalam setahun, 20% menanam krisan dua kali dalam setahun dan 10% petani menanam krisan sekali dalam setahun. Jenis krisan yang ditanam petani di DIY meliputi jenis standar dan spray (100%) dengan jumlah varietas krisan yang ditanam petani di Pakem sebanyak 13 varietas (Sakuntala, Puspita Nusantara, Puspita Asri, Nyi Ageng Serang, Puma Kuning, Cut Nya’ Dien, Snow White, Reagan Putih, Jaguar Red, Fiji Kuning, Rhine, Jarum dan Chamrock). Pusat perbenihan krisan ditetapkan di Cipanas (Jawa Barat), Pakem, Sleman (DIY) dan Tomohon (Sulawesi Utara) sehingga dukungan dari berbagai pihak untuk pengembangan budidaya dan perbenihan krisan di Sleman terus mengalir. Pasar benih krisan masih terbuka luas termasuk ke sentra produsen krisan di Provinsi Jawa Tengah (Ambarawa, Bandungan) dan Jawa Timur (Pasuruan, Malang). Upaya pembentukan dan pengembangan DIY sebagai Pusat Perbenihan merupakan langkah strategis dalam mendukung program swasembada pangan, media pembelajaran bagi stakeholders dan mengembangkan unit usaha yang kompetitif, menguntungkan dan berdaya guna. Dalam rangka mendukung program Jogja Seed Center (JSC) pada tanggal 1 Juli 2009 telah diluncurkan website DIY Agri Center (http://agricenter.jogjaprov.go.id) sebagai rintisan media informasi perbenihan di DIY. DIY Agri Center merupakan bentuk layanan Pemerintah Provinsi DIY berbasis teknologi informasi (Digital Government Services) yang berfungsi sebagai penyedia informasi, tukar informasi, serta wahana transaksi agribisnis bagi petani, pelaku usaha, pengambil kebijakan dan pemerhati pertanian. DIY Agri Center juga berfungsi sebagai media informasi perbenihan Yogyakarta (Jogja Seed Information) sekaligus sebagai embrio pembentukan Pusat Perbenihan Jogjakarta (Jogja Seed Center) menuju Jogja Seed Industry (JSI). Secara khusus DIY Agri Center menyediakan informasi tentang : 1) produksi dan penyediaan benih, 2) produsen benih pemerintah dan swasta serta penangkar benih yang meliputi tanaman pangan, hortikultura dan ternak. Pemesanan atau transaksi pembelian benih dapat dilakukan melalui kehadiran (on-site ordering), telepon (on-call ordering) atau internet (on-line ordering/batch ordering). Dengan adanya DIY Agri Center sebagai rintisan, JSC akan diwujudkan dalam kelembagaan yang nyata yang dapat mewadahi berbagai aktivitas perbenihan profesional.
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com